Tanggal 14 November Diperingati sebagai Hari Apa? Berikut Sederet Perayaannya!

Tanggal 14 November terdapat berbagai peringatan penting di dunia. Mulai dari HUT Brimob Polri hingga Hari Jadi Kota Canterbury, Selandia Baru. Ada hari apa lagi?

Diterbitkan 14 November 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pada hari ini, Jumat (14/11/2025) dunia merayakan sejumlah peristiwa penting yang tercatat dalam sejarah. Hari ini diperingati sebagai HUT Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri. 

Perayaan ini ditetapkan untuk memperingati peleburan seluruh Kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa, dan kesatuan polisi menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atau yang sekarang dikenal sebagai Brigade Mobil (Brimob).

Kemudian, hari ini juga diperingati sebagai HUT Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) TNI.

Puspenerbad didirikan sebagai bagian dari TNI untuk membantu perpindahan logistik dan pasukan melalui jalur udara untuk menghindari gangguan keamanan dalam negeri pada tahun 1950-an.

Selain itu, hari ini 14 November juga dicatat sebagai Hari Diabetes Sedunia. Melalui perayaan Hari Diabetes Sedunia ini diharapkan masyarakat dunia dapat lebih mengurangi kadar konsumsi gula sehari-hari dan menyadari dampak buruk bagi kesehatan akibat konsumsi gula yang berlebih.

Bukan hanya penyakit diabetes yang perlu diperingati untuk meningkatkan kesadaran publik. Pada hari ini juga dirayakan sebagai Hari Kesadaran Penggunaan Sabuk Pengaman.

Penetapan hari ini dilakukan untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan sabuk pengaman sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan di jalan.

Tak kalah menarik, hari ini adalah hari yang bersejarah untuk Kota Canterbury, Selandia Baru. Tahun ini, Canterbury memperingati hari jadinya pada tanggal 14 November.

Uniknya, hari jadi ini selalu dirayakan di tanggal yang berbeda di tiap tahunnya. Warga Canterbury merayakan hari ini pada minggu ke-2 di bulan November.

Berikut sejumlah peringatan yang jatuh pada 13 November dihimpun oleh Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:

HUT Brimob Polri

Berdasarkan catatan Liputan6.com yang dikutip dari laman korbrimob.polri.go.id, Korps Brimob Polri berawal dari organisasi bentukan Jepang, mengalami beberapa kali perubahan nama mulai dari Tokubetsu Kaisatsu Tai, Polisi Istimewa, Mobrig (Mobil Brigade) hingga Brimob (Brigade Mobil).

Proses kelahiran Brimob berlangsung pada periode 1943-1944. Ketika itu merupakan masa-masa pembentukan organisasi dan barisan militer yang digerakkan oleh pemerintah militer Jepang, sebagai bagian dari strategi perang Asia Timur Raya.

Pemerintah militer Jepang membentuk tenaga cadangan yang dapat digerakkan dengan cepat dan memiliki mobilitas tinggi. Inilah yang kemudian melahirkan Tokubetsu Keisatsu Tai pada April 1944.

Tokubetsu Keisatsu Tai beranggotakan para polisi muda serta didirikan di setiap Karesidenan di seluruh Jawa, Madura dan Sumatera. Tokubetsu Keisatsu Tai memiliki persenjataan yang lebih lengkap dari pada polisi biasa.

Para calon anggotanya pun diasramakan dan memperoleh pendidikan serta latihan kemiliteran dari tentara Jepang. Maka dari itu, tidak berlebihan bila dikatakan bahwa anggota Tokubetsu Keisatsu Tai adalah pasukan polisi yang terlatih, berdisiplin tinggi, dan terorganisir dengan rapi.

Sejak Jepang menyerah kepada sekutu dan menjelang kemerdekaan Indonesia, seluruh satuan semimiliter dan militer dibubarkan. Satu-satunya kesatuan yang masih boleh memegang senjata adalah Tokubetsu Keisatsu Tai.

Keadaan inilah yang menempatkan anggota-anggota Tokubetsu Keisatsu Tai menjadi pelopor dalam perebutan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Mohammad Jasin, saat apel pagi yang diikuti oleh semua anggota Polisi Istimewa dan pegawai lainnya di Markas Kesatuan Polisi Istimewa, membacakan teks Proklamasi. Polisi Istimewa adalah cikal bakal berdirinya Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang pada saat pemerintahan Jepang disebut dengan Tokubetsu Keisatsu Tai.

Pada 14 November 1946 seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa dan Pasukan Polisi Istimewa dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atau sekarang terkenal dengan sebutan Brigade Mobile (Brimob).

Bedasarkan surat keputusan Departemen Kepolisian Negara No. Pol. 13 / MB / 1959 tanggal 25 April 1959, kesatuan Mobile Brigade (Mobrig) diubah susunannya menjadi tingkat Batalyon. Koordinator Mobile Brigade daerah menjadi Komandemen Daerah dan koordinator Mobile Brigade Jawatan Kepolisian Negara diubah menjadi Komandemen Mobile Brigade Pusat (Komopu).

Dalam menghadapi tantangan pada masa itu, terutama karena banyaknya pemberontakan dan separatisme, pimpinan Mobrig memandang perlu pembentukan pasukan khusus yang mempunyai kemampuan khusus pula. Maka, sekitar tahun 1954-1959 mulai dirintis pembentukan pasukan Ranger (Pelopor).

Pada 14 November 1961, Presiden Soekarno secara resmi mengubah nama Mobile Brigade menjadi Brigade Mobile (Brimob). Perubahan nama ini dilakukan dengan alasan penyesuaian nama Brigade Mobile yang berkaidah bahasa Indonesia.

Pada era reformasi, Polri mendapatkan dukungan publik yang begitu luas, ditandai dengan keputusan politik memisahkan Polri dari TNI pada 1 April 1999.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Tap MPR/VI/2000 tentang pemisahan ABRI (TNI dan Polri) serta Tap MPR/VII/2000 tentang peran kedua lembaga tersebut dengan menempatkan TNI di bawah Departemen Pertahanan, khusus Polri berada langsung di bawah Presiden.

Pemerintah dan DPR kemudian sepakat mengesahkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara, yang berkaitan juga dengan peran dan posisi TNI dalam peran perbantuannya pada Polri.

Korps Brimob sebagai bagian dari Polri juga memiliki tugas pokok dan fungsi untuk melaksanakan dan menggerakkan kekuatan dalam menanggulangi gangguan Kamtibmas berskala tinggi, utamanya kerusuhan massa, kejahatan terorganisasi bersenjata api, ancaman bom, bahan kimia, biologi dan radioaktif.

Selain itu, Korps Brimob Polri juga memiliki kemampuan Search and Rescue (SAR) yang digunakan dalam tugas-tugas kemanusiaan dalam membantu dan mengevakuasi korban bencana alam yang terjadi di Indonesia.

HUT Puspenerbad TNI

Dilansir Liputan6.com dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) TNI AD, pada tahun 1950 kondisi sarana perhubungan darat di Indonesia masih sangat minim. Ditambah daerah operasinya terpencar di berbagai daerah Nusantara. Hal ini membuat TNI terdorong untuk mendirikan satuan yang dapat membantu kerja pasukan darat untuk memindahkan logistik dan pasukan.

Saat itu Pimpinan Angkatan Darat mengarahkan untuk mengkaji kebutuhan satuan udara yang diisi oleh Angkatan Darat. Atas perintah inilah terbentuk Biro Deputy II/KSAD yang menangani urusan angkatan darat pada tahun 1958.

Lalu pada Oktober 1959 Deputy II/KSAD membentuk Detasemen Penerbangan Angkatan Darat (Despenerbad). Despenerbad kemudian disahkan pada tanggal 14 November 1959.

Pada awal berdiri Letkol Inf Sunar Pirngadi ditetapkan sebagai Despenerbad pertama. Sejak saat itu setiap tanggal 14 November diperingati sebagai HUT Puspenerbad TNI. Terbetuknya Dispenerbad ini membantu pelaksanaan tugas TNI dalam mengamankan wilayah NKRI.

Kemudian pada tahun 1963 Despenerbad berubah menjadi Dinas Penerbangan Angkatan Darat (Dispenerbad). Perubahan nama ini membuat Dispenerbad mendapatkan kedudukan yang setara dengan organisasi pusat kesenjataan lainnya. Meski mengalami perubahan organisasi, Letkol Inf Sunar Pirngadi tetap bertahan pada posisinya sebagai Kepala Dispenerbad.

Tiga tahun setelah berdiri, Dispenerbad tidak mengalami perubahan struktur organisasi. Hingga pada tahun 1966 Dispenerbad akhirnya mengalami perubahan kembali menjadi Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad). Perubahan ini membuat Puspenerbad berubah yang semula merupakan badan pelaksana TNI AD menjadi badan pelaksana tingkat komando utama.

Posisi ini secara organik dan administratif berada di bawah Kobangdiklat TNI AD. Selain itu, kini Puspenerbad adalah badan tertinggi yang menyelenggarakan pembinaan fungsi penerbangan TNI AD secara fungsional. Keberhasilan Puspenerbad saat ini tentu tak lepas dari upaya dan perjuangan para pendirinya sejak tahun 1959 hingga sekarang.

Hari Diabetes Sedunia

Berdasarkan catatan Liputan6.com, tanggal 14 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia atau World Diabetes Day. Seperti yang kita ketahui Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. 

Hari Diabetes Sedunia sendiri dibentuk pada tahun 1991 oleh IDF dan Organisasi Kesehatan Dunia sebagai tanggapan terhadap meningkatnya kekhawatiran masyarakat tentang ancaman kesehatan yang ditimbulkan oleh diabetes. 

Dilansir laman resmi worlddiabetesday.org, Hari Diabetes Sedunia menjadi Hari resmi PBB pada tahun 2006 dengan disahkannya Resolusi PBB 61/225. Hal ini diperingati setiap tahun pada tanggal 14 November bersamaan dengan hari ulang tahun Sir Frederick Banting, ilmuwan yang ikut menemukan insulin bersama dengan Charles Best pada tahun 1922.

Hari Diabetes Sedunia juga merupakan kampanye kesadaran diabetes terbesar di dunia yang menjangkau lebih dari 1 miliar orang di lebih dari 160 negara.

Kampanye ini menarik perhatian terhadap isu-isu yang sangat penting bagi dunia diabetes dan menjadikan diabetes sebagai sorotan publik dan politik.

Kampanye Hari Diabetes Sedunia bertujuan sebagai Platform untuk mempromosikan upaya advokasi IDF sepanjang tahun dan pendorong global untuk mempromosikan pentingnya mengambil tindakan yang terkoordinasi dan terpadu untuk menghadapi diabetes sebagai masalah kesehatan global yang penting.

Kampanye ini diwakili oleh logo lingkaran biru yang diadopsi pada tahun 2007 setelah disahkannya Resolusi PBB tentang diabetes. Lingkaran biru merupakan simbol global kesadaran diabetes. Hal ini menandakan kesatuan komunitas diabetes global dalam menanggapi epidemi diabetes.

Setiap tahun, kampanye Hari Diabetes Sedunia berfokus pada tema khusus yang berlangsung selama satu tahun atau lebih. Tema Hari Diabetes Sedunia 2021-23 adalah Akses terhadap Perawatan Diabetes.

Hari Kesadaran Penggunaan Sabuk Pengaman

Dilansir Liputan6.com dari laman Governors Highway Safety Association (GHSA), pelopor Hari Kesadaran Penggunaan Sabuk Pengaman yang merupakan asosiasi keselamatan jalan raya untuk Kota Kolombia dan Puerto Rico, Amerika Serikat, hari ini diperingati untuk menekankan pentingnya penggunaan sabuk pengaman ketika sedang berkendara.

Penggunaan sabuk pengaman sangat berpengaruh untuk keselamatan pengemudi atau penumpang. Sabuk pengaman dapat menghindari terjadinya cedera ringan atau bahkan cedera parah akibat kecelakaan yang tak terduga.

Peringatan hari ini dilatarbelakangi oleh maraknya kecelakaan kendaraan roda empat yang terjadi di Amerika Serikat. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional [NHTSA])  menunjukkan dari 23.959 penumpang yang tewas pada tahun 2023, 10.484 atau sekitar 44% nya tidak menggunakan sabuk pengaman.

Tingginya angka ini kemudian mendorong mereka untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya penggunaan sabuk pengaman.

Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat pun akhirnya menetapkan undang-undang yang mengatur tentang penggunaan sabuk pengaman saat berkendara ini, termasuk Kolombia dan Puerto Rico.

Undang-undang ini melegalkan penilangan terhadap pengemudi yang berkendara tanpa menggunakan sabuk pengaman, meskipun pengemudi tidak melakukan pelanggaran lalu lintas lainnya. Petugas penegak hukum di sana diizinkan untuk mengeluarkan surat tilang jika ditemukan pengendara yang melanggar aturan penggunaan sabuk pengaman ini.

Seiring dengan berjalannya aturan ini, masyarakat Amerika Serikat mulai menyadari pentingnya penggunaan sabuk pengaman. NHTSA mengungkap jumlah pengguna sabuk pengaman pada tahun 2024 cukup tinggi, yakni sebesar 91,2%.

Peringatan Hari Kesadaran Penggunaan Sabuk Pengaman tak hanya menjadi refleksi untuk sejumlah negara bagian di Amerika Serikat.

Perayaan hari ini juga berhasil menyadarkan warga dunia untuk selalu berhati-hati saat tengah berkendara di jalan, salah satu caranya adalah dengan menggunakan sabuk pengaman.

Hari Jadi Kota Canterbury

Dilansir Liputan6.com dari National Today, perayaan Hari Jadi Kota Canterbury tahun ini jatuh pada tanggal 14 November. Wilayah Kota Canterbury, Selandia Baru awalnya ditempati oleh Suku Mori pada abad ke-10. Suku yang hidup dengan memburu burung purba Moa ini adalah penghuni pertama Canterbury.

Pada tahun 1848 Edward Wakefield dan John Robbery Godley mendirikan Asosiasi Canterbury. Pendirian asosiasi ini awalnya ditujukan untuk mendirikan koloni anggota gereja Anglikan di bagian pulau selatan.

Kemudian pada tahun 1853 terbentuklah Provinsi Canterbury. Provinsi ini berdiri setelah Undang-Undang Konstitusi Selandia Baru disahkan satu tahun sebelumnya, yakni pada tahun 1852. 

Namun, eksistensi Provinsi Canterbury tak berlangsung lama. Pada tahun 1876 lahir sebuah kebijakan yang menyebabkan Provinsi Canterbury dihapus dari administrasi. Kebijakan ini diatur dalam Undang-Undang Penghapusan Provinsi Selandia Baru.

Setelah 113 tahun berlalu, Canterbury terlahir kembali sebagai sebuah kota. Pada tahun 1989 terjadi reformasi pemerintahan daerah di seluruh wilayah Selandia Baru. Sejak saat itu, terbentuklah Kota Canterbury yang jauh lebih modern.

Kini, Canterbury memiliki populasi penduduk sekitar 560.700 orang. Selain itu, Kota ini juga memiliki ikon wisata yang cukup menarik wisatawan. Canterbury memiliki sekolah raja tertua di Eropa yang didirikan pada tahun 597 Masehi dan masih beroperasi sampai saat ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6