Seribu Warga Antusias Ikuti BIK Run 2025, Pemkab Banyuwangi dan OJK Ajak Masyarakat Melek Keuangan lewat Olahraga

Lebih dari seribu peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas olahraga, masyarakat umum, hingga perwakilan lembaga jasa keuangan ikut meramaikan kegiatan yang menggabungkan semangat olahraga, edukasi finansial, dan promosi pariwisata.

Diterbitkan 20 Oktober 2025, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Banyuwangi - Suasana pagi di Banyuwangi pada Sabtu (18/10/2025) tampak berbeda dari biasanya. Ribuan peserta bersemangat mengikuti Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Run 2025, ajang lari yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Acara ini bukan sekadar lomba lari, tetapi juga bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan dan Banyuwangi Batik Festival 2025 yang berlangsung pada 17–18 Oktober di Gesibu Blambangan, Banyuwangi.

Lebih dari seribu peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas olahraga, masyarakat umum, hingga perwakilan lembaga jasa keuangan ikut meramaikan kegiatan yang menggabungkan semangat olahraga, edukasi finansial, dan promosi pariwisata.

Lari 5K Sekaligus Edukasi Keuangan 

Lomba lari sejauh 5 kilometer ini dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono bersama Kepala OJK Jember, Muhammad Mufid. Rute lari melintasi kawasan perkotaan Banyuwangi, memberi kesempatan peserta menikmati keindahan kota sekaligus menjadi media sosialisasi literasi keuangan bagi masyarakat.

Wakil Bupati Mujiono mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan OJK dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat.

“Melalui kegiatan yang menyenangkan seperti ini, masyarakat diajak mengenal pentingnya mengelola keuangan dengan bijak sekaligus menjaga kesehatan. Sehat jasmani, sehat finansial,” ujar Mujiono. 

OJK: Literasi Keuangan Bisa Lewat Olahraga dan Budaya 

Sementara itu, Kepala OJK Jember, Muhammad Mufid, menjelaskan bahwa kegiatan BIK Run sengaja dikemas dalam bentuk olahraga untuk menjangkau masyarakat luas dengan cara yang ringan dan menyenangkan.

“Keuangan sering identik dengan hal yang rumit, tapi sebenarnya bisa kita padukan dengan kegiatan yang menyegarkan seperti olahraga dan budaya,” kata Mufid.

Mufid menambahkan, selama Bulan Inklusi Keuangan 2025, OJK bersama lembaga jasa keuangan (LJK) telah melaksanakan berbagai kegiatan literasi di berbagai tempat, termasuk sekolah, pasar, komunitas pekerja migran, hingga kelompok difabel.

“Ini semua bagian dari upaya kami memperluas literasi dan inklusi keuangan. Hari ini menjadi puncak kebersamaan antara OJK, Pemkab, dan masyarakat,” tuturnya. 

Festival Semarak Dua Hari Penuh 

Kemeriahan tak berhenti di ajang BIK Run. Selama dua hari rangkaian kegiatan berlangsung di pusat kota Banyuwangi dengan beragam acara yang memadukan edukasi, budaya, dan hiburan. Hari pertama diisi dengan lomba mewarnai, mencanting, dan fashion show di Lorong Bambu.

Sementara di hari kedua, suasana semakin semarak dengan BIK Run, Stand Up Competition, Talk Show Literasi Keuangan, hingga konser musik yang menjadi penutup rangkaian Banyuwangi Batik Festival 2025.

Banyuwangi sendiri dikenal sebagai salah satu daerah yang aktif mengembangkan konsep sport tourism. Event lari seperti BIK Run menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkenalkan potensi wisata sekaligus menanamkan nilai-nilai gaya hidup sehat dan literasi finansial di tengah masyarakat.

Sinergi Olahraga dan Keuangan untuk Masyarakat Banyuwangi 

Melalui BIK Run 2025, Pemkab Banyuwangi dan OJK Jember menegaskan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat secara kreatif. Dengan menggabungkan unsur olahraga, budaya, dan inklusi keuangan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat agar semakin melek finansial, mandiri secara ekonomi, dan hidup lebih sehat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6