Sikap Kapolri soal Tim Reformasi Kepolisian dan Adanya Isu Pergantian

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan institusi kepolisian siap menerima masukan ataupun rekomendasi dari Tim Reformasi Polri.

Diterbitkan 17 September 2025, 21:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kapolri Listyo Sigit terbuka menerima masukan Tim Reformasi Kepolisian.
  • Polri tegaskan akan tertibkan aksi melanggar aturan dan yakin sesuai SOP.
  • Polri terus perbaiki kultural, terapkan sistem reward dan punishment.

Liputan6.com, Jakarta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan institusi kepolisian siap menerima masukan ataupun rekomendasi dari Tim Reformasi Kepolisian.

Dia juga tak mempersoalkan soal adanya Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian, yang dijabat mantan Wakapolri Ahmad Dofiri.

"Dari dulu kan kita selalu terbuka apalagi dengan komite, dengan Penasihat Presiden, tentunya kita akan membuka ruang untuk mendapatkan masukan dan perbaikan. Karena berkaitan dengan hal tersebut terus kita lakukan," jelas Listyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Dia juga terbuka apabila nantinya rekomendasi dari Tim Reformasi Kepolisian berisi pemberhentian dari jabatan.

Listyo menyebut Polri merupakan seorang prajurit yang tegak lurus dengan perintah atasan.

"Saya kira Polri ini kan prajurit, tegak lurus," kata Listyo.

Yakin Anggotanya Bertindak Sesuai Prosedur

Sebelumnya, kata dia, Polri akan menertibkan aksi-aksi yang melanggar norma dan aturan. Listyo menekankan Polri memiliki kewenangan untuk memproses apabila ada tindakan pidana dalam aksi demonstrasi.

"Terhadap hal yang sifatnya merugikan kepentingan umum dan melanggar norma, aturan tentunya tidak sesaui UU Nomor 9 tentu ada tahap yang harus kita lakukan. Dan kita informasikan di awal, tahapan itu," jelas Listyo.

Dia mempersilahkan penanganan Polri dalam aksi demonstrasi diusut. Listyo meyakini anggotanya sudah melakukan pengamanan sesuai prosedur.

"Ya silahkan akan dilakukan pendalaman. yang jelas seluruh ragam kegiatan kita harus mengikuti SOP. Sepanjang dalam aturan itu ada komisioner, kampolnas pihak ekternal bisa lihat itu semua," tutur dia.

 

Perbaikan Kultural

Di sisi lain, Listyo menyebut Polri terus melakukan perbaikan kultural. Salah satunya, memberikan reward and punishment kepada anggota Polri.

"Kita terus melakukan perbaikan. Justru kita ingin dapat masukan apa yang diharapkan. Kalau progres perbaikan dari kultural sudah dilakukan upaya. Namun tentunya kita terus pingin dapat masukan karena punishment and reward kita sudah lakukan," pungkas Listyo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6