Penjelasan Lengkap Polisi soal Kabar Ledakan dan Korban di Tambang Antam

Wikha mengatakan, pihaknya telah menerima paparan langsung dari pimpinan PT Antam Pongkor. Berdasarkan penjelasan tersebut, tidak ditemukan adanya peristiwa ledakan di kawasan pertambangan.

Diterbitkan 14 Januari 2026, 22:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kapolres Bogor membantah kabar ledakan di tambang Antam Pongkor.
  • Peristiwa sebenarnya kepulan asap, semua pekerja dievakuasi tanpa korban jiwa.
  • Penyelidikan terhambat kadar karbon monoksida tinggi di area tambang.

Liputan6.com, Jakarta - Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyebut kabar terkait dugaan ledakan di area tambang emas milik PT Antam UPBE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor tidaklah benar.

Ia mengatakan, pihaknya telah menerima paparan langsung dari pimpinan PT Antam Pongkor. Berdasarkan penjelasan tersebut, tidak ditemukan adanya peristiwa ledakan di kawasan pertambangan.

"Tadi sudah dijelaskan secara teknis oleh pimpinan PT Antam. Penjelasannya sangat rinci dan beliau menegaskan bahwa berita yang beredar terkait ledakan itu tidak benar. Tidak ada ledakan di area pertambangan Pongkor," ujar Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, Rabu (14/1/2026).

Wikha mengungkapkan peristiwa yang terjadi adalah munculnya kepulan asap di lubang tambang blok cepu pada Selasa dini hari. "Kemudian langsung dilakukan penanganan dengan cepat," jelasnya.

Pihak PT Antam langsung mengevakuasi seluruh pekerja yang berada di area tambang emas tersebut. Hasil pengecekan menyeluruh, kata dia, tidak ada pekerja PT Antam yang menjadi korban maupun terjebak di dalam lubang.

"Tidak ada sama sekali dari pekerja Antam yang dikabarkan menjadi korban. Jadi berita yang beredar yang menyebutkan ada 700 korban terjebak itu dipastikan oleh pihak PT Antam tidak ada," jelasnya.

Polisi saat ini masih menyelidiki penyebab munculnya kepulan asap tersebut dan menelusuri sumbernya. "Titik munculnya asap itu dari mana, masih ditelusuri oleh tim dari Antam sendiri," ujarnya.

Menurutnya, peristiwa munculnya asap yang diduga beracun ini terjadi pada Selasa dini hari (13/1/2025) sekitar pukul 00.30 WIB.

Namun, sampai saat ini tim dari Antam belum bisa masuk ke titik lokasi munculnya asap karena kadar karbon monoksida (CO) di dalam area tambang masih tinggi.

"Dari Antam sendiri belum bisa masuk ke dalam titik lokasinya. Tadi sudah disampaikan bahwa kadar karbon monoksidanya masih belum memungkinkan tim untuk masuk ke dalam lokasi," jelasnya.

 

 

Tak Ada Korban Jiwa

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat insiden tersebut.

"Alhamdulillah, informasi yang kami terima dari pimpinan Aneka Tambang, tidak ada satu pun karyawan Antam yang menjadi korban," kata dia.

Terkait rencana peninjauan langsung ke lokasi kejadian, kata dia, sampai saat ini kondisi gas karbon monoksida di dalam area tambang masih cukup tinggi, sehingga tidak memungkinkan untuk masuk.

“Tadi disampaikan bahwa pada saat kejadian malam hari, tingkat kepekaan gas CO mencapai 1.200.l sangat tinggi. Saat tadi sebelum Maghrib, sudah turun menjadi sekitar 100. (Sementara) tingkat amannya adalah 25," jelasnya.

Ia menambahkan, setelah kadar gas beracun itu menurun dan dinyatakan aman, pihak PT Antam bersama unsur terkait akan melakukan pengecekan dan verifikasi lanjutan di lokasi.

"Kami berharap semuanya yang terbaik dan aktivitas kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan baik," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6