Hari Ibu Nasional, Ibas Tekankan Peran Ibu Sebagai Pilar Utama Keluarga dan Bangsa

Hari Ibu Nasional akan diperingati pada 22 Desember mendatang,

Diterbitkan 18 Desember 2025, 12:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Hari Ibu di Indonesia diperingati setiap 22 Desember, berbeda dengan negara lain yang umumnya fokus pada kasih sayang ibu.
  • Tanggal ini dipilih untuk mengenang Kongres Perempuan Indonesia I tahun 1928, tonggak kebangkitan gerakan perempuan.
  • Hari Ibu ditetapkan sebagai hari nasional melalui Keppres 316/1959 dan bukan hari libur, menekankan makna perjuangan.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menggelar Silaturahmi Kebangsaan dan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bertema “Ibu Pilar Utama Keluarga, Penopang Bangsa” bersama warga Desa Sukowidi di Kabupaten Magetan.

Dalam pertemuan yang juga merupakan peringatan Hari Ibu Nasional pada 22 Desember mendatang, Ibas mengajak masyarakat memanfaatkan program cek kesehatan dan makan bergizi gratis sebagai upaya menjaga kualitas hidup keluarga, khususnya ibu dan anak, sekaligus mendorong perlindungan bagi petani melalui stabilitas harga dan dukungan irigasi.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini menegaskan bahwa pembangunan yang adil harus dirasakan hingga tingkat desa, termasuk pemerataan infrastruktur dasar. Menurutnya, kehadiran negara yang adil hingga tingkat desa melalui penguatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan merupakan hal yang terpenting. Ia menyampaikan komitmen Partai Demokrat untuk mengawal aspirasi warga agar pembangunan jalan dan konektivitas desa di Magetan terus ditingkatkan, sehingga tidak tertinggal dibandingkan daerah lain di sekitarnya.

“Keadilan pembangunan harus kita perjuangkan bersama. Jalan desa yang semakin rapi, terbangun, dan saling terkoneksi adalah bagian dari keadilan sosial,” kata Ibas dalam keterangannya, Kamis (18/12).

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar dengan 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan lebih dari 280 juta penduduk, yang tetap dipersatukan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam konteks itu, Pancasila menjadi pegangan utama kehidupan berbangsa, terutama sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Negara harus hadir—di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten—untuk menghadirkan masyarakat yang lebih sejahtera, maju, dan bahagia,” ujarnya.

Pada bidang pendidikan, Anggota Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini menegaskan bahwa tidak boleh ada anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Ia mendorong masyarakat untuk aktif menyampaikan kendala pendidikan, termasuk akses beasiswa, agar dapat dikawal bersama.

“Pendidikan adalah jalan keadilan. Anak cucu kita harus sekolah, harus punya masa depan yang lebih baik,” ucap Ibas.

 

Kunci Kebahagiaan

Ibas juga menyoroti pentingnya kesehatan sebagai kunci kebahagiaan dan produktivitas masyarakat. Ia mengajak warga memanfaatkan program cek kesehatan gratis yang disediakan negara, mulai dari lansia, ibu hamil, hingga anak-anak. Menurutnya, deteksi dini kesehatan penting untuk mencegah penyakit dan menjaga kualitas hidup keluarga.

“Kita bahagia kalau kita sehat. Negara hadir untuk memastikan kesehatan ibu, anak, dan seluruh keluarga,” jelas Edhie Baskoro.

Dalam kesempatan tersebut, Ibas menegaskan komitmennya di Partai Demokrat untuk mengawal Program Makan Bergizi Gratis agar benar-benar dirasakan oleh anak-anak di Kabupaten Magetan. Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar pembagian makanan, melainkan upaya memastikan pemenuhan gizi seimbang sekaligus membantu meringankan beban pengeluaran keluarga.

“Ini adalah hak masyarakat. Tidak boleh ada anak di Magetan yang tertinggal dari program makan bergizi gratis,” tegasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6