Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memastikan penanganan kasus pekerja migran asal Temanggung, Jawa Tengah (Jateng) bernama Seni yang diduga mengalami eksploitasi berat selama bekerja di Malaysia.
Dalam pernyataannya pada Sabtu 22 November 2025, Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan, negara tidak akan tinggal diam ketika pekerja migran diperlakukan tidak manusiawi atau mengalami eksploitasi di luar negeri.
"Kasus ini menjadi perhatian serius kami. Negara akan memastikan setiap pekerja migran memperoleh perlindungan dan pemulihan haknya secara penuh," ujar Mukhtarudin, melansir Antara, Minggu (23/11/2025).
Advertisement
Dia menambahkan, KP2MI dan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kuala Lumpur telah mengambil langkah cepat, termasuk mengirimkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Malaysia agar kasus tersebut mendapatkan perhatian penuh dari otoritas setempat.
"Bantuan hukum kepada korban diberikan melalui pengacara yang ditunjuk Bar Council Malaysia. KP2MI dan KBRI juga memberikan pendampingan langsung kepada Seni, memfasilitasi komunikasi dengan keluarganya, dan menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) buat korban," terang Mukhtarudin.
Dia menegaskan, komitmen kementerian yang dipimpinnya untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan berpihak pada keadilan, serta terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia hingga kasus dituntaskan.
Dia mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan jalur penempatan resmi dan melaporkan jika menemukan adanya kekerasan, eksploitasi, atau penipuan dalam proses penempatan pekerja migran.
"Seni bekerja lebih dari 20 tahun sebagai pekerja rumah tangga dengan jam kerja berlebihan tanpa menerima gaji dan istirahat yang cukup dari pemberi kerja," tutup Mukhtarudin.
Â
Kronologi PMI Sumbar Disiksa Majikan Dokter di Malaysia: Disiram Air Panas, Dipaksa Kerja Tanpa Istirahat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416974/original/046968100_1763509483-WhatsApp_Image_2025-11-19_at_06.41.16.jpeg)
Sebelumnya, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Malaysia, Dato' Indera Hermono mengungkapkan kronologi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sumatera Barat (Sumbar) dianiaya majikannya. Belakangan diketahui, majikan tersebut merupakan dokter.
Korban mulai bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk menjaga bayi kembar dari majikannya pada 24 Februari 2025. Hubungan antara korban dengan majikannya mulai renggang pada awal Mei 2025.
"Hubungan mulai renggang manakala salah satu bayi kembar tersebut tersedak saat minum susu hingga harus dirawat di ICU selama 2 bulan," ungkap Indera Hermono, dilansir Antara, Rabu 19 November 2025.
Mulai September 2025, majikan mulai memukul korban menggunakan tangan maupun alat berupa hanger plastik dan gagang sapu. Alasannya, korban bekerja lambat, tidak rapi, dan rumah berantakan.
Sementara korban menyatakan dia tidak sempat merapikan rumah karena harus menjaga anak kembar. Memasuki November 2025, korban semakin sering menerima omelan dan penganiayaan secara fisik.
Â
Advertisement
Hanya Diberi Waktu 30 Menit untuk Istirahat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5418049/original/088096800_1763570172-Dato__Indera_Hermono.jpeg)
Puncak kekerasan terjadi pada Kamis, 13 November 2025 malam. Sang majikan marah karena rumah berantakan, dan pekerjaan rumah tidak beres. Majikan lalu memanaskan air dalam panci dan setelah mendidih air disiramkan ke tubuh korban.
"Korban mengalami luka di bagian punggung dan lengan sebelah kanan. Tapi korban tidak diberikan kesempatan istirahat ataupun mengobati luka," jelasnya.
Dalam kondisi terluka fisik dan mental, korban dipaksa menyelesaikan pekerjaan rumah seperti menyeterika baju dan bersih-bersih hingga Jumat, 14 November 2025, pukul 04.30 pagi.
Majikan kemudian hanya memberi waktu 30 menit bagi korban untuk istirahat atau tidur. Pelaku juga mengancam akan menyiram air panas lagi apabila korban tidak bangun pada Jumat, 14 November 2025 pukul 5.00 pagi.
Saat menggendong bayi pada Jumat sore, korban mendengar majikan wanita meminta suaminya memanaskan air untuk disiramkan kepadanya. Majikan wanita marah karena melihat korban sempat tertidur di dapur lewat rekaman CCTV.
Mendengar hal tersebut, korban menjadi ketakutan lalu diam-diam keluar melalui jendela rumah dan bersembunyi di selasar luar kondominium lantai 29. Melihat korban duduk di tepi bangunan kondominium, majikan kemudian membujuk korban agar masuk ke rumah dan berbincang baik-baik, dan majikan berjanji tidak akan memukul.
Terbujuk rayuan majikan, korban masuk kembali ke dalam rumah melalui jendela. Namun belum sempat kedua kakinya menginjak lantai, suami majikan menarik badan korban masuk rumah dan bersama istrinya memukuli korban. Korban lalu ditarik ke dalam kamar mandi dan disiram dengan air panas.
Majikan kemudian menyuruh korban mengganti baju dalam tiga detik dan menyuruhnya membersihkan botol susu bayi. Saat itu, korban mendengar majikan kembali menyalakan kompor untuk memanaskan air.
Mengetahui gelagat buruk, saat air akan mendidih, korban lari ke dalam kamar kedua dan menguncinya dari dalam. Korban lalu keluar lagi dari jendela kamar dan bersembunyi di dekat mesin AC di tepi bangunan kondominium tingkat 29.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133334/original/006793100_1739529532-250214_INFOGRAFIS_HL__5_NEGARA_FAVORIT_PEKERJA_MIGRAN_INDONESIA_2024_P_02.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/618/original/015378900_1751874433-WhatsApp_Image_2025-07-06_at_20.36.08_5b85adcb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420965/original/090416300_1763837510-KP2MI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409553/original/011733700_1479455222-Malaysia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510647/original/041616400_1771834228-1000242858.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256830/original/098284200_1781171602-WhatsApp_Image_2026-06-11_at_16.49.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8473623/original/087517800_1782383042-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_14.56.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8460914/original/030586800_1782360476-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_10.25.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8326284/original/099300300_1782195844-20260623_131422.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4175414/original/003994800_1664441560-B40.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8268532/original/018400100_1782118210-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263754/original/080237200_1782003697-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263140/original/052357300_1781859761-IMG_0027.jpeg)