TNI AL Mulai Seleksi Personel untuk Dikirim ke Gaza, Ini Kriteria yang Dicari

TNI Angkatan Laut mempersiapkan sekitar 5.000 personel untuk bergabung dalam misi pasukan pemelihara perdamaian di Gaza, atau sekitar 25 persen dari total 20.000 personel TNI yang direncanakan.

Diterbitkan 25 November 2025, 14:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • TNI menyiapkan 20.000 personel untuk misi perdamaian di Gaza, Palestina.
  • Personel fokus kesehatan dan konstruksi, didukung tiga KRI rumah sakit.
  • Pengiriman pasukan menunggu perintah pemerintah dan tim aju ke Gaza.

Liputan6.com, Jakarta Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul, mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan kurang lebih 5.000 personel untuk bergabung dalam pasukan pemelihara perdamaian di Gaza, Palestina.

"TNI AL sendiri mengerahkan personel kurang lebih 25 persen dari 20.000, pasukan yang disiapkan," kata dia seperti dilansir dari Antara, Selasa (25/11/2025). 

Tunggul menyatakan, hingga kini proses seleksi personel masih berlangsung. Pasalnya, mereka yang akan dikirim ke Gaza harus memiliki kemampuan khusus di bidang kesehatan dan pembangunan konstruksi.

Menurut dia, para personel TNI yang bertugas akan merawat warga sipil korban perang serta membangun fasilitas maupun infrastruktur sementara di Gaza.

Tak hanya itu, Tunggul juga menjelaskan, pihaknya juga menyiapkan tiga KRI jenis Bantu Rumah Sakit yaitu: KRI dr. Soeharso-990, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991, dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992, yang siap dikirim untuk melaksanakan operasi kemanusiaan.

Dia pun menegaskan, tiga KRI tersebut dilengkapi dengan beragam fasilitas yang menunjang aktivitas perawatan medis dan juga helikopter untuk membantu proses evakuasi pasien, di mana semuanya tinggal menunggu perintah dari Panglima TNI dan pemerintah untuk memberangkatkan kapal tersebut. 

 

20.000 Pasukan Bakal Dikirim ke Gaza

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan 20.000 personel TNI yang dikirim ke Gaza, Palestina tergabung dalam tiga brigade komposit.

Setiap brigade komposit itu terdiri dari tiga batalyon utama yakni batalyon kesehatan, Batalyon Zeni Konstruksi dan Batalyon Bantuan.

"Ada lagi Bantuan Mekanis," kata Agus saat ditemui di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025).

Agus melanjutkan, seluruh pasukan perdamaian itu akan dikirim setelah TNI mengirimkan tim aju terlebih dahulu ke wilayah Gaza. Pengiriman tim aju itu dilakukan agar TNI mengetahui gambaran situasi di Gaza dan lokasi yang tepat untuk pengiriman pasukan.

Agus juga mengatakan, TNI menyiapkan pesawat angkut Hercules C-130 dan KRI rumah sakit untuk digunakan dalam misi perdamaian di Gaza.

"Unsur udara, kita menyiapkan helikopter, kemudian pesawat C-130 Hercules, dan kita siapkan dua kapal rumah sakit dari Angkatan Laut, lengkap dengan helikopter," kata dia.

Pengerahan pesawat Hercules diketahui untuk mengangkut logistik dan pasukan. Sedangkan kapal rumah sakit dikerahkan untuk membawa tenaga kesehatan sekaligus sebagai tempat merawat warga sipil korban perang di Gaza. 

Namun demikian, Agus tidak merinci kapan pasukan tersebut akan dikirim. Dia hanya memastikan Mabes TNI menunggu perintah dari pemerintah pusat dalam mengirim pasukan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6