Aktivis Anak dan Perempuan Ade Fitrie Ingatkan Pentingnya Empati

Aktivis Anak dan Perempuan Ade Fitrie Kirana membuktikan bahwa empati bukan sekadar nilai moral, melainkan alat strategis untuk perubahan sosial nyata.

Diterbitkan 17 November 2025, 21:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ade Fitrie Kirana beralih ke advokasi anak dan perempuan dengan empati nyata.
  • Dia meluncurkan program inovatif literasi digital, kesehatan mental, dan kepemimpinan.
  • Programnya mencakup workshop anti-bullying dan pendampingan psikologis di berbagai kota.

Liputan6.com, Jakarta - Aktivis Anak dan Perempuan Ade Fitrie Kirana membuktikan bahwa empati bukan sekadar nilai moral, melainkan alat strategis untuk perubahan sosial nyata.

Ade, yang dalam beberapa tahun terakhir memutuskan bergeser dari dunia hiburan ke dunia sosial serta aktif sebagai pengusaha yang di tekuninya sejak tahun 2000, memilih terjun langsung ke ranah advokasi perlindungan anak dan perempuan.

"Empati harus diterjemahkan menjadi aksi yang konkret. Anak-anak dan perempuan yang membutuhkan perhatian tidak bisa hanya disoroti, tetapi harus diberikan langkah nyata dan berkelanjutan," ujar Ade dalam salah satu kegiatan sosial di Jakarta, yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Senin (17/11/2025).

Ade meluncurkan beragam program inovatif, termasuk literasi digital, kesehatan mental, kepemimpinan dan life skills bagi remaja perempuan melalui kolaborasi bersama para aktivis lainnya di bidang yang sama.

Dia pun rutin mengunjungi sekolah, komunitas, dan pusat pelatihan di berbagai kota seperti Bandung, Yogyakarta, dan Makassar untuk memastikan implementasi program berdampak nyata.

"Kegiatan lapangan yang dilakukannya, mencakup workshop anti-bullying, sesi konseling interaktif dan pendampingan psikologis. Anak-anak dilatih untuk menghadapi tekanan sosial, mengelola emosi, dan membangun ketahanan diri," terang Ade.

Ade juga melibatkan guru, orang tua, dan influencer muda agar pesan sosial tersampaikan dengan cara yang relevan dan diterima generasi muda.

 

Literasi Digital

Selain program formal, Ade menjalankan kampanye literasi digital dan aksi sosial komunitas, di mana anak-anak belajar sambil bermain, menanamkan empati dan tanggung jawab sosial sejak dini.

"Populasi yang terabaikan tidak bisa menunggu; perubahan harus hadir melalui langkah nyata. Popularitas di layar hanyalah jembatan untuk mencapai tujuan lebih besar. Manfaat nyata bagi sesama adalah warisan yang abadi," ucap dia.

"Dengan pendekatan profesional, terukur, dan berkelanjutan, kepedulian sosial dapat dijalankan dengan strategi, dampak luas, dan menjadi teladan bagi generasi aktivis muda," jelas Ade.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6