Pakar: Kejagung Bidik Unsur Melawan Hukum di Kasus Nadiem, Bukan Sekadar Laptop

Menurut Suparji, penyidik Kejagung dipastikan telah mengantongi alat bukti kuat sebelum melimpahkan perkara ke pengadilan.

Diterbitkan 08 Desember 2025, 09:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kejagung membidik unsur pidana lebih luas dalam kasus Nadiem Makarim.
  • Penyidik Kejagung memiliki bukti kuat sebelum melimpahkan perkara ke pengadilan.
  • Pembelaan publik tidak pengaruhi proses hukum, hasil sidang yang menentukan.

Liputan6.com, Jakarta - Pakar hukum Suparji Achmad menegaskan Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak hanya fokus pada dugaan ketidaksesuaian laptop Chromebook dalam pengadaan Kemendikbudristek, tetapi membidik unsur pidana yang lebih luas dalam kasus yang menjerat mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

Menurut Suparji, penyidik Kejagung dipastikan telah mengantongi alat bukti kuat sebelum melimpahkan perkara ke pengadilan.

"Ini pasti sudah diperhitungkan semua saat proses penyelidikan dan penyidikan, hingga mereka berani melimpahkan ke pengadilan negeri," ujar Suparji, Minggu, 7 November 2025.

Ia menegaskan bahwa fokus Kejagung adalah membuktikan unsur melawan hukum, memperkaya pihak lain atau korporasi, merugikan keuangan negara, hingga penyalahgunaan wewenang.

"Jadi tidak hanya barang (laptop Chromebook) tidak sesuai dengan kriteria sebelumnya," ucapnya.

Hari ini, Kejaksaan dijadwalkan melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan Nadiem Makarim dan kawan-kawan ke Pengadilan Negeri Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Proses ini menandai dimulainya proses persidangan.

 

 

 

Pembelaan di Ruang Publik Pengaruhi Proses Hukum?

Suparji menilai langkah Kejagung melimpahkan kasus ini menunjukkan keyakinan kuat jaksa untuk membuktikan dakwaan di hadapan hakim.

"Bagaimana meyakinkan hakim kalau jaksa sendiri tidak yakin," tegasnya.

Terkait pembelaan sejumlah pihak di ruang publik, Suparji menilai hal tersebut tidak berpengaruh pada proses hukum.

"Efek yang signifikan ya hasil sidang di pengadilan. Sejauh mana jaksa bisa membuktikan dakwaannya, dan bagaimana penasihat hukum bisa membuktikan pembelaannya," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6