Mentan Amran Ungkap Pemilik Gudang Beras Impor Ilegal: PT Multazam Sabang Group

Amran mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Aceh untuk menelusuri peran perusahaan tersebut dalam masuknya beras tanpa izin.

Diterbitkan 24 November 2025, 04:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 250 ton beras impor ilegal ditemukan di gudang PT MSG di Pelabuhan Sabang.
  • Gudang telah disegel dan proses hukum akan berjalan dengan koordinasi Kapolda Aceh.
  • Impor ilegal ini bertentangan dengan kedaulatan pangan nasional dan dipertanyakan nasionalismenya.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 250 ton beras impor ilegal ditemukan tersimpan di sebuah gudang milik perusahaan swasta di Pelabuhan Sabang, Aceh. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan gudang tersebut dimiliki PT Multazam Sabang Group (MSG).

“Gudang swasta. PT MSG, PT Multazam Sabang Group,” kata Amran dalam konferensi pers, Minggu (23/11/2025).

Gudang tersebut telah dipasang garis polisi dan dijaga aparat setempat. Amran memastikan tidak ada pihak yang berani membuka atau memindahkan barang tersebut sebelum proses hukum berjalan.

“Saya kira tidak diganggu lagi,” ujarnya.

Amran mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Aceh untuk menelusuri peran perusahaan tersebut dalam masuknya beras tanpa izin.

“Kita telusuri. Sekarang ini langsung tadi Pak Kapolda langsung mengatakan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

 

Bertentangan dengan Semangat Kedaulatan Pangan

Amran menjelaskan pengumuman kasus ini dilakukan segera agar tidak ada upaya lanjutan atau pengulangan tindakan serupa.

“Ini hari libur kami langsung rapat. Jadi jujur kami kelelahan dari daerah, tetapi kami langsung bangun mendengar berita ini,” katanya.

Amran menilai tindakan impor tanpa izin ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga bertentangan dengan semangat kedaulatan pangan nasional. Apalagi stok beras nasional saat ini disebut dalam kondisi aman.

“Ini nasionalismenya dipertanyakan. Sudah tahu bahwa kita banyak beras, kenapa mengambil beras dari negara lain? Ini merah putihnya dipertanyakan,” tegasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6