Gubernur Pramono Dengar Isu Bullying di Balik Insiden Ledakan SMAN 72 Jakarta

Gubernur Pramono mendengar kabar itu meski belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut.

Diterbitkan 10 November 2025, 12:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI indikasikan bullying pemicu ledakan SMAN 72 Jakarta.
  • Pramono Anung tegaskan bullying tidak boleh terjadi di lingkungan sekolah.
  • Polisi masih selidiki insiden, 30 korban dirawat di rumah sakit.

Liputan6.com, Jakarta Dugaan bullying berembus kencang di balik insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut informasi yang dia terima dari lapangan memang ada indikasi perundungan yang dialami terduga pelaku.

“Walaupun ketika saya di lapangan saya mendapatkan beberapa hal tentang itu (dugaan bullying),” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/11/2025).

Pramono menegaskan perundungan atau bullying tidak boleh terjadi di lingkungan sekolah, apapun bentuknya. Sebab menurutnya, bullying dapat menjadi pemicu insiden tragis seperti yang terjadi di SMA 72 Jakarta.

“Jadi yang paling utama yang bersifat perundungan atau bullying tidak boleh terulang kembali karena ini bisa menjadi motivasi atau pemicu,” ujar Pramono.

 

Polisi Masih Melakukan Penyelidikan

Meski begitu, Pramono belum bisa memastikan keakuratan informasi tersebut. Menurut dia, proses penyelidikan ledakan di SMAN 72 Jakarta masih ditangani pihak kepolisian. Ia meminta masyarakat menunggu hasil temuan resmi sebelum menyimpulkan penyebab insiden.

“Karena ini yang berwenang sepenuhnya adalah kepolisian, mari kita tunggu bersama-sama apa yang sebenarnya terjadi. Jadi untuk itu saya tidak komentar, tetapi sekali lagi kita tunggu apa yang menjadi temuan yang sebenarnya,” kata dia.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta mencatat ada 30 korban dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta hingga saat ini masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit.

Rinciannya, 14 orang berada di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, 15 orang di RS Yarsi, dan satu orang di RS Pertamina Jaya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6