Kerugian Akibat Kebakaran Gedung Terra Drone Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

BPBD DKI Jakarta mencatat, kebakaran yang melanda Gedung Perkantoran Terra Drone di Jalan Jenderal Suprapto, Cempaka Baru, menyebabkan kerugian materil hingga Rp 2 miliar.

Diterbitkan 09 Desember 2025, 20:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kebakaran Gedung Terra Drone sebabkan kerugian materil Rp 2 miliar.
  • Insiden ini menewaskan 22 orang dan 54 lainnya berhasil diselamatkan.
  • Kemensos akan asesmen dan berikan dukungan bagi seluruh korban terdampak.

Liputan6.com, Jakarta - BPBD DKI Jakarta mencatat, kebakaran yang melanda Gedung Perkantoran Terra Drone di Jalan Jenderal Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025) pukul 12.43 WIB menyebabkan kerugian materil hingga Rp 2 miliar.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, per pukul 19.10 WIB.

"Estimasi kerugian, Rp. 2.000.000.000," kata Yohan.

Yohan menambahkan, berdasarkan informasi diterima, kronologis awal kejadian pada pukul 12:43 WIB. Tim Damkar kemudian langsung melakukan proses pendinginan pada pukul 14:10 WIB dan pemadaman selesai pada pukul 14:55 WIB. Sementara itu, proses evakuasi korban selesai pada pukul 17:30 WIB.

"Selesai ditangani oleh 29 Unit Disgulkarmat, P2B BPBD PMI, AGD Dinkes, Dishub, Satpol PP, PLN, Personil PSKB/Tagana Dinsos, Personil Polsek dan Personil Koramil," jelas Yohan.

Yohan merinci, total korban berjumlah 76 jiwa rinciannya, 54 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara, 22 Korban meninggal dunia yang terdiri dari 15 Perempuan dan 7 Laki-laki.

"Saat ini korban meninggal dibawa Ke RS POLRI Kramat Jati," dia menandasi.

Kemensos Akan Lakukan Asesmen

Adapun Kementerian Sosial RI (Kemensos) akan melakukan asesmen terhadap para korban kebakaran Gedung Perkantoran Terra Drone di Jalan Jenderal Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Diketahui, insiden nahas itu terjadi pada siang hari ini, Selasa (9/12/2025) pukul 12.43 WIB.

“Kemensos akan memastikan asesmen berjalan cepat dan tepat agar para korban dan keluarga mendapat dukungan yang diperlukan,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (9/12) malam. 

Gus Ipul menuturkan, berdasarkan asesmen terbaru di lapangan, kebakaran diduga dipicu dugaan korsleting listrik yang memicu ledakan di lantai dua, kemudian merambat cepat ke seluruh bangunan tujuh lantai tersebut. Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.

Menurut Gus Ipul, Kemensos melakukan pendataan lengkap terhadap korban selamat, korban meninggal, serta keluarga dan ahli waris sebagai dasar pemberian santunan duka, layanan dukungan psikososial, dan intervensi perlindungan sosial lainnya.

"Sebagai bagian dari respons cepat, Kemensos terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, Dinas Sosial Jakarta, BPBD, dan unsur terkait lainnya untuk memastikan penanganan darurat berlangsung cepat, akurat, dan terpadu," jelas dia.

Dia memastikan, Kemensos akan terus mengikuti perkembangan proses evakuasi dan kondisi lapangan.

"Kemensos memastikan seluruh korban dan keluarga terdampak mendapatkan dukungan yang diperlukan secara optimal," dia menutup.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6