Gus Yahya: Percepatan Muktamar PBNU Tidak Masalah Asal Syarat Dipenuhi

Gus Yahya menanggapi santai wacana percepatan Muktamar PBNU yang muncul dari Rapat Pleno Syuriah, menyatakan bahwa percepatan maupun penundaan bukanlah persoalan selama semua prosedur dipenuhi.

Diterbitkan 11 Desember 2025, 18:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gus Yahya tidak masalah percepatan Muktamar PBNU, asalkan dipimpin Rais Aam dan Ketum.
  • Zulfa Mustofa ditetapkan sebagai Pj Ketum PBNU hingga Muktamar 2026.
  • Muktamar dikembalikan ke siklus semula, bukan dipercepat, dengan agenda besar sebelumnya.

Liputan6.com, Jakarta - Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengaku tidak ingin terlalu mempersoalkan dorongan untuk mempercepat penyelenggaraan Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang sebelumnya disuarakan dalam Rapat Pleno Syuriah di Jakarta beberapa waktu lalu.

Meski demikian, ia mengungkapkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar percepatan Muktamar PBNU dapat dilakukan.

"Kemudian mengenai percepatan muktamar, tidak ada masalah. Muktamar mau cepat, mau lambat, tidak ada masalah, tapi syarat harus dipenuhi. yaitu bahwa muktamar dipimpin oleh Rais Aam dan Ketua Umum," kata Gus Yahya seperti dilansir dari Antara, Kamis (11/12/2025).

Sebelumnya, rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan Wakil Ketua Umum (Waketum) Zulfa Mustofa sebagai pejabat (Pj) Ketum PBNU, Selasa (9/12/2025).

"Penetapan pejabat Ketua Umum PBNU masa bakti sisa, sisa sekarang ini, yaitu yang mulia beliau Bapak KH Zulfa Mustofa," kata Rais Syuriah PBNU M Nuh yang juga selaku pimpinan rapat pleno.

Oleh karena itu, Zulfa disebutnya akan memimpin PBNU dan melaksanakan tugas-tugasnya sampai dengan Muktamar yang akan dilaksanakan di tahun 2026 mendatang.

"Mudah-mudahan tidak sampai akhir tahun, karena Rais Aam yang mulia juga pernah menggariskan bahwa Muktamar yang ada di Lampung tahun lalu itu sebenarnya sudah mundur satu tahun karena Covid," sebutnya.

"Oleh karena itu, Muktamar sekarang bukan dipercepat, tetapi dikembalikan pada siklus semula. Mudah-mudahan sebelum atau setelah Hari Raya Haji sudah bisa kita lakukan," sambungnya.

Kendati demikian, ada beberapa kegiatan besar yang akan diperingati yakni pada 31 Januari 2026 mendatang.

"Namun demikian, ada beberapa tugas kegiatan besar, yaitu memperingati satu abad Masehi yang akan jatuh pada 31 Januari 2026, itu satu abad Masehi. Dan juga ada Konbes Besar dan Munas serta puncaknya nanti yaitu di Muktamar," ucapnya.

 

Zulfa Mustofa Mengaku Berat Jabat Pj Ketum

Sementara itu, Zulfa Mustofa yang terpilih menjadi Pj Ketua Umum mengaku berat dalam mengemban amanah yang dipegangnya saat ini.

"Saya ingin menyampaikan pada kesempatan ini bahwa ini adalah satu kehormatan pada satu sisi, tapi ini juga pada sisi lain adalah amanah yang sangat berat bagi saya dan juga untuk kita semua," ujar Zulfa.

"Saya ingin sampaikan bahwa saya bertekad untuk menjalankan amanah yang berat ini, dari Al-Mukarrom Rais Aam dan forum rapat pleno ini dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6