Bangunan SMP Negeri Kiwirok Dibakar, Baku Tembak Terjadi antara KKB dan Aparat

Saat personel gabungan tiba di ujung Bandara Kiwirok sekitar pukul 07.20 WIT, terdengar satu kali letusan senjata api dari arah lokasi pembakaran. Kontak tembak pun tidak terhindarkan.

Diterbitkan 13 Oktober 2025, 18:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KKB membakar bangunan SMP Negeri Kiwirok pada 13 Oktober 2025.
  • Satgas Damai Cartenz terlibat kontak tembak dan memukul mundur KKB.
  • Aparat mengecam pembakaran sekolah dan memastikan keamanan terkendali.

Liputan6.com, Jakarta - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga membakar bangunan lama SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pada Senin (13/10/2025) sekitar pukul 07.00 WIT.

Kelompok yang menamakan diri Kodap XV Ngalum Kupel itu diketahui melakukan aksinya setelah terpantau oleh Satgas Operasi Damai Cartenz. Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengatakan aparat gabungan TNI-Polri langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

“Sekitar pukul 06.00 WIT, hasil pemantauan mengamati adanya tujuh orang bersenjata api membakar bangunan lama SMP Negeri Kiwirok,” kata Faizal dalam keterangannya, Senin (13/10/2025).

Saat personel gabungan tiba di ujung Bandara Kiwirok sekitar pukul 07.20 WIT, terdengar satu kali letusan senjata api dari arah lokasi pembakaran. Kontak tembak pun tidak terhindarkan.

“Kontak tembak pun terjadi antara aparat keamanan dan KKB. Tim gabungan berhasil memukul mundur kelompok bersenjata tersebut ke arah Kampung Kotobib,” ujar Faizal.

Setelah situasi dinyatakan aman, personel TNI-Polri mendatangi lokasi pengungsian di Balai Desa Polobakon untuk memberikan imbauan keamanan kepada masyarakat.

Fasilitas Pendidikan Jadi Sasaran

Faizal mengecam keras aksi pembakaran terhadap fasilitas pendidikan yang dilakukan kelompok bersenjata itu.

“Penyerangan terhadap sekolah merupakan bentuk kejahatan yang tidak berperikemanusiaan. Fasilitas pendidikan adalah tempat anak-anak Papua menimba ilmu dan harapan masa depan mereka. Kami akan terus memantau agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, memastikan situasi di wilayah Kiwirok dan sekitarnya sudah terkendali.

“Kami memastikan situasi di lokasi sudah aman. TNI-Polri akan terus melakukan langkah-langkah preventif dan penegakan hukum terhadap kelompok yang mengancam keamanan masyarakat,” ujarnya.

Hingga saat ini, Satgas Damai Cartenz bersama TNI masih memantau pergerakan KKB di wilayah perbatasan Kiwirok dan memperketat jalur keluar masuk distrik untuk mencegah potensi serangan lanjutan.

 

Reporter: Nur Habibie

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6