BNPT Gaungkan Mitigasi Radikalisasi Digital di UIN Sunan Ampel Surabaya

Kepala BNPT, Eddy Hartono, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa perkembangan terorisme saat ini semakin memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama penyebaran paham radikal.

Diterbitkan 11 Desember 2025, 08:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BNPT perkuat ideologi kampus lewat program Penguatan Kampus Kebangsaan.
  • Terorisme manfaatkan media sosial untuk propaganda, rekrutmen, dan pendanaan.
  • Program ini implementasi UU No. 5 Tahun 2018 untuk kesiapsiagaan nasional.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat ketahanan ideologi di lingkungan pendidikan melalui program Penguatan Kampus Kebangsaan. Kali ini, kegiatan tersebut digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya dengan fokus utama pada upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.

Kepala BNPT, Eddy Hartono, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa perkembangan terorisme saat ini semakin memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama penyebaran paham radikal. Oleh karena itu, edukasi kepada civitas akademika menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan.

"Hari ini kita lakukan edukasi bagaimana tentang modus operandi maupun cara perkembangan terorisme kekinian. Terlebih, saat ini sosial media dijadikan tempat atau wadah yang efektif untuk melakukan 3 hal pertama propaganda, rekrutmen, dan pendanaan terorisme. Maka, terus kita lakukan mitigasi dan pencegahan di kalangan kampus," kata Kepala BNPT Eddy Hartono, S.I.K., M.H., saat membuka kegiatan tersebut pada Rabu 9 Desember 2025.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, khususnya dalam aspek pemberdayaan masyarakat untuk membangun Kesiapsiagaan Nasional.

"Kegiatan penguatan kampus kebangsaan ini merupakan amanat Undang - Undang Nomor 5 tahun 2018, bahwa kita melakukan kesiapsiagaan nasional dengan melalui pemberdayaan masyrakat," tambahnya.

Dukungan Pihak Kampus

Menanggapi upaya mitigasi ini, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si., menegaskan bahwa kampus tersebut berkomitmen penuh menjaga integritas kebangsaan.

"UIN Sunan Ampel Surabaya berkomitmen untuk menjaga kampus ini dari paham - paham radikalisme, karena UIN Sunan Ampel Surabaya ini dilahirkan dan didirikan oleh para ulama, kiyai yang tentu komitmen terhadap kebangsaan tidak bisa diragukan," tegasnya

Sementara itu, Ketua FKPT Jawa Timur, Prof. Dr. Hj. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., menyampaikan kesiapannya untuk turut memasifkan edukasi dan literasi digital di lingkungan kampus

"Kami dari FKPT Jawa Timur berkomitmen untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat bagaimana upaya pencegahan ini perlu dilakukan termasuk kami masifkan ketika perkuliahan," ujar Prof. Husniyatus.

Dirinya juga menekankan perlunya peningkatan komunikasi antar keluarga dan penerapan prinsip double check terhadap informasi yang beredar untuk mencegah penyebaran ajaran radikalisme yang mengarah pada terorisme.

Kegiatan Penguatan Kampus Kebangsaan ini menegaskan upaya berkelanjutan BNPT dalam membangun resiliensi (ketahanan) masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menghadapi ancaman terorisme yang kini menyasar ranah digital.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6