Saat Bencana Melanda, Universitas Terbuka Perkuat Peran Sosial dan Dukungan Pendidikan

Melalui inisiatif UT Peduli, UT hadir menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus memastikan dukungan berkelanjutan, baik dari sisi sosial maupun pendidikan.

Diterbitkan 30 Desember 2025, 18:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Universitas Terbuka (UT) menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat dan mahasiswa yang terdampak bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Melalui inisiatif UT Peduli, UT hadir menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus memastikan dukungan berkelanjutan, baik dari sisi sosial maupun pendidikan.

Bencana di berbagai wilayah tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap keberlangsungan studi mahasiswa UT. Menyikapi situasi ini, UT memandang bahwa respons terhadap bencana tidak cukup berhenti pada penanganan darurat semata. Diperlukan kebijakan yang berpihak dan berkelanjutan, terutama untuk menjaga hak mahasiswa atas pendidikan di tengah kondisi krisis.

Sebagai wujud komitmen tersebut, UT menetapkan kebijakan strategis berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak bencana. Kebijakan yang ditetapkan oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., ini diberlakukan pada Semester 2025/2026 Ganjil sebagai bentuk keprihatinan mendalam, tanggung jawab institusi, serta komitmen UT dalam memastikan keberlanjutan studi mahasiswa.

Melalui kebijakan ini, UT memberikan beasiswa berupa pembebasan UKT selama satu hingga dua semester, menyesuaikan dengan tingkat keparahan dampak bencana yang dialami. Tercatat sebanyak 2.020 mahasiswa menerima manfaat dari kebijakan tersebut. Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban finansial mahasiswa dan keluarga pascabencana, sekaligus meminimalkan risiko putus studi akibat tekanan ekonomi.

Kebijakan pembebasan UKT ini juga menjadi bagian dari komitmen UT dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 tentang Pengurangan Ketimpangan. Melalui kebijakan ini, UT memastikan akses pendidikan tetap terjaga secara inklusif dan berkeadilan, bahkan dalam situasi paling menantang.

Berbagai Langkah Pemulihan Bencana

Tidak hanya melalui kebijakan akademik, UT juga melanjutkan peran sosialnya melalui berbagai langkah pemulihan pascabencana. Melalui program UT Peduli, bantuan donasi disalurkan kepada mahasiswa di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kota Medan. Bantuan tersebut tidak hanya bersifat logistik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan sosial yang berkelanjutan.

Selain itu, UT mengembangkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang difokuskan pada pemulihan kondisi sosial masyarakat terdampak bencana. Program ini dirancang sebagai bentuk kehadiran langsung UT di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun ketahanan sosial pascabencana.

Untuk memastikan efektivitas dan ketepatan sasaran bantuan, UT Daerah secara aktif menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan di lapangan, sekaligus mendukung upaya penanganan bencana yang dilakukan pemerintah daerah. Langkah ini sejalan dengan semangat SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Rektor UT menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan langkah kemanusiaan ini merupakan wujud nyata pelayanan prima serta kepedulian sosial institusi terhadap mahasiswa. UT berkomitmen untuk tidak meninggalkan mahasiswa dalam situasi sulit dan memastikan bahwa bencana alam tidak menjadi penghalang bagi keberlanjutan pendidikan.

Melalui rangkaian kebijakan dan aksi kemanusiaan tersebut, UT kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Di tengah kondisi darurat, UT hadir tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai mitra yang mendampingi mahasiswa dan masyarakat untuk tetap melangkah, pulih, dan bertahan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6