Seskab Teddy Dinilai Jadi Penghubung Langsung Aspirasi Rakyat ke Presiden

Ujang menilai langkah Teddy yang turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat merupakan bentuk kerja nyata yang dapat mempercepat penyelesaian persoalan.

Diterbitkan 02 Desember 2025, 12:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kinerja Seskab Teddy Indra Wijaya dinilai positif perkuat komunikasi pemerintah-masyarakat.
  • Teddy menjadi jembatan aspirasi publik ke Presiden melalui kerja lapangan langsung.
  • Pemerintah mengerahkan 28 helikopter dan modifikasi cuaca tangani bencana Sumatera.

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai kinerja Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menunjukkan peran positif dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat dan masyarakat.

Menurutnya, Teddy telah menjadi jembatan penting dalam menyalurkan aspirasi publik langsung kepada Presiden.

“Kalau saya melihatnya karena Teddy Indra Wijaya adalah salah satu orang kepercayaan presiden, saya melihatnya dia sebagai penjembatan birokrasi pemerintah pusat ke rakyat, dari presiden ke rakyat,” ujar Ujang saat dimintai tanggapan melalui pesan suara, Selasa (2/12/2025).

Ujang menilai langkah Teddy yang turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat merupakan bentuk kerja nyata yang dapat mempercepat penyelesaian persoalan.

“Positifnya, rakyat bisa menyampaikan aspirasinya ke orang terdekat presiden. Artinya keinginan rakyat itu sampai ke presiden,” tegasnya.

Meski demikian, Ujang memahami adanya pandangan publik yang menilai aktivitas tersebut bukan termasuk tugas utama seorang sekretaris kabinet. Namun ia menilai pendekatan tersebut menunjukkan fleksibilitas dan responsivitas pemerintah.

“Tapi apa pun itu, saya melihat diperlukan kerja-kerja yang out of the box bagi pemerintah dalam konteks personal maupun kelembagaan,” ujarnya.

Ujang menegaskan bahwa selama langkah itu mendapat dukungan Presiden dan berdampak positif bagi masyarakat, pendekatan tersebut layak diapresiasi.

“Karena hal itu didukung presiden karena mungkin saja apa yang dilakukan Teddy adalah permintaan presiden untuk turun langsung, melihat langsung seperti apa di lapangan,” jelasnya.

“Selama itu bermanfaat untuk rakyat, selama itu bagus dan menguntungkan rakyat, ya silakan saja,” tutupnya.

Sampaikan Perkembangan Penanganan Bencana Sumatera

Teddy sebelumnya menyampaikan kepada publik terkait pengiriman bantuan dan pengerahan 28 helikopter gabungan ke lokasi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mendukung distribusi logistik dan evakuasi korban.

“28 helikopter gabungan ini berasal dari TNI Angkatan Udara, Darat dan Laut, kepolisian, BNPB dan Basarnas yang dikerahkan pemerintah untuk melakukan distribusi bantuan dan juga evakuasi korban bencana,” kata Teddy, Minggu (30/11/2025).

Dia menambahkan bahwa pemerintah juga melakukan modifikasi cuaca dalam tiga hari terakhir yang dinilai berhasil mengurangi curah hujan di wilayah terdampak.

"Pemerintah memastikan seluruh upaya penanganan berjalan dengan baik dan cepat, mulai dari evakuasi, pengiriman bantuan logistik, hingga pemulihan akses,” tuturnya.

Sementara itu, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban bencana banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera tersebut. 

Hingga Senin, 1 Desember 2025 pukul 18.45 WIB, tercatat 604 orang meninggal dan 464 orang masih hilang. Selain itu, 2.600 orang luka-luka, sekitar 1,5 juta warga terdampak, dan 570 ribu orang mengungsi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6