Pemerintah Rampungkan 10 Jembatan Bailey di Lokasi Banjir Sumatra

Pemerintah telah merampungkan pembangunan 10 jembatan darurat (Bailey) di tiga provinsi Sumatra yang terdampak bencana banjir dan longsor.

Diterbitkan 27 Desember 2025, 18:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah telah merampungkan 10 jembatan darurat Bailey di tiga provinsi Sumatra.
  • Jembatan ini menghubungkan kembali wilayah terisolasi akibat banjir dan longsor.
  • Pembangunan 12 jembatan Bailey lainnya di Aceh masih terus dikebut pemerintah.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah telah merampungkan pembangunan 10 jembatan darurat (Bailey) di tiga provinsi Sumatra yang terdampak bencana banjir dan longsor. Seluruh jembatan tersebut sudah bisa dilalui masyarakat dan menghubungkan kembali wilayah yang sebelumnya sempat terisolasi akibat banjir Sumatra.

Hingga Jumat, 26 Desember 2025, 10 jembatan itu terdiri dari empat jembatan di Aceh, dua jembatan di Sumatra Utara, dan empat jembatan di Sumatra Barat. Berikut rinciannya:

Aceh

- Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireun dengan panjang 39 meter

- Jembatan Teupin Redeup di Kabupaten Bireun dengan panjang 30 m

- Jembatan Jeumpa di Kabupaten Bireun dengan panjang 18 m

- Jembatan Matang Bangka di Kabupaten Bireun dengan panjang 15 m

Sumatra Utara

- Jembatan Anggoli di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan panjang 33 m

- Jembatan Aran Dalu, Paya Bakung di Kabupaten Deli Serdang dengan panjang 26 m

Sumatra Barat

- Jembatan Sikabau di Kabupaten Pasaman Barat dengan panjang 18 m

- Jembatan Padang Mantuang di Kabupaten Padang Pariaman dengan panjang 30 m

- Jembatan Bawah Kubang di Kabupaten Solok dengan panjang 21 m

- Jembatan Supayang di Kabupaten Solok dengan panjang 36 m

Jembatan Bailey ini menyambungkan kembali wilayah-wilayah terdampak bencana yang sempat terisolasi akibat rusaknya infrastruktur konektivitas.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU), bencana tersebut sempat melumpuhkan 80 ruas jalan nasional dan 33 jembatan di tiga provinsi terdampak. Kementerian Pekerjaan Umum (PU), TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan sejumlah unsur lainnya bahu-membahu mengebut pemulihan seluruh infrastruktur tersebut.

 

12 Jembatan Bailey Lainnya

Sementara itu, masih ada pembangunan 12 jembatan bailey lainnya di Aceh yang terus dikebut pemerintah untuk membuka akses darat di wilayah terdampak bencana.

Kedua belas titik tersebut adalah Jembatan Beutong Ateuh (Nagan Raya), Panton Nisam (Aceh Utara), Jeurata (Aceh Tengah), dan Wehni Rongka (Bener Meriah).

Lalu, Jembatan Timang Gajah (Bener Meriah), Box Culvert Lampahan (Bener Meriah), Jamur Ujung (Bener Meriah), Titi Merah (Aceh Tengah), Lenang (Aceh Tengah), Jambo Masjid (Lhokseumawe), Bener Kelipah (Bener Meriah), dan Bener Pepayi (Bener Meriah).

Berdasarkan data Kementerian PUPR, pemulihan sektor darat difokuskan pada perbaikan ruas jalan dan jembatan yang sempat terputus. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan percepatan pembukaan akses darat sangat krusial untuk memastikan kelancaran distribusi barang, alat berat, dan bantuan logistik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6