Update Terbaru: 15 Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih Dirawat di RS YARSI

Direktur Medis RS Yarsi, dr. Muhammadi, melaporkan sebanyak 15 korban ledakan SMA 72 Jakarta tengah menjalani perawatan di RS Yarsi.

Diterbitkan 08 November 2025, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • RS YARSI merawat 15 korban ledakan SMAN 72, sebagian besar rawat inap.
  • Satu pasien kritis trauma cerna memerlukan operasi lanjutan.
  • Pasien lain stabil, gangguan pendengaran berangsur pulih dan optimis tidak tuli.

Liputan6.com, Jakarta Direktur Medis Rumah Sakit YARSI, dr. Muhammadi, menyampaikan perkembangan jumlah pasien korban ledakan SMAN 72 Jakarta yang dirawat.

Data per sore hari ini, total ada 15 pasien.  Rinciannya, 13 orang rawat inap, 1 orang rawat jalan dan diperbolehkan pulang, 1 orang dalam kondisi pemantauan di ruang khusus untuk dilakukan tindakan lanjutan.

“Izin saya menyampaikan kondisi terkini di Rumah Sakit YARSI. Kita ada 15 pasien saat ini dirawat di Rumah Sakit YARSI. Mereka dirawat di ruang intensif oleh dokter Pediatric Intensive Care Unit kita,” ujar dr. Muhammadi kepada awak media di Rumah Sakit YARSI Jakarta, Sabtu (8/11/2025).

dr. Muhammadi mendetilkan, kondisi pasien yang ditangani secara intensif kondisinya sudah dilakukan pembedahan emergensi karena ada trauma pada saluran cernanya. Sehingga dilakukan tata laksana sana lanjutan yang akan disiapkan. 

“Jadi mungkin akan ada prosedur kedua untuk operasi lanjutannya terkait dengan kondisi kesakitan pasien,” jelas dia. 

Sementara itu, lanjut dr. Muhammadi, kondisi pasien lain korban ledakan yang berada di ruangan rawat inap dengan kondisi stabil. Namun memang ada beberapa yang menderita hearing loss atau kehilangan fungsi dengar.

“Jadi kita sedang lakukan anamnesis dan diagnostik lanjutan oleh teman-teman dari dokter spesialis THT. Itu akan direview nanti untuk melihat seberapa berat kondisi gangguan pendengarannya,” ungkap dr. Muhammadi. 

 

Pasien dengan Gangguan Pendengaran Perlahan Pulih

dr. Muhammadi menambahkan, sejauh ini gangguan fungsi dengar para pasien korban ledakan SMAN 72 Jakarta sudah berangsur membaik ketimbang kemarin pasca kejadian. 

Sebab sebelumnya, ada pasien yang sama sekali tidak bisa mendengar apapun, kecuali suara denging.

“Jadi kemarin saya waktu bertemu langsung di lapangan itu memang rata-rata nggak mendengar sama sekali dan mengeluh, berdenging ya. Tadi sudah bisa diajak bicara, ngobrol, dan diskusi,” tutur dia. 

dr. Muhammadi yakin, dalam waktu dekat kondisi pasien yang mengalami gangguan fungsi dengar akan segera pulih. Dia menampik bahwa ada potensi menjadi tulis.

“Secara umum jatuh ke tengah rungu rasanya nggak ya. Kami optimis akan bagus hasilnya,” dia menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6