Ada Demo Hari Tani di DPR, Begini Cara Polisi Cegah Masuknya Penyusup Berpotensi Tebar Provokasi

Polda Metro Jaya mewanti-wanti agar demo memperingati Hari Tani ke-65 di depan Gedung DPR/MPR RI, Selasa (24/9/2025) tidak ditunggangi pihak tak bertanggung jawab.

Diperbarui 24 September 2025, 09:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polda Metro Jaya antisipasi penyusup di demo Hari Tani ke-65.
  • Polisi intens berkomunikasi dengan korlap untuk hindari provokasi.
  • Komitmen bersama menjaga aksi damai dan menolak pihak tak bertanggung jawab.

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya mewanti-wanti agar demo memperingati Hari Tani ke-65 di depan Gedung DPR/MPR RI, Selasa (24/9/2025) tidak ditunggangi pihak tak bertanggung jawab. Demi mengantisipasi potensi itu, polisi melakukan komunikasi intensif dengan penanggungjawab demo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, komunikasi dengan koordinator lapangan sudah dilakukan jauh-jauh hari.

Komunikasi itu mencakup berbagai hal teknis, mulai dari jumlah massa yang akan hadir, asal keberangkatan, kendaraan yang digunakan, rute menuju lokasi, hingga pakaian dan atribut yang dipakai peserta.

"Kita sama-sama bersepakat menghindari adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, adanya penyusup, adanya oknum-oknum yang berbeda tujuannya dengan tujuan para penyampaian pendapat ini," kata dia di kawasan DPR/MPR Jakarta Pusat pada Rabu (24/9/2025).

"Inilah yang sama-sama kami kuatkan terus bersama, komitmen dengan para korlap aksi ini agar tidak mudah disusupi, dan jangan sampai disusupi, karena itu akan membuat nama dari penyampaian aksi ini juga tidak baik. Karena komitmennya adalah menyampaikan aksi di hari yang baik ini, di Hari Tani yang ke-65," sambung dia.

Provokasi Lewat Sosial Media

Dia menjelaskan, provokasi bisa muncul bukan hanya di lapangan, tapi lewat media sosial. Oleh karena itu, Ade Ary mengimbau seluruh pihak solid menjaga jalannya aksi dan tidak mudah terpancing provokasi.

"Kita harus kuat bersatu, jangan mudah terprovokasi. Provokasi bisa terjadi melalui medsos juga, oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, nanti di lapangan, dan lain sebagainya," ucap dia.

Komitmen Jaga Demo Tetap Damai

Menurutnya, polisi dan korlap telah bersepakat untuk menjaga jalannya demo agar tetap damai.

"Kami yakin jika kerja sama ini terus dibangun, kita bersama ya, solid, nanti mudah-mudahan tidak ada penyusup. Mudah-mudahan tidak ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin memanfaatkan situasi. Kita situasi sudah aman, damai, tenang saat ini," ujar dia.

"Kita juga harus menolak secara bersama-sama apabila ada penyusup, ada orang yang tidak bertanggung jawab. Semoga beberapa kejadian terakhir menjadi pelajaran bagi kita," dia menandaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6