Sempat Tersendat Akibat Genangan, Lalin di Sejumlah Ruas Jalan Jakarta Kini Berangsur Normal

Kepadatan yang sempat terjadi sejumlah ruas di Jakarta mulai terurai pada Selasa (18/11/2025) malam. Arus yang sebelumnya tersendat di kawasan Tendean kini berangsur normal.

Diterbitkan 18 November 2025, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kepadatan lalu lintas di Jakarta mulai terurai setelah sempat tersendat akibat genangan.
  • Perlambatan kendaraan di ruas jalan tergenang menjadi penyebab utama kepadatan lalu lintas.
  • 28 RT di Jakarta masih tergenang hujan deras; BPBD DKI melakukan penanganan.

Liputan6.com, Jakarta - Kepadatan yang sempat terjadi sejumlah ruas di Jakarta mulai terurai pada Selasa (18/11/2025) malam. Arus yang sebelumnya tersendat di kawasan Tendean dari arah Mampang hingga berimbas ke Jalan Gatot Subroto, kini berangsur normal.

"Sampai saat ini sudah mulai terurai. Tadi di tendean dari arah mampang yang berdampak sampai ke Gatot Subroto," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin saat dihubungi, Selasa (18/11/2025) malam.

Dia membeberkan, kepadatan yang muncul lebih disebabkan perlambatan kendaraan saat melintas di ruas-ruas yang tergenang.

"Kepadatan karena perlambatan kendaraan dari ruas jalan yang tergenang," ucap dia.

Kini, genangan masih terlihat di beberapa titik, namun tidak sampai menutup jalan ataupun memaksa pengalihan arus.

"Selebihnya ada genangan namun tidak sampai menyebabkan tertutupnya arus lalin," tandas dia.

28 RT di Jakarta Masih Tergenang Imbas Hujan Deras

Diketahui, 28 RT di wilayah DKI Jakarta masih tergenang imbas hujan deras yang mengguyur pada Selasa (18/11/2025). Data ini berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta per pukul 19.00 WIB.

“BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 28 RT,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan dalam keterangan tertulis, Selasa (18/11/2025).

Menurut Yohan, wilayah terbanyak terdampak genangan berada di Jakarta Timur dengan total 11 kelurahan. Tinggi genangan pun bervariasi mulai dari 40 sentimeter (cm) hingga 85 cm.

Ia menyampaikan, sebagai upaya penanganan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

BPBD DKI Jakarta juga bekerja sama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.

“BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” ujar Yohan.

Kemudian, dalam keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi nomor telepon 112. Layanan ini dapat dimanfaatkan secara gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop.

Daftar Wilayah Terdampak

Adapun data 28 wilayah terdampak genangan ialah sebagai berikut:

Jakarta Barat terdapat 9 RT yang terdiri:

- Kel. Kedaung Kali Angke 8 RT

Ketinggian: 70 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi

- Kel. Joglo 1 RT

Ketinggian: 50 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi

Jakarta Selatan terdapat 8 RT yang terdiri:

- Kel. Kuningan Barat 7 RT

Ketinggian: 85 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi

- Kel. Bukit Duri 1 RT

Ketinggian: 40 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi

Jakarta Timur terdapat 11 RT yang terdiri:

- Kel. Cipinang Muara 2 RT

Ketinggian: 40 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Sunter

- Kel. Tengah 1 RT

Ketinggian: 40 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi

- Kel. Cipinang Melayu 8 RT

Ketinggian: 50 cm

Penyebab: Luapan Kali Sunter

  

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6