Temuan 250 Ton Beras Ilegal, Mentan Amran: Seandainya Ada Dirjen Meloloskan, Hari Ini Berakhir Jabatannya

Ketika menerima laporan beras ilegal masuk, Amran langsung menghubungi seluruh pejabat teknis.

Diterbitkan 23 November 2025, 21:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mentan Amran Sulaiman akan menindak tegas penyelundupan 250 ton beras ilegal di Sabang.
  • Meski zona bebas, impor beras harus tetap mengikuti rekomendasi Kementerian Pertanian.
  • Pejabat yang meloloskan beras ilegal akan dipecat, namun Dirjen patuh arahan Presiden.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan tak akan memberi ampun kepada siapapun yang terlibat dalam masuknya 250 ton beras ilegal di Sabang, Aceh.

Meski wilayah itu masuk zona bebas perdagangan (free trade zone), namun tetap harus mengikuti kebijakan pemerintah pusat.

"Jadi, ada alasannya. Itu daerah zona bebas perdagangan, free trade zone. Tetapi itu harus dibaca dengan utuh, harus. Dan kemudian pelakunya, siapa melakukan, nanti sementara pendalaman. Tetapi ini tidak boleh dibiarkan," kata dia saat konferensi pers, Minggu (23/11/2025).

"Kami sebagai Menteri Pertanian itu kalau beras harus ada rekomendasi dari Kementerian Pertanian," dia menambahkan.

Karena itu, ketika menerima laporan beras ilegal masuk, ia langsung menghubungi seluruh pejabat teknis meski saat itu sedang terpasang infus. Ia meminta klarifikasi satu per satu, memastikan tidak ada Dirjen yang meloloskan rekomendasi.

"Aku telepon satu-satu. Dirjen siapa yang meloloskan?" ucap dia.

 

Patuh Arahan Presiden

Menurutnya, bila ada pejabat yang terbukti memberikan izin, jabatan mereka akan berakhir saat itu juga. Namun hingga kini, jajaran Dirjen diklaim masih patuh pada arahan Presiden.

"Seandainya ada Dirjen meloloskan, hari ini berakhir jabatannya. Aku pastikan itu kalau dia tidak patuh pada presiden kita. Tapi, alhamdulillah ternyata Deputi, Dirjen patuh mengikuti instruksi Bapak Presiden, kemudian kami sampaikan selama ini. Mereka patuh," ucap dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6