Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), membentuk Satgas Penataan Pembangunan Pesantren untuk melakukan pengecekan dan penataan infrastruktur pesantren di seluruh Indonesia. Hal itu menjadi tindak lanjut pasca tragedi runtuhnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
“Kami akan membentuk satuan tugas pembangunan pesantren dimulai dari yang paling rawan, dimulai dengan audit oleh tim dari Kementerian PU," ujar Cak Imin dalam keterangannya, Selasa (7/10/2025).
Cak Imin mengimbau seluruh pesantren yang belum memiliki Perizinan Bangunan Gedung (PBG) agar segera mengurusnya. Pesantren yang masih dalam proses pembangunan diminta menghentikan sementara aktivitas pembangunan sampai izin tersebut terbit.
Advertisement
“Sambil membenahi itu, Pak Menteri PU menjamin semua jenis perizinan akan digratiskan,” tegasnya.
Permasalahan Infrastruktur Pesantren
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5373638/original/073692000_1759826729-2.jpg)
Cak Imin juga meminta seluruh permasalahan infrastruktur pesantren di Indonesia selesai pada akhir tahun 2025. Ia menegaskan, tidak boleh ada lagi kasus seperti ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
"Jadi saya sudah meminta kepada pak Menteri PU audit infrastruktur pesantren-pesantren paling tidak bisa selesai pada akhir 2025. Saya sampaikan cukup satu kali ini saja (musibah di Al Khoziny)," ujar Cak Imin di.
Cak Imin menuturkan, sebelum pembangunan dilanjutkan, setiap pesantren wajib mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) — yang sebelumnya dikenal sebagai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) — terlebih dahulu.
“Sambil membenahi itu, Pak Menteri PU menjamin semua jenis perizinan akan digratiskan. Yang penting pastikan bangunan tanpa izin disetop dulu,” katanya.
Advertisement
Cak Imin Ungkap Pesantren Sering Tambal Sulam dalam Pembangunan
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengungkapkan mayoritas pesantren telah berusia sangat tua dan kondisi bangunannya rawan. Dia menuturkan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur telah berdiri sejak masa pra-kemerdekaan.
Sementara itu, kata dia, tidak semua pesantren memiliki sumber daya dan pengetahuan yang cukup untuk merehabilitasi bangunannya. Sehingga, pondok pesantren kerap melakukan tambal sulam saat pembangunannya.
"Pesantren sering menggunakan cara tambal sulam di dalam melaksanakan pembangunannya," kata Cak Imin usai bertemu Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kompleks Menteri Widya Chandra, Jakarta, dikutip dari siaran pers pada Selasa (7/10/2025).
Cak Imin: Pesantren Harus Adaptif Kerawanan Bangunan
Dia mendorong seluruh pondok pesantren agar bisa lebih adaptif dalam menanggulangi kerawanan bangunannya. Cak Imin menekankan pentingnya penanggulangan untuk menjamin keselamatan santri dan mencegah terjadinya gedung roboh yang memakan korban jiwa seperti di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.
"Kita ingin terus melakukan koordinasi agar pesantren mau beradaptasi untuk menanggulangi ancaman-ancaman rawan dari segi bangunan fisik," jelasnya.
Selain itu, Cak Imin mengingatkan pentingnya koordinasi berkelanjutan dengan para pengelola pesantren agar mereka mau adaptif menanggulangi bangunannya yang rawan. Dia berjanji akan melakukan langkah-langkah penyelamatan bangunan pesantren yang tua dan rawan.
"Atas perintah pak Presiden, saya akan terus mengambil langkah-langkah cepat terutama memprioritaskan kepada pesantren-pesantren yang sangat rawan untuk segera kita tangani," tutur Cak Imin.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366213/original/073627500_1759220365-CMS_PORTRAIT.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/478270/original/095662600_1744883796-74b0b29b-fb0e-425c-af21-aa30160246eb.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4880240/original/003170200_1719830267-da6afa0f-94fc-45e8-b942-a1c6a4691951.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5709664/original/058113300_1778594475-IMG-20260512-WA0017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5697931/original/082155800_1778576546-IMG_3491.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5328182/original/018071300_1756200050-IMG_8482.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562144/original/003199200_1776788148-IMG_0654.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559503/original/083909100_1776578987-c98d2bb8-0a28-442f-a1b9-d7f71a2b33b7__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557588/original/074101600_1776337946-Foto-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493311/original/080135300_1770201404-Keterangan_Pers_Cak_Imin_1.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5513219/original/084163900_1772006047-20260225-kejutan-cak-imin-dorong-anak-muda-kerja-di-luar-negeri-gajinya-tinggi-asuransi-bagus-c1d780.jpg)