20 Oktober Hari Apa? Momen Bersejarah Indonesia dan Dunia dalam Satu Tanggal

Di Indonesia satu kali dalam lima tahun, tanggal 20 Oktober menjadi momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tanggal 20 Oktober menjadi hari pergantian Kepala Negara di Indonesia.

Diterbitkan 20 Oktober 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tanggal di bulan Oktober menyimpan cerita dan sejarahnya. Begitu pula dengan tanggal 20 Oktober yang diperingati dengan berbagai perayaan baik tingkat nasional maupun internasional.

Di Indonesia, pada tanggal 20 Oktober memiliki cerita dan momen unik satu kali dalam 5 tahun. Tanggal 20 Oktober merupakan hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Tradisi ini berawal di era kepemimpinan Presiden ke-4 Republik Indonesia yaitu Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur yang kemudian Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga dilantik pada 20 Oktober 2004.

Melansir berbagai sumber, 20 Oktober tidak secara khusus ditetapkan sebagai tanggal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden sejak awal sejarah Indonesia.

Saat Indonesia meraih kemerdekaan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menunjuk Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia dalam Sidang PPKI pada 18 Agustus 1945.

Selanjutnya, ditingkat dunia, hari ini diperingati sebagai Hari Osteoporosis Sedunia yang pada tahun ini jatuh pada Senin (20/10/2025).

Hari Osteoporosis Sedunia diluncurkan pada 20 Oktober 1996 oleh Perhimpunan Osteoporosis Nasional Britania Raya dan didukung oleh Komisi Eropa.

Tidak kalah penting, tanggal 20 Oktober diperingati sebagai Hari Statistik Sedunia. Peringatan ini tidak dirayakan setiap tahun, namun Hari Statistik Sedunia adalah peringatan yang diadakan setiap lima tahun sekali.

Tak kalah menarik, setiap tahunnya tanggal 20 Oktober juga diperingati sebagai Hari Koki Internasional.

Momen yang digagas sejak tahun 2004 oleh mendiang Chef Dr. Bill Gallagher yang bertujuan untuk menghormati profesi kuliner dan mengapresiasi generasi selanjutnya.

Hari Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia

Setiap lima tahun sekali, tanggal 20 Oktober menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Di hari ini lah tampuk kepemimpinan bangsa Indonesia berganti dari Presiden yang telah selesai dari masa jabatan kepada Presiden yang dipilih oleh Rakyat Indonesia.

Acara ini menjadi salah satu momen bersejarah bagi Indonesia. Menariknya, tanggal pelantikan 20 Oktober telah menjadi tradisi dalam beberapa tahun terakhir.

Melansir berbagai sumber, 20 Oktober tidak secara khusus ditetapkan sebagai tanggal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden sejak awal sejarah Indonesia.

Saat Indonesia meraih kemerdekaan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menunjuk Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia dalam Sidang PPKI pada 18 Agustus 1945.

Namun, di awal masa kemerdekan, Indonesia menghadapi gejolak politik mengenai masa jabatan Presiden. Hal ini akhirnya diatur dalam Amandemen UUD 1945, yang membatasi masa jabatan Presiden selama dua periode atau lima tahun, tergantung pada hasil Pemilu.

Pelantikan Presiden pada 20 Oktober pertama kali dilakukan ketika KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih sebagai Presiden pada era demokrasi pada tahun 1999. Gus Dur kemudian lengser pada 23 Juli 2001 dan digantikan oleh Megawati Soekarnoputri, yang menyelesaikan masa jabatannya pada 20 Oktober 2004.

Mantan Komisioner KPU, Hasyim Asyari, pernah menjelaskan bahwa penetapan tanggal pelantikan Presiden pada 20 Oktober dimulai sejak Pemilu nasional pertama di mana Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memenangkan suara dan dilantik pada 20 Oktober 2004.

Hari Osteoporosis Sedunia

Setiap tahunnya, pada tanggal 20 Oktober, dunia memperingati Hari Osteoporosis Sedunia.

Hari Osteoporosis Sedunia diluncurkan pada 20 Oktober 1996 oleh Perhimpunan Osteoporosis Nasional Britania Raya dan didukung oleh Komisi Eropa.

Sejak 1997, hari kesadaran ini diselenggarakan oleh Yayasan Osteoporosis Internasional.

Mengutip dari laman National Today, Hari Osteoporosis  merupakan peringatan yang bertujuan untuk mengingatkan betapa pentingnya merawat tubuh dan melindungi tulang dan otot dari patah tulang dan kelumpuhan yang  mengancam jiwa.

Hari Osteoporosis Sedunia (WOD) adalah puncak kegiatan tahunan yang disponsori oleh Yayasan Osteoporosis Internasional (IOF), yang sangat terlibat dalam mengedukasi masyarakat tentang penyakit tulang yang mematikan ini.

Osteoporosis membuat tulang begitu rapuh dan mudah patah sehingga setiap gerakan kecil, bahkan bersin atau jatuh, dapat mengancam jiwa, menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang tak berkesudahan akibat patah tulang dan fraktur.

Hari Osteoporosis Sedunia berawal di Britania Raya. Dengan dukungan Komisi Eropa, Hari Osteoporosis Sedunia menjadi proyek National Osteoporosis Society di Britania Raya pada 20 Oktober 1996.

Menariknya, sebelum tahun 1994, osteoporosis bahkan belum dianggap sebagai penyakit serius. Namun, pada tahun 1998, dua organisasi terkemuka yang berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang osteoporosis, bergabung untuk mendirikan Yayasan Osteoporosis Internasional.

Pendirian IOF merupakan gabungan upaya antara Yayasan Eropa untuk Osteoporosis (EFFO) yang dibentuk pada tahun 1987 dan Federasi Internasional Masyarakat untuk Penyakit Tulang (IFSSD) yang diinisiasi pada tahun 1995.

Dengan menyatukan kedua organisasi di bawah satu payung, terdapat fokus yang lebih baik dan perpaduan sumber daya bagi para ilmuwan, dokter, dan organisasi advokasi kesehatan dunia lainnya yang memerangi osteoporosis.

Pada akhir tahun 1990-an, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) PBB turut mensponsori acara Hari Osteoporosis Sedunia bersama IOF.

Sejak saat itu, IOF telah mengambil alih sebagian besar kepemimpinan dalam mensponsori acara-acara peningkatan kesadaran di seluruh dunia. 

Hari Statistik Sedunia

Tidak kalah penting, tanggal 20 Oktober diperingati sebagai Hari Statistik Sedunia. Peringatan ini tidak dirayakan setiap tahun, namun Hari Statistik Sedunia adalah peringatan yang diadakan setiap lima tahun sekali.

Hari Statistik Dunia didirikan pada tahun 2010 oleh Komisi Statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui perayaan ini, PBB dan berbagai negara anggota menegaskan kembali peran penting statistik dalam masyarakat sipil, penelitian akademis, dan dunia bisnis

Hari Statistik Dunia bertujuan untuk menyoroti kontribusi vital statistik resmi dalam memandu pengambilan keputusan yang tepat dan memajukan pembangunan berkelanjutan.

Peringatan ini mendorong kerja sama antarnegara dalam pengelolaan statistik, serta menekankan upaya pengumpulan dan interpretasi data yang lebih baik.

Hari Koki Internasional

Tak kalah menarik, setiap tahunnya tanggal 20 Oktober juga diperingati sebagai Hari Koki Internasional. Moment yang digagas sejah tahun 2004 oleh mendiang Chef Dr. Bill Gallagher yang bertujuan untuk menghormati profesi kuliner dan mengapresiasi generasi selanjutnya.

Dikutip dari laman National Today, Hari Koki Internasional diperingati di seluruh dunia pada tanggal 20 Oktober setiap tahun.

Hari ini merayakan para koki dan meningkatkan kesadaran tentang pola makan sehat. Dr. Bill Gallagher, seorang master chef ternama dan mantan presiden World Association of Chefs Societies (Worldchefs), mencetuskan Hari Koki Internasional pada tahun 2004.

Berbeda dengan kebanyakan profesi modern lainnya, koki telah memainkan peran penting dalam masyarakat kita sejak awal zaman. Makanan adalah kebutuhan dasar, dan eksperimen terhadap makanan telah berlangsung selama ribuan tahun.

Pada abad pertama Masehi, seorang ahli kuliner Romawi bernama Marcus Apicius menulis buku masak pertama di dunia. Bukunya dinamai menurut namanya: "Apicius," juga dikenal sebagai "Seni Memasak." Buku tersebut berisi lebih dari 400 resep, dan Marcus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan bahan-bahannya.

Pada tahun 1765, A. Boulanger membuka bisnis pertama di Paris yang disebut restoran. Papan nama di atas pintunya bertuliskan "restoratif" atau "restoran", yang merujuk pada sup dan kaldu yang ditawarkan dalam menu. Kata "restoran" kemudian memiliki arti "tempat makan umum".

Pada tahun 1809, koki Prancis Alexis Soyer menjadi salah satu juru masak paling terkemuka di Inggris karena ia mengembangkan makanan murah dan bergizi untuk kaum miskin dan kelas pekerja, terutama selama masa paceklik kentang tahun 1845–1849 di Irlandia. Ia juga menemukan kompor lapangan yang disebut 'kompor Soyer' untuk tentara Inggris yang bertugas dalam Perang Krimea.

Auguste Escoffier, seorang koki terkemuka dari Prancis, menciptakan sistem brigade dan menyederhanakan dinamika dapur pada tahun 1870-an.

Berdasarkan sistemnya, setiap orang di dapur memiliki tugas tertentu. Sistem ini bekerja seperti hierarki militer, pertama, ada kepala koki yang bertanggung jawab atas seluruh dapur, lalu koki pembantu, dan seterusnya.

Bukunya, "Le Guide Culinaire", masih dicetak dan dimasukkan dalam kurikulum mahasiswa kuliner modern karena relevansinya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6