Komjen Chryshnanda: Jadi Polisi Harus Bermanfaat, Setop Sombong dan Bohong

Menurutnya, setiap anggota Polri harus menyadari bahwa jati diri polisi sejatinya adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Diterbitkan 30 September 2025, 14:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polri harus bermanfaat bagi masyarakat, hindari arogan dan manipulatif.
  • Jati diri polisi adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
  • Polri harus berbenah, dicintai rakyat, bekerja dengan hati nurani.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol. Chryshnanda Dwilaksana menekankan, setiap anggota Polri harus menjadi sosok yang bermanfaat untuk masyarakat. Polisi juga diminta tidak terjebak dalam sikap arogan, manipulatif, maupun perilaku yang menyakiti rakyat.

“Menjadi polisi harus ada manfaatnya. Kalau tidak ada manfaatnya, maka tidak ada gunanya, dan ingat, menjadi polisi itu ada batasnya, tapi menjadi rakyat tidak ada batasnya,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (30/9).

Chryshnanda yang juga merupakan Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri itu mengingatkan bahwa tugas sebagai polisi bukan hanya soal jabatan dan kewenangan, melainkan juga tentang pengabdian dan kebermanfaatan bagi bangsa dan negara.

Menurutnya, setiap anggota Polri harus menyadari bahwa jati diri polisi sejatinya adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

 

 

 

Jadilah Polisi Rakyat

Maka dari itu, ia menyerukan agar seluruh personel Polri menjadi ‘polisi rakyat’ atau menjadi sosok yang hadir dengan ketulusan, empati, dan integritas dalam melayani rakyat.

“Jadilah polisi rakyat. Maka, yang saya katakan adalah setop sombong, setop bohong, dan setop menyakiti. Di situlah konteksnya,” katanya dengan tegas.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa sikap rendah hati, kejujuran, dan kepedulian merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap Polri.

Lebih lanjut, jenderal polisi bintang tiga itu mengajak seluruh jajaran pendidikan kepolisian untuk terus menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan spiritualitas dalam setiap proses pembinaan dan pelatihan anggota Polri agar lahir sosok-sosok polisi yang berintegritas dan humanis.

“Polri harus terus berbenah. Kita hadir bukan untuk ditakuti, tapi untuk dicintai rakyat. Itu hanya bisa terwujud bila kita bekerja dengan hati dan nurani,” ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6