OPINI: Operasi 'Bendera Proletar Palsu' Kaum Kapitalis Barat

Metode atau strategi yang meniru cara kerja bekas musuhnya, dalam intelijen disebut sebagai “Operasi Bendera Palsu” (False-Flag Operation).

Diterbitkan 20 September 2025, 08:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Revolusi yang mendunia terutama saat ini di Asia Tenggara merupakan gerakan sosial kaum marjinal, yang digerakkan oleh kaum Kapitalis Barat yang mirip dengan metode kaum Bolsevik ketika menggerakkan revolusi proletar di Rusia pada 1918. Metode atau strategi yang meniru cara kerja bekas musuhnya, dalam intelijen disebut sebagai “Operasi Bendera Palsu” (False-Flag Operation).

Operasi tersebut bertujuan agar publik mengira bahwa yang bergerak adalah kaum marjinal atau rakyat jelata, padahal merupakan gerakan proletar kontemporer yang digerakkan oleh kaum kapitalis Barat.

Mari kita buat analisis perbandingan dengan membaginya dalam dua bagian besar: (1) Metode Lenin dan Partai Komunis Rusia dalam menggerakkan revolusi proletar dan (2) Metode Kapitalis Barat (khususnya Amerika Serikat) dalam menggerakkan “revolusi dunia” kontemporer melawan kapitalisme Tiongkok dan nasionalisme Donald Trump.

1. Metode Lenin dan Partai Komunis Rusia

A. Ideologi sebagai penggerak utama

Lenin menggunakan Marxisme-Leninisme sebagai fondasi. Ideologi ini memberikan kerangka moral dan tujuan akhir: diktatur proletariat menuju masyarakat tanpa kelas.

B. Partai pelopor (vanguard)

Perubahan digerakkan oleh kelompok kecil revolusioner profesional yang disiplin, yang kemudian mengarahkan massa.

C. Mobilisasi rakyat bawah

Fokus pada buruh, petani, dan tentara. Lenin memanfaatkan penderitaan mereka akibat perang, kelaparan, dan represi Tsar.

Slogan populis sederhana “Tanah, Roti, Perdamaian” menjadi bahasa revolusi yang langsung dipahami massa.

Taktik pengambilalihan kekuasaan: Revolusi dilakukan secara frontal, melalui pemberontakan bersenjata yang terorganisir, bukan melalui reformasi bertahap.

Institusionalisasi: Setelah berkuasa, segera dibangun struktur baru: Soviet, Cheka, nasionalisasi industri, yang mengamankan rezim dan memperluas kontrol.

 

Metode Kapitalis Barat

2. Metode Kapitalis Barat (AS) Kontempore

AS sedang “menggerakkan revolusi dunia” dengan tujuan mempertahankan hegemoninya, menghadapi dua tantangan besar: kapitalisme negara ala Tiongkok dan nasionalisme populis Trump di dalam negeri sendiri. Metodenya berbeda jauh dari Lenin, tapi punya pola persamaan tertentu.

a. Basis Ideologi

Lenin berangkat dari sosialisme ilmiah.

AS kini berangkat dari kapitalisme liberal-demokratik, tetapi dengan narasi “global governance” yaitu: demokrasi, HAM, kebebasan pasar, dan keterbukaan. Namun di balik narasi ini, tujuannya tetap menjaga dominasi dolar, teknologi, dan supply chain global.

b. Aktor Penggerak

Lenin: partai pelopor (Bolshevik)

AS koalisi kapital transaksional — Wall Street, Silicon Valley, lembaga keuangan internasional (IMF, World Bank), serta jaringan NGO dan media global. Mereka bukan partai tunggal, tetapi bekerja dalam orkestrasi yang rapi.

c. Target Mobilisasi

Lenin memobilisasi proletar Rusia (buruh, petani, tentara).

AS memobilisasi kelas menengah global (urban educated, aktivis NGO, kelompok liberal di negara-negara berkembang) serta elit kosmopolitan yang diuntungkan oleh globalisasi. Di dalam negeri, AS juga sedang memobilisasi kelas menengah progresif untuk melawan populisme Trump, dengan isu gender, ras, climate change, dan anti-fasisme.

d. Metode Perjuangan

Lenin: revolusi bersenjata, pengambilalihan negara.

AS: revolusi lunak (soft revolution) melalui ekonomi: sanksi, tarif, decoupling supply chain dari Tiongkok. Juga melalui teknologi: kontrol chip, AI, 5G, serta dominasi standar internasional. Melalui Budaya/Media: narasi anti-otoritarianisme (melawan Tiongkok) dan anti-fasisme (melawan Trumpisme). NGO & Civil Society: membiayai gerakan HAM, demokrasi, gender equality, lingkungan, yang dijadikan “kuda troya” dalam politik domestik negara-negara lain. Koalisi Global: memperkuat NATO, G7, dan blok ekonomi demokrasi melawan BRICS+.

e. Slogan dan Narasi

Lenin: “Tanah, Roti, Perdamaian.”

AS: “Democracy vs Authoritarianism,” “Climate Justice,” “Inclusive Growth,” dan “Protecting the Rules-Based Order.”Slogan ini bersifat universal, mudah dijual, dan dipakai sebagai legitimasi untuk melawan musuh geopolitik.

f. Institusionalisasi

Lenin: Soviet, Cheka, nasionalisasi.

AS: global institutions (WTO, IMF, NATO, UN agencies), private governance (big tech, rating agencies, SWIFT system), serta military bases di seluruh dunia. Semua ini memperkuat sistem kapitalisme liberal global.

 

Perbandingan

3. Perbandingan Utama

Aspek Lenin (1917) Ideologi Sosialisme ilmiah, anti-kapitalis. 

Aktor: Partai Pelopor. Basis Massa: Buruh, tani, tentara. Metode: Revolusi bersenjata.

Slogan: Tanah, Roti, Perdamaian

Tujuan: Negara proletary

 

Aspek AS (Kontemporer) Kapitalisme liberal, demokrasi global. 

Aktor: Jaringan kapital transnasional, NGO, media Kelas menengah global, aktivis liberal, elit kosmopolitan.

Revolusi lunak: ekonomi, media, teknologi, Democracy, Climate, Human Rights.

Tujuan: Hegemoni kapitalisme Barat, anti-Tiongkok & anti-Trumpisme

 

4. Kesimpulan Strategis

Lenin berjuang untuk menggulingkan kapitalisme.

AS kini justru berjuang untuk menyelamatkan kapitalisme global dari dua ancaman Kapitalisme negara Tiongkok yang menyaingi mereka secara ekonomi dan Nasionalisme populis Trump yang merongrong kapitalisme global dari dalam negeri AS sendiri.

Dengan kata lain, Lenin memimpin revolusi untuk menghancurkan kapitalisme, sedangkan AS di era ini memimpin revolusi untuk mempertahankan kapitalisme, dalam format baru yang lebih progresif.

 

Oleh: Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6