Ary Ginanjar Diganjar Penghargaan Satya Budaya Narendra dari Kemenbud

Ary menekankan bahwa pembangunan karakter merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban.

Diterbitkan 18 Desember 2025, 16:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Founder ESQ, Ary Ginanjar Agustian menerima penghargaan Satya Budaya Narendra sebagai Tokoh Pembangunan Karakter Bangsa dalam Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu, 17 Desember 2025.

Penghargaan diberikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, sebagai apresiasi atas dedikasi 25 tahun Ary dalam penguatan fondasi moral dan karakter bangsa melalui gerakan ESQ.

Dalam sambutannya, Ary Ginanjar menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan pengakuan terhadap gerakan moral yang telah ia bangun sejak 2000.

"Alhamdulillah, dengan segala kerendahan hati, setelah 25 tahun berikhtiar melalui ESQ dalam membangunkan moral dan karakter bangsa, kami menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 kategori Satya Budaya Narendra," ujar Ary Ginanjar.

Ia menekankan bahwa pembangunan karakter merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban.

"Pembangunan bangsa tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi tentang manusia. Tentang hati yang berakhlak, pikiran yang bernilai, dan tindakan yang bermakna," katanya.

Selama dua dekade lebih, ESQ hadir sebagai gerakan moral berbasis 7 Budi Utama, bertujuan memperkuat nilai spiritual, emosional, dan intelektual masyarakat di tengah derasnya perubahan zaman.

"Terima kasih kepada Menteri Kebudayaan, Bapak Fadli Zon atas apresiasi ini. Terima kasih kepada seluruh keluarga besar ESQ, para pendidik, pemimpin, dan generasi muda yang terus menjaga api karakter bangsa tetap menyala," pungkas Ary.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa AKI 2025 menjadi bentuk kehadiran negara dalam mendukung para penggerak budaya dan pembangunan karakter.

"AKI 2025 dirancang agar kita dapat melihat kebudayaan secara menyeluruh sebagai ekosistem yang hidup. Setiap penghargaan yang diberikan menjadi pengakuan negara atas kerja-kerja yang menjaga ingatan, memperkaya imajinasi, dan merawat keberlanjutan identitas Indonesia," ujarnya.

 

Tema Renjana Penggerak Budaya

AKI Tahap III tahun ini mengusung tema "Renjana Penggerak Budaya", menegaskan bahwa kebudayaan terus hidup berkat dedikasi para pelaku dan penggerak budaya di berbagai daerah.

Acara turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa; Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono; Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu; Deputi Bappenas Pungkas Bahjuri Ali; Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Yusharto Huntoyungo; Anggota DPD RI periode 2024–2029 Alfiansyah Komeng; jajaran penilai AKI 2025; serta para maestro, seniman, budayawan, dan penggerak budaya.

Dari Kementerian Kebudayaan turut hadir Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo; Sekjen Bambang Wibawarta; Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan; serta pejabat lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6