Ibas Dampingi SBY Melukis, Dorong Kolaborasi Seni dan Keindahan Alam

Menurut Ibas, kegiatan melukis bersama ini menjadi momen istimewa yang melibatkan SBY Art Community dan puluhan mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Diterbitkan 17 Oktober 2025, 16:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ibas dan SBY melukis panorama Gunung Lawu, menyatukan seni, alam, dan kebersamaan.
  • Kegiatan melibatkan SBY Art Community dan mahasiswa UNESA, menuangkan kekaguman pada alam.
  • Ibas menilai Telaga Sarangan berpotensi besar, berharap seni lestarikan alam dan budaya.

Liputan6.com, Jakarta - Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendampingi sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengabadikan keindahan panorama Gunung Lawu dalam sebuah lukisan di atas kanvas. Menurut dia, hal itu menjadi kegiatan yang menyatukan seni, alam, dan kebersamaan.

Menurut Ibas, kegiatan melukis bersama ini menjadi momen istimewa yang melibatkan SBY Art Community dan puluhan mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

“Mereka berkolaborasi menuangkan imajinasi dan kekaguman mereka terhadap pesona Telaga Sarangan dan keagungan Gunung Lawu yang menjulang gagah,” kata Waketum Partai Demokrat ini, seperti dikutip dari keterangan pers.

Di sela-sela aktivitas seni tersebut, Ibas tampak akrab menyapa para peserta yang tengah melukis di pinggir telaga. Sebagai putra daerah Jawa Timur, ia memberikan semangat kepada para seniman muda dan mengapresiasi karya-karya yang dihasilkan.

“Semoga kita semua bisa menikmati keindahan alam Magetan sekaligus mengurangi stres lewat kegiatan positif seperti melukis,” tutur dia.

 

Potensi Besar

Ketua Fraksi Partai Demokrat ini menilai, Telaga Sarangan memiliki potensi yang luar biasa. Selain alamnya yang indah, kawasan ini juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dia berharap kegiatan seni seperti ini bisa terus diselenggarakan sebagai bentuk nyata kecintaan pada alam dan budaya bangsa. Momen tersebut menjadi ruang reflektif yang menyatukan berbagai elemen—mulai dari tokoh nasional, seniman, mahasiswa, dan masyarakat—dalam harmoni dengan alam.

“Saya berharap pengelolaannya terus ditingkatkan agar tetap menarik dan ramah lingkungan. Keindahan seperti ini harus dijaga. Teruslah berkarya, teruslah menjaga alam. Kehadiran Bapak (SBY) di sini dan kegiatan melukis ini menjadi simbol sinergi antara seni, kepemimpinan, dan pelestarian alam,” Ibas menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6