Indonesia Morowali Industrial Park Akselerasi Transformasi Menuju Kawasan Industri Berbasis Ekologi

PT IMIP meresmikan kemitraan strategis dengan UNIDO untuk menerapkan konsep Eco-Industrial Park (EIP) guna mewujudkan tata kelola industri yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Morowali

Diterbitkan 23 Januari 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) dengan resmi merealisasikan kerja samanya dengan strategis untuk mempercepat transformasi kawasan industri hijau berkelanjutan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Kesepakatan tersebut bertujuan untuk membangun proyek percontohan kawasan industri berkelanjutan sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan juga mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Dalam kerja samanya selama tiga tahun ke depan, IMP dan UNIDO berfokus pada empat bidang utama, yaitu akselerasi pembangunan kawasan industri berbasis ekologi, penataan rantai pasok mineral hijau, pengembangan masyarakat, dan juga peningkatan keahlian sumber daya manusia. 

UNIDO akan mengerahkan seluruh penerapan standar internasional PBB dalam pengelolaan lingkungan, sosial, dan juga tata kelola perusahaan di seluruh rantai industri mineral.

Managing Director of Directorate of Technical Coorperation and sustainable Industrial Development UNIDO, Ciyong Zou, memberikan apresiasi setelah meninjau langsung fasilitas IMP, termasuk dari pabrik, pelabuhan, dan serta pusat keselamatan.

"Kami kagum melihat perkembangan pesat di kawasan IMIP dan mengapresiasi upaya aktif pengelola dalam menjalankan tanggung jawab sosial serta mendorong pengembangan masyarakat," ucap Zou.

"Kunjungan lapangan ini membuat UNIDO melihat potensi besar IMIP dalam membangun kawasan industri berkelanjutan. Kami yakin kerja sama ini akan memberikan contoh nyata bagi kawasan industri berkelanjutan lainnya di dunia," sambung Zou. Diktuip dari Antara, Jumat (23/1/2026).

Sinergi Global Jadikan Morowali Pusat Industri Hijau Percontohan Nasional

Perwakilan Kementerian Perindustrian RI, Rahmayanti, menegaskan bahwa kolaborasi ini melanjutkan keberhasilan Global Eco-Industrial Parks Programme (GEIPP) yang telah dijalankan sejak 2020. 

"Kami berharap kerja sama ini dapat mencapai keberhasilan dan menjadi contoh transformasi serta peningkatan kawasan industri berbasis hilirisasi sumber daya alam. Semoga pengalaman ini dapat direalisasikan pada kawasan industri lain," ucap Rahmayanti.

Optimisme juga disampaikan Wakil CEO Eternal Tsingshan Group sekaligus Direktur PT IMIP, Zhang Fan.

"IMIP akan memanfaatkan kapasitas internasional UNIDO bersama para mitra rantai industri untuk mendorong transformasi hijau rendah karbon serta penguatan kapasitas tata kelola, meningkatkan infrastruktur dan kemampuan pada pelayanan publik, juga menjadikan Morowali sebagai percontohan dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia hingga memberi manfaat bagi masyarakat," terang Zhang Fan.

Langkah strategis ini dinilai sangat krusial di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk hasil hilirisasi yang ramah lingkungan, khususnya dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik. 

Penerapan standar Eco-Industrial Park (EIP) yang ketat tidak hanya akan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan meminimalisasi limbah industri, tetapi juga mendongkrak reputasi nikel Indonesia di kancah internasional yang kini semakin mensyaratkan jejak karbon rendah.

Melalui asistensi teknis dan transfer teknologi dari UNIDO, diharapkan tercipta ekosistem industri yang tangguh di mana kemajuan ekonomi berjalan beriringan dengan pelestarian ekosistem. 

IMIP jadi Pionir Transformasi Industri Bernilai Tambah dan Berkelanjutan

Transformasi menuju praktik industri hijau ini menjadi bukti nyata komitmen kuat para pemangku kepentingan untuk mewariskan lingkungan yang lebih baik, sekaligus memastikan kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan industri. 

Dengan pendekatan ini, pertumbuhan ekonomi yang pesat tidak lagi harus dibayar mahal dengan degradasi kualitas lingkungan hidup atau kesehatan warga. 

Paradigma baru ini menempatkan keberlanjutan bukan sebagai beban, melainkan sebagai aset vital yang menjamin kelangsungan operasional jangka panjang. 

Sebagai kawasan industri berbasis nikel berskala global yang juga merupakan proyek unggulan dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative), posisi strategis IMIP di kancah perdagangan dunia menjadi semakin vital dan sorotan banyak pihak.

Keberhasilan IMIP dalam menerapkan standar lingkungan yang ketat akan menjadi tolok ukur bagi kawasan industri lainnya, membuktikan bahwa proyek raksasa hasil kerja sama internasional tetap dapat menghormati kearifan lokal dan kelestarian alam. 

Dengan reputasi dan skala operasional yang masif tersebut, kawasan ini memikul tanggung jawab besar dan diharapkan mampu terus menjadi lokomotif utama yang mendorong transformasi ekonomi Indonesia. 

Pergeseran dari sekadar pengekspor bahan mentah menuju negara produsen industri manufaktur bernilai tambah tinggi kini semakin nyata di depan mata. 

Keberhasilan ini juga diharapkan dapat menetapkan standar baru sebagai model ideal kerja sama internasional yang sukses memadukan kemajuan teknologi mutakhir, efisiensi ekonomi, dan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6