Harlah NU ke-100 Tahun, Menteri Agama sampai Menko PMK Hadir di Istora Senayan

Puncak peringatan Harlah ke-100 NU turut dihadiri jajaran kabinet Merah Putih.

Diterbitkan 31 Januari 2026, 10:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Puncak Harlah ke-100 NU di Istora Senayan dihadiri banyak tokoh penting.
  • Acara diisi istighotsah, doa, rapat akbar, dan donasi bencana Sumatera.
  • Tema Harlah NU ke-100 adalah "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia."

Liputan6.com, Jakarta - Puncak peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026), turut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih.

Hadir Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Praktikno.

Berdasarkan pantauan, Selain Menag Nasaruddin Umar dan Menko PMK Praktikno, tampak hadir pula Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko serta istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid. Mereka duduk sejajar dengan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf.

Sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara juga menghadiri acara tersebut, di antaranya Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar Najamudin.

Dari unsur partai politik, peringatan Harlah NU ke-100 tahun ini dihadiri Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf, serta Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono.

Selain itu, hadir Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mochammad Afifuddin, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja, serta putri kedua Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan hadir pada puncak peringatan Harlah NU ke-100 tahun ini belum terlihat hadir di lokasi.

Kemudian, Taujihat Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar juga belum nampak hadir.

Acara puncak Harlah NU ke-100 tahun ini juga dihadiri jajaran pengurus PBNU pusat, pengurus wilayah dan cabang NU dari seluruh Indonesia, serta tokoh-tokoh nasional lainnya.

Adapun rangkaian acara diisi dengan Istighotsah Kubro, Mahallul Qiyam, Doa Rapat Akbar, hingga penggalangan donasi untuk bencana di Sumatera. Peringatan Harlah NU diharapkan menjadi simbol kebersamaan dan kebangkitan semangat persatuan warga Nahdliyin ke depan.

Diawali Istighosah hingga Donasi untuk Sumatra

Nahdlatul Ulama (NU) menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 pada Sabtu (31/1/2026) di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari diawali istighosah kubro bersama.

Pantauan Liputan6.com, warga Nahdliyin masih berdatangan memadati Istora Senayan hingga 08.41 WIB meski hujan dengan intensitas ringan mengguyur Jakarta. Berdasarkan susunan acara, kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dengan proses registrasi peserta.

Pada pukul 07.00–08.00 WIB, acara dilanjutkan dengan istighosah kubro, mahallul qiyam, serta doa bersama sebagai pembuka peringatan satu abad NU.

Usai istighosah, ribuan warga Nahdliyin juga mengikuti rapat akbar yang berlangsung hingga pukul 08.40 WIB. Agenda kemudian berlanjut dengan penggalangan donasi bencana Sumatera pada pukul 08.48 WIB. Donasi dapat disalurkan dengan sistem tunai hingga scan kode batang (QR Code).

Adapun tema Harlah NU ke-100 ini “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6