Pemprov DKI Tak Sediakan Tempat Parkir di Bundaran HI saat Malam Tahun Baru 2026

Selain Bundaran HI, sejumlah lokasi lain juga disiapkan sebagai titik perayaan, antara lain Lapangan Banteng, kawasan mal FX Sudirman, dan Kota Tua. Sementara titik-titik lain di wilayah Jakarta akan dipimpin oleh para wali kota.

Diterbitkan 30 Desember 2025, 12:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemprov DKI tidak sediakan kantong parkir di Bundaran HI saat Tahun Baru.
  • Perayaan Tahun Baru Jakarta tanpa kembang api, diganti pertunjukan drone.
  • Masyarakat diimbau gunakan transportasi umum dan merayakan sederhana.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan tidak menyediakan kantong parkir di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) saat perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026. Kebijakan ini diambil untuk mencegah penumpukan kendaraan dan kemacetan di lokasi pusat kegiatan.

"Untuk parkir, tidak disediakan di sekitar Bundaran HI supaya tidak ada penumpukan," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Barat, Selasa.

Bundaran HI akan menjadi salah satu dari delapan titik penyelenggaraan perayaan malam pergantian tahun di Jakarta. Di lokasi tersebut juga akan berdiri panggung utama yang akan dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno, Sekretaris Daerah Jakarta Uus Kuswanto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Selain Bundaran HI, sejumlah lokasi lain juga disiapkan sebagai titik perayaan, antara lain Lapangan Banteng, kawasan mal FX Sudirman, dan Kota Tua. Sementara titik-titik lain di wilayah Jakarta akan dipimpin oleh para wali kota.

"Titik utama yang nanti akan dihadiri Forkopimda, Gubernur, Wakil Gubernur, DPRD, TNI, Polri dan sebagainya adalah di Bundaran HI," kata Pramono.

Ia juga mengimbau masyarakat yang akan merayakan malam pergantian tahun di lokasi resmi Pemprov DKI Jakarta untuk menggunakan transportasi umum.

"Karena transportasi publik kita sekarang sudah sangat baik, kami menyarankan untuk menggunakan transportasi publik. Transportasi publik di Jakarta beroperasi hingga pukul 02.00 WIB," ujarnya.

Tak Ada Pesta Kembang Api

Pramono sebelumnya memastikan perayaan Tahun Baru di Jakarta tidak akan dilakukan secara berlebihan penuh kemeriahan. Hal tersebut menyusul bencana yang terjadi di tiga provinsi Indonesia, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Pramono menyebut, Jakarta sebagai ibu kota negara akan menjadi sorotan nasional maupun internasional dalam perayaan Malam Tahun Baru, sehingga konsep acara harus mencerminkan kesederhanaan dan empati.

"Yang pertama yang paling utama adalah enggak ada kemeriahan yang berlebihan yang bersifat mewah-mewah, enggak, saya enggak mau,” kata Pramono di Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Salah satu keputusan yang diambil oleh Pramono adalah dengan meniadakan pertunjukkan kembang api. Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggantinya dengan pertunjukan drone.

“Saya segera memutuskan kembang api menurut saya juga enggak perlu ada. Jadi pakai drone aja cukup,” ucap Pramono. 

 

 

Larangan Tak Berlaku untuk Masyarakat

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan menyiapkan tempat khusus yang akan diperuntukkan untuk merenung, berdoa, dan kontemplasi bagi masyarakat yang ingin memperingati pergantian tahun dengan cara yang lebih reflektif.

“Pasti nanti akan ada tempat secara khusus untuk kita merenung berdoa, kontemplasi, terutama berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara,” ungkapnya.

Meski demikian, Pramono menegaskan dengan keputusan ini bukan berarti bahwa Pemprov DKI Jakarta melarang masyarakat mengekspresikan rasa syukur dengan cara lain yang lebih sederhana.

“Tetapi saya juga tidak ingin semua orang kemudian harus apa, enggak boleh bersyukur dengan cara yang lain,” katanya.

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6