Bus Pariwisata Terguling di Tol Pemalang, 4 Penumpang Meninggal Dunia

Bus pariwisata terguling di tikungan jalur keluar tol Gandulan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Sabtu (25/10).

Diterbitkan 25 Oktober 2025, 18:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Bus pariwisata terguling di tol Gandulan Pemalang, menewaskan empat orang.
  • Kecelakaan terjadi Sabtu (25/10) melibatkan rombongan FKK Kelurahan Bendan Ngisor.
  • Dugaan awal penyebab adalah pengemudi hilang kendali dan rem blong.

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan tunggal bus pariwisata terguling di tikungan jalur keluar tol Gandulan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Sabtu (25/10). Kecelakaan bus yang membawa rombongan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Kelurahan Bendan Ngisor, Kota Semarang itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia, sedangkan korban lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pemalang AKP Arief Wiranto mengatakan bus yang mengangkut 34 orang ini terdiri atas 31 penumpang dan tiga kru bus.

"Rician jumlah korban meninggal dunia saat ini sebanyak empat orang, luka berat satu orang, dan luka ringan 13 orang, serta selamat 16 orang," katanya.

Saat ini, korban meninggal dunia maupun luka-luka di rawat di tiga rumah sakit yaitu Rumah Sakit Siaga Medika, RSI Al Ikhlas Pemalang, dan RSI Prima Medika Pemalang.

Dugaan Sementara Kecelakaan

Dugaan sementara kasus kecelakaan terjadi pengemudi bus tidak dapat mengontrol laju kendaraan saat membelok sehingga terguling ke kanan sisi bahu pembatas jalan.

Adapun penyebab lainnya, kata dia, masih dalam penyelidikan dengan berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Liintas Polda Jateng untuk menurunkan tim Traffic Accident Analysis guna memastikan penyebab kecelakaan itu.

"Apakah dalam kecelakaan itu karena kelalaian pengemudi atau faktor teknis kendaraan masih dalam penyelidikan," katanya.

Tour leader wisata Riyan mengatakan sebelum bus terguling, sopir mengeluhkan kondisi rem yang tidak berfungsi dengan baik sehingga laju kendaraannya mulai diperlambat pada kecepatan 50 kilometer per jam hingga pada jalur keluar tol Gandulan Pemalang.

"Saya masih ingat sebelum masuk jalur keluar tol Gandulan sopir bilang remnya los, tidak bisa ngerem. Bus akhirnya menabrak pembatas jalan dan kaca bus pecah, saya terlempar keluar," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6