Liputan6.com, Jakarta - Densus 88 Antiteror Polri membeberkan isi konten yang dibahas dalam grup True Crime Community (TCC) yang mengandung konten kekerasan.
Disebutkan, di dalam grup, anak-anak ini saling berbagi pengetahuan membuat bom pipa, merakit peluru, hingga mengubah pipa besi menjadi senjata mematikan. Selain itu, ditemukan bubuk kimia berbahaya, perangkat elektronik, serta klaim kepemilikan bahan peledak.
Tak hanya itu, beberapa anak telah membeli replika senjata api, membawa pisau ke sekolah, dan menargetkan aksi penusukan terhadap teman yang dianggap pelaku perundungan.
Advertisement
"Dan juga keterkaitan inspirasi beberapa game yang dilakukan, yaitu game-game yang ber-genre kekerasan. Yang di mana kita ketahui, beberapa informasi terakhir yang kita dapat juga terjadi kekerasan serupa yang menimpa keluarga dan sebagainya. Tapi yang ini sasarannya adalah sekolah," kata Juru Bicara Densus 88, Kombes Pol Myandra Eka Wardhana, di Jakarta, Rabu (7/1/2025).
Selain itu, kata dia, Densus 88 Antiteror Polri menemukan video simulasi serangan yang dibuat salah satu anak di Jawa Tengah. Video tersebut direkam sebagai latihan sebelum beraksi dan akan dijadikan konten pemicu bagi anggota lain.
Yang mengkhawatirkan, meski telah diintervensi, anak tersebut masih menunjukkan keinginan kuat untuk melakukan kekerasan dan terhubung dengan jaringan ekstrem internasional berbasis daring.
"Pasca intervensi yang bersangkutan masih tetap ya ingin melakukan kekerasan tersebut. Pernah membawa pisau ke sekolah dan memiliki koneksi internasional, terdeteksi dengan REDA yaitu pendiri kelompok BNTG di Prancis, yaitu Barber Nationalist Third Positionist Group. Ini adalah gerakan nasionalisme etnis Barber berbasis daring dengan ideologi Third Positionist, berorientasi pada penyatuan identitas dan pembebasan politik etnis," ungkap Myandra.
Â
Meniru Pelaku Kekerasan dari Luar Negeri
Pola copycat atau peniruan menjadi benang merah. Anak-anak ini meniru gaya berpakaian, pose, simbol, hingga narasi pelaku kekerasan dari luar negeri.
Meski tidak sepenuhnya menganut ideologi ekstrem, perilaku meniru tersebut dinilai sama berbahayanya.
"Nah ini bahkan teridentifikasi ABH ya di SMAN 72, berpose setelah kejadian itu seperti salah seorang pelaku yang di Rusia. Jadi memetiknya begitu mirip," ucap Myandra.
"Kemudian juga di Singkawang, Kalimantan Barat, sesuai timeline tadi kami sebutkan, juga ditemukan benda-benda yang identik dengan kekerasan. Dan di sini kita bisa menyimpulkan bahwa walaupun tidak bertemu antarmuka, anak-anak ini memiliki kemiripan dalam berperilaku," dia menambahkan.
Advertisement
70 Anak Gabung Grup True Crime Community
Sebanyak 70 anak yang tergabung dalam grup True Crime Community (TCC) yang mengandung konten kekerasan. Juru Bicara Densus 88 Komisaris Besar Polisi Mayndra Eka Wardhana mengatakan puluhan anak tersebut tersebar di 19 provinsi.
"Di mana provinsi yang terbanyak, yaitu DKI Jakarta ada 15 orang, kemudian Jawa Barat 12 orang, dan Jawa Timur 11 orang. Setelah itu menyebar di beberapa daerah," kata Mayndra dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Untuk sebaran usia, anak-anak tersebut berusia rentang dari 11 tahun sampai 18 tahun. "Didominasi oleh umur 15 tahun. Jadi, transisi antara SMP ke SMA," ucapnya.
Dari 70 anak tersebut, kata dia, sebanyak 67 anak telah dilakukan intervensi melalui asesmen, pemetaan, konseling, dan upaya lainnya oleh Densus 88 yang dengan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan.
Dari hasil asesmen dan pemetaan diidentifikasi bahwa terdapat latar belakang yang memicu anak-anak bergabung dengan komunitas ini. Pertama adalah terjadinya perundungan. Ia mengatakan bahwa rata-rata anak tersebut menjadi korban perundungan di sekolah ataupun di lingkungan masyarakat.
Berikutnya adalah kondisi broken home. Anak-anak tersebut memiliki orang tua yang cerai, meninggal dunia, kurang perhatian, keluarga tidak harmonis, trauma di dalam keluarga, dan kerap menyaksikan kekerasan di rumah.
"Di sini (grup True Crime Community), mereka merasa memiliki rumah kedua karena di dalam komunitas ini, aspirasi mereka bisa didengarkan oleh rekan-rekannya, bisa terjadi interaksi, dialog, dan saling memberikan masukan untuk menyelesaikan solusinya masing-masing, tentunya dengan kekerasan-kekerasan tersebut," kata Mayndra.
Selanjutnya adalah pemberian akses gadget yang berlebihan kepada anak. Ia mengatakan, dari data yang ditemukan oleh penyelidik di lapangan, rata-rata anak terlalu sering menggunakan gadget. Pemicu terakhir adalah terpapar konten kekerasan dan video-video pornografi serta perilaku menyimpang lainnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5178089/original/060696700_1743292394-mudik_gratis_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303115/original/003143700_1784619310-mahfud_md_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478866/original/025973300_1768955677-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-21T071644.645.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465955/original/025587600_1767782294-tcc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302243/original/013845100_1784537891-063_2286809086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303196/original/048589700_1784621624-spain_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302438/original/014858100_1784549563-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303199/original/035402400_1784622040-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1345712/original/030389700_1473863666-000_G50CY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301650/original/002120800_1784510182-AP26200768196604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301614/original/015685300_1784504538-063_2286808437.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)