Prabowo Sentil Pejabat Doyan Mark Up: Harga Rp 10 Juta Dinaikin 150 Kali, Jangan Kira Saya Tidak Tahu

Prabowo memperingatkan jajaran menterinya dan pejabat negara untuk tidak mempermainkan anggaran dan melakukan mark up, terutama anggaran Pendidikan.

Diterbitkan 28 November 2025, 20:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo tegaskan tekad berantas korupsi, terutama manipulasi anggaran dan mark-up.
  • Ia peringatkan menteri dan pejabat untuk tidak mempermainkan anggaran negara.
  • Anggaran pendidikan harus diawasi ketat dan tidak boleh dikorupsi.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekadnya untuk memberantas korupsi di Indonesia. Dia pun memperingatkan jajaran menterinya dan pejabat negara untuk tidak mempermainkan anggaran dan melakukan mark up, terutama anggaran Pendidikan.

Prabowo menuturkan bahwa tingkat korupsi di Indonesia sudah masuk kategori sangat berat sehingga tak bisa dibereskan dalam waktu singkat. Terlebih, kata dia, banyak anggaran yang di mark up atau digelembungkan.

"Saya kasih peringatan ya para birokrat, kalau masih ngotot mau mempermainkan anggaran mengira bahwa kita bodoh semua, mark up-mark up barang. Harganya Rp10 juta dinaikin 150 kali (lipat). Jangan kira saya tidak tahu," kata Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional di Indonesia Arena Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Dia meminta para menteri untuk mengawasi anak buah dan pejabat di kementeriannya. Prabowo memerintahkan menteri dan kepala badan membersihkan pejabat yang melakukan mark up ataupun penyelewangan anggaran, khususnya di sektor pendidikan.

"Saya kasih peringatan para menteri, kepala badan, pejabat bersihkan aparatmu semuanya itu," ujarnya.

Soroti Anggaran Pendidikan

Prabowo menekankan bahwa anggaran pendidikan tidak boleh di korupsi. Dia memerintahkan kepala dinas dan kepala daerah untuk memastikan bahwa anggaran pendidikan terserap dengan baik.

"Jangan sampai anggaran pendidikan di selewengken, jangan sampai anggaran pendidikan dikorupsi," tutur Prabowo.

Dia mengatakan setiap rupiah anggaran yang disiapkan pemerintah ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan guru-guru. Tak hanya itu, anggaran pendidikan juga dialokasikan untul perbaikan sekolah rusak.

"Kita butuh itu semua. Jangan mencuri uang rakyat," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6