Banjir di Jalan Raya Bogor Arah PGC, Picu Macet Panjang hingga Pertigaan HEK Jaktim

Durasi hujan yang cukup lama membuat air Kali Baru sulit surut dengan cepat. Ketinggian air saat ini masih sejajar dengan bibir kali.

Diterbitkan 12 Januari 2026, 20:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Banjir di Jalan Raya Bogor arah PGC sebabkan kemacetan parah hingga pertigaan HEK.
  • Penyebabnya luapan Kali Baru akibat cuaca ekstrem dan intensitas hujan tinggi.
  • Penanganan terhambat karena hanya satu pompa berfungsi dan menunggu Kali Baru surut.

Liputan6.com, Jakarta - Banjir yang menggenangi Jalan Raya Bogor arah Pusat Grosir Cililitan (PGC), Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, menyebabkan kemacetan panjang hingga pertigaan HEK, Senin (12/1/2026).

Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Kramat Jati Amirudin Siburian mengatakan, genangan terjadi akibat luapan Kali Baru menyusul cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.

“Karena cuaca ekstrem belakangan ini, sehingga volume air dari Kali Baru banyak yang tumpah dan meluap ke Jalan Raya Bogor,” kata Amirudin di Kramat Jati, Senin.

Luapan air tersebut membuat antrean kendaraan mengular dari arah pertigaan HEK menuju lampu lalu lintas Pasar Grosir Cililitan. Kondisi kemacetan semakin parah akibat adanya galian di bahu jalan yang mempersempit ruang kendaraan.

“Ini kendalanya sebenarnya Kali Baru-nya penuh. Airnya meluap sampai ke jalan raya. Bahkan di perumahan warga Kelurahan Cililitan, tepatnya RT 1 RW 15, sudah masuk air karena ketinggian Kali Baru sudah tidak bisa menampung lagi,” ujar Amirudin.

Menurut dia, durasi hujan yang cukup lama membuat air Kali Baru sulit surut dengan cepat. Ketinggian air saat ini masih sejajar dengan bibir kali.

“Dari pagi, sekitar jam 08.00 atau 09.00 WIB. Tapi sekarang sudah mulai mendingan dan perlahan surut. Mudah-mudahan Kali Baru cepat turun. Kalau airnya sudah di bawah, baru kami pompa,” ujarnya.

 

Hanya Satu Pompa Dapat Dioperasikan

Untuk mempercepat penanganan genangan, pihak kelurahan berkoordinasi dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) serta tim Sumber Daya Air (SDA) guna mengoperasikan pompa penyedot air.

“Kami lagi koordinasi dengan Damkar untuk bantuan pompa. Tapi percuma dipompa kalau air di kali masih penuh. Jadi menunggu surut sedikit, baru dipompa ke Kali Baru,” kata dia.

Hingga saat ini, pihak kelurahan belum melakukan pendataan rinci terkait jumlah warga terdampak. Namun, genangan dilaporkan masuk ke permukiman di RT 1 RW 15 Kelurahan Cililitan.

“Kalau warga, saya belum tahu persis. Informasi sementara yang terdampak itu RT 1 RW 15 Kelurahan Cililitan,” ucap Amirudin.

Ia menambahkan, sementara ini hanya satu unit pompa yang dapat dioperasikan karena keterbatasan peralatan yang berfungsi.

“Kami turunkan satu unit pompa dulu karena memang hanya itu yang bisa digunakan saat ini,” kata Amirudin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6