Pemkab Tapanuli Selatan Susun Langkah Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) menyusun pemetaan strategi pemulihan bagi lahan pertanian yang rusak akibat bencana.

Diterbitkan 29 Januari 2026, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemkab Tapsel pulihkan pertanian pasca-bencana dengan pemetaan dan rehabilitasi lahan rusak.
  • Kerja sama PTPN dan Kementan, sediakan lahan serta bibit jagung bagi petani terdampak.
  • Bencana rugikan Rp2,6 T; 1.352 ha gagal panen, 536 ha lahan rusak permanen.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) terus memperkuat upaya pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025 lalu melalui pemetaan detail dan strategi rehabilitasi lahan yang rusak.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menjelaskan, langkah ini dilakukan setelah masa tanggap darurat berakhir dan wilayah setempat memasuki fase transisi menuju pemulihan dan rekonstruksi.

“Kita sudah melewati masa tanggap darurat dan masuk ke transisi darurat menuju pemulihan. Setelah itu, masuk lagi ke masa rekonstruksi serta rehabilitasi yang dilakukan secara bertahap,” kata Gus Irawan, dilansir dari Antara, Kamis, (29/01/2026).

Menurutnya, pemetaan itu menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan rehabiilitasi mata pencaharian warga terdampak bencana.

Total kerusakan akibat bencana tersebut telah dihitung bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mencapai sekitar Rp2,6 triliun. Meliputi kerusakan fasilitas umum, aset pemerintah daerah , aset provinsi hingga aset pusat, lahan pertanian dan yang lainnya.

Saat ini, Rencana Rekonstruksi Rehabilitasi Pascabencana (R3PB)  telah diselesaikan. Pemkab Tapsel menargetkan pemulihan mata pencaharian warga yang kehilangan sumber usaha pertanian.

Kata Gus, pemerintah bekerja sama dengan pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) untuk menyediakan lahan bagi hunian sementara (huntara), lahan tetap (huntap), dan lahan tumpang sari yang dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam.

Strategi Pemetaan Lahan untuk Rehabilitas dan Reaktivasi Usaha Pertanian

Gus Irawan mengakui meski tantangan cukup besar terutama karena masyarakat yang sebelumnya bergantung pada sawah kini diajak untuk beradaptasi dengan tanaman jagung di lokasi PTPN. Untuk menjaga produktivitas,  pihaknya membagikan bibit jagung kepada masyarakat agar tetap mendapatkan hasil pertanian.

Lebih lanjut, Pemkab Tapsel juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan normalisasi dan reklamasi lahan pertanian agar sawah-sawah dapat ditanami dalam waktu dekat.

“Ini yang coba kami petakan dan laksanakan untuk menghidupkan mata pencarian warga terdampak,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, Muhammad Taufik Batubara melaporkan kerusakan pertanian di daerah setempat dikelompokkan dalam tigas kategori yakni kategori berat, sedang dan ringan.

1.352 Hektare Lahan Gagal Panen

Dalam kategori berat, terdapat 1.352 hektare lahan yang gagal panen namun masih bisa ditanami kembali di tahun mendatang, serta 536 hektare lahan yang rusak permanen karena tebalnya material. Selain itu sekitar 77 hektare lahan yang rusak sedang dan 1.053 hektare rusak ringan yang telah didata.

Dia mengatakan pemerintah akan menyalurkanbantuan bibit kepada petani yakni 25 kilogram per hektare  untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang rusak berat namun dapat ditanami kembali.

Kami juga melakukan program dari pusat untuk melakukan optimalisasi lahan pertanian agar dapat dimanfaatkan kembali untuk petani," tutur Taufik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6