Jazuli Juwaini: Fraksi PKS Komitmen pada Penguatan Ideologi Pancasila dengan Pengesahan RUU BPIP

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (Fraksi PKS) menegaskan dukungan sekaligus komitmen kuat terhadap penguatan ideologi Pancasila.

Diterbitkan 11 Desember 2025, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Fraksi PKS mendukung RUU BPIP untuk penguatan ideologi Pancasila.
  • Pancasila krusial sebagai benteng kebangsaan di tengah turbulensi global.
  • PKS berhasil memasukkan TAP MPRS XXV/1966 ke dalam RUU BPIP.

Liputan6.com, Jakarta - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (Fraksi PKS) menegaskan dukungan sekaligus komitmen kuat terhadap penguatan ideologi Pancasila melalui pengesahan Rancangan Undang-Undang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai inisiatif DPR.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Badan Legislasi Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini dalam pernyataannya menyikapi pengesahan RUU tersebut sebagai Usul Inisiatif DPR pada Sidang Paripurna, Senin 8 Desember 2025.

Jazuli menekankan penguatan Pancasila bukan sekadar kebutuhan administratif, tetapi merupakan urgensi kebangsaan yang harus dijawab negara di tengah situasi dunia yang semakin tidak menentu.

"Kita hidup pada era turbulensi global. Secara internal, derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang masif menyebabkan nilai-nilai kebangsaan kita tergerus. Identitas bangsa terancam oleh penetrasi budaya instan dominan yang tidak selaras dengan kepribadian Indonesia," ujar Jazuli, melalui keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025).

Sementara itu, lanjut dia, secara eksternal dunia terus diwarnai ketidakadilan, kekacauan, dan tragedi kemanusiaan. Menurut Anggota DPR Dapil Banten, kondisi ini menuntut paradigma baru dalam menata hubungan antarbangsa.

Jazuli mengingatkan, Bung Karno pada 1960 telah mengajukan Pancasila sebagai pendekatan baru bagi tatanan dunia yang lebih adil ketika berpidato di Sidang Majelis Umum PBB.

"Apa yang disampaikan Bung Karno lebih dari enam dekade lalu justru semakin relevan hari ini. Pancasila bukan hanya fondasi bangsa Indonesia, tetapi tawaran etika global untuk perdamaian dan keadilan," terang dia.

 

Pancasila Harus jadi Ideologi yang Hidup

Menurut Jazuli, Fraksi PKS berharap agar melalui penguatan peran BPIP, Pancasila benar-benar menjadi ideologi yang hidup, dipraktikkan dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Pancasila harus menjadi kompas sekaligus benteng kebangsaan dari berbagai anasir ideologi destruktif yang dapat merusak persatuan dan masa depan bangsa. Ia juga harus menjadi dasar kebijakan negara dan inspirasi bagi lahirnya kemajuan kolektif bangsa," terang dia.

"PKS menegaskan bahwa revitalisasi Pancasila bukan hanya soal menjaga warisan sejarah, tetapi memastikan lima sila tersebut diwujudkan secara utuh dan menyeluruh dalam pembangunan nasional," sambung Jazuli.

Dia menjelaskan, dalam proses pembahasan RUU BPIP di Badan Legislasi, Fraksi PKS juga memperjuangkan kepastian hukum bahwa TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan Larangan Penyebaran Komunisme/Marxisme-Leninisme tetap menjadi referensi penting dalam RUU ini, dalam Ketentuan Mengingat.

"Ini penting untuk menjaga konsistensi sejarah, ketertiban hukum, serta mengokohkan arah ideologi bangsa. Alhamdulillah, usulan Fraksi PKS diterima dan diakomodasi sebagai bagian integral dari RUU BPIP," papar Jazuli.

Dengan pengesahan RUU BPIP ini, lanjut dia, Fraksi PKS menegaskan kembali komitmennya untuk mengawal implementasi Pancasila agar tidak berhenti pada slogan, tetapi benar-benar mewujud dalam perilaku, kebijakan, dan arah pembangunan nasional.

"Semoga RUU ini menjadi momentum memperkokoh kebangsaan, memperkuat karakter bangsa, dan menuntun Indonesia menuju masa depan yang lebih bermartabat," tutup Jazuli.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6