Kenangan Manis Prabowo saat di Yordania

Prabowo tampak bersikap santai dengan melakukan perbincangan sembari menyopiri Raja Yordania. Ada putra Presiden Prabowo, Didit Hediprasetyo, dan Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah berada di bangku belakang buggy car.

Diterbitkan 14 November 2025, 21:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tampak menyopiri Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein menggunakan buggy car. Momen ini terjadi saat Prabowo mengajak Raja Abdullah II untuk gala dinner atau jamuan makan malam kenegaraan yang digelar di Istana Negara Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Saat itu, Prabowo dan Raja Abdullah II baru saja menyelesaikan agenda pertemuan di Istana Merdeka. Prabowo pun mempersilakan Raja Abdullah II duduk di sebelah kiri saat menaiki buggy dari Istana Merdeka menuju Istana Negara.

Prabowo tampak bersikap santai dengan melakukan perbincangan sembari menyopiri Raja Yordania. Ada putra Presiden Prabowo, Didit Hediprasetyo, dan Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah berada di bangku belakang buggy car.

Sementara itu, satu buah buggy car di belakangnya diisi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih. Mulai dari, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafri Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto.

Kemudian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Setibanya di halaman samping Istana Negara, Prabowo dan Raja Abdullah II turun dari buggy car dan memasuki Istana Negara untuk jamuan makan malam. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka juga ikut hadir.

 

Kenangan Prabowo di Yordania

Dalam salah satu momen pertemuan tersebut, Prabowo mengenang saat dirinya langsung oleh mendiang Raja Hussein, ayahanda Raja Abdullah II, lebih dari dua dekade lalu.

"Yang Mulia Raja, Baginda Raja, dan Baginda Raja Hussein dengan ramah menerima saya, saya rasa saya lupa berapa tahun yang lalu. Hampir berapa, 25 tahun yang lalu? 26, 27, 28, 29, ya. Jadi, betapa dekatnya hubungan kita," kata Prabowo.

"Saya selalu mengenang masa-masa saya di Yordania dengan penuh kasih," sambungnya.

Dia menegaskan bahwa hubungan Indonesia–Yordania bukan hanya hubungan diplomatik. Prabowo menyampaikan dirinya memiliki ikatan emosional dengan Yordania.

"Hubungan kedua negara kita sudah terjalin erat sejak dimulainya hubungan diplomatik 74 tahun yang lalu, tepatnya pada Oktober 1951. Secara pribadi, seperti yang Anda ketahui, saya memiliki ikatan emosional dengan Yordania," jelasnya.

Menurut dia, hubungan personal itu kini menjadi landasan yang mempererat kerja sama Indonesia–Yordania di berbagai bidang, termasuk pendidikan, keamanan, dan pelatihan sumber daya manusia. Prabowo mengapresiasi pemerintah Yordania karena bersedia menerima dan melatih banyak pemuda Indonesia hingga kini.

Prabowo menekankan Indonesia sangat menghormati Yordania dan berkomitmen memperkuat kerja sama strategis di masa depan. Ia menyebut hubungan kedua negara kini memasuki fase yang lebih erat dan bermakna.

"Indonesia menaruh rasa hormat dan penghargaan yang tinggi terhadap Yordania selama bertahun-tahun. Kami ingin bekerja sama erat dengan Anda, dan kami juga ingin berterima kasih karena telah menerima banyak generasi muda kami untuk dilatih di Yordania, bahkan hingga saat ini," tutur Prabowo.

Raja Abdullah II turut menceritakan kedekatan dan persahabatannya dengan Prabowo. Raja Abdullah II mengenang kembali momen ketika ia memperkenalkan Prabowo kepada ayahandanya, mendiang Raja Hussein, sebagai seorang saudara.

"Saya selalu bercerita kepada ayah saya tentang persahabatan yang sangat istimewa ini. Dan ketika Anda datang ke Yordania, ayah saya bertanya kepada saya, ‘Siapa orang ini?’ Saya berkata, ‘Dia adalah saudara saya.’ Dan ayah saya berkata bahwa jika dia adalah saudaramu, maka dia adalah saudaraku juga," ungkap Raja Abdullah II.

Sejak saat itu, kata dia, hubungannya dengan Prabowo terus menguat dan tidak pernah berkurang. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Prabowo dan pemerintah Indonesia.

"Merupakan kehormatan istimewa dapat kembali ke Indonesia, dan Anda sempat menyebutkan hubungan yang Anda miliki 27–28 tahun yang lalu dengan Yang Mulia Raja Hussein. Kami menjadi teman bertahun-tahun yang lalu. Kami menjadi saudara," pungkas Raja Abdullah II.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6