Liputan6.com, Jakarta - Intensitas hujan yang tinggi sejak Selasa 9 September 2025 membuat sejumlah wilayah di Bali banjir. Bahkan di wilayah Jembrana, banjir menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Menurut Kepala Desa Pengambengan, Jembrana, Kamaruzzaman, salah satu korban meninggal dunia atas nama Nita Kumala (23) warga Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, wanita yang tengah hamil dua bulan itu sempat hanyut.
"Jenazah ditemukan warga di rawa tidak jauh dari tempat dia hanyut," kata Kepala Desa Pengambengan Kamaruzzaman, saat ditemui di lokasi. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (10/9/2025).
Advertisement
Korban meninggal dunia lainnya atas nama I Komang Oka Sudiastawa (38). Sebelumnya, warga Desa Dangin Tukadaya terpeleset itu dan tenggelam di genangan banjir.
Selain itu, empat orang hilang terbawa banjir yang menghantam dua ruko yakni Ruko Taslim Textile dan New Centrum di Jalan Sulawesi Nomor 9 Denpasar Barat, Bali.
Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Krisna Dewi mengatakan awalnya ada enam orang dilaporkan hilang dari dua ruko tersebut.
Namun setelah dicari oleh pihak keluarga ada dua orang yang tidak ada di rumah saat kejadian, sementara empat orang lainnya hingga kini masih tak ada kabar. Identitas keempat orang tersebut masih belum terungkap.
"Tadi pagi laporan yang hilang itu ada enam orang. Namun yang ruko tadi, dua orang sudah ditemukan di rumah sakit dalam keadaan selamat, kemudian empat orang lagi masih hilang. Empat orang ini dari dua rusun, duanya dari Ruko Taslim, dua lagi dari Ruko New Centrum," kata Laksmi Krisna.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi dan Kesiapsiagaan SAR Denpasar Juni Antara menambahkan, data terbaru mencatat, evakuasi di Jalan Pura Demam berhasil menyelamatkan 53 orang dewasa, 17 anak dan 11 balita. Di Jalan Pulau Misol, tim mengevakuasi lima orang dewasa dan dua balita.
Berikut sederet fakta terkait bencana banjir di Bali dihimpun Tim News Liputan6.com:
1. Upaya TNI Evakuasi Warga Denpasar, Basarnas Sulit Capai Lokasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344161/original/049723100_1757479984-IMG_5752.jpeg)
Puluhan prajurit TNI Kodam IX/Udayana dikerahkan untuk mengevakuasi warga terdampak banjir pada sejumlah tempat di Kota Denpasar, Bali..
Di Denpasar, titik-titik banjir ada di kawasan Pura Demak, Monang-Maning, Tegal Kerta, hingga Pasar Kumbasari.
Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, langsung menginstruksikan pengerahan personel dari Kodim 1611/Badung beserta empat perahu karet jenis LCR (Landing Craft Rubber Boat) untuk membantu masyarakat yang terdampak.
"Untuk sementara kami fokuskan personel di kawasan Pasar Kumbasari, Jalan Gajah Mada Denpasar, mengingat dampaknya cukup parah. Kami berharap banjir segera surut sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal," ujar Dandim 1611/Badung I Putu Tangkas Wiratawan.
Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya mengaku kesulitan mengakses lokasi-lokasi yang dipetakan BPBD Bali. Sebab banjir terjadi pada hampir seluruh wilayah Denpasar akibat hujan ekstrem selama lebih dari 24 jam.
"Tim sulit akses ke lokasi banjir, di mana-mana banjir, setinggi truk saja sulit lewati banjir, kami masih berupaya menuju lokasi-lokasi terdampak,” kata dia.
Hingga pukul 11.00 WITA, Basarnas Bali sudah menyebarkan personel ke lokasi banjir terparah di Denpasar yaitu di kawasan Pulau Misol, Pulau Biak 1, Pura Demak, dan wilayah Teuku Umar.
"Posisi tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan unsur SAR lainnya dari BPBD dan PMI yang berada di Pulau Misol, sampai pukul 11.00 Wita, telah mengevakuasi dua balita, dua lansia, dan tiga orang dewasa. Informasi lain di Pulau Biak 1, seluruh warganya telah berada di posisi aman di Balai Banjar," jelas I Nyoman.
Advertisement
2. Dua Warga Jembrana Meninggal Dunia Terseret Arus, Tim SAR Evakuasi Warga Denpasar dari Kepungan Banjir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344162/original/053585500_1757479984-1000911747.jpg)
Tingginya intensitas hujan sejak Selasa 8 September 2025, membuat sejumlah wilayah di Bali kebanjiran. Bahkan di wilayah Jembrana, banjir menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Kepala Desa Pengambengan, Jembrana, Kamaruzzaman mengatakan salah satu korban meninggal dunia atas nama Nita Kumala (23) warga Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, wanita yang tengah hamil dua bulan itu sempat hanyut.
"Jenazah ditemukan warga di rawa tidak jauh dari tempat dia hanyut," kata Kepala Desa Pengambengan Kamaruzzaman, saat ditemui di lokasi. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (10/9/2025).
Peristiwa itu terjadi saat Nita yang hendak pulang ke Dusun Kumbading dari Dusun Munduk, Desa Pengambengan. Dia dibonceng suaminya menggunakan sepeda motor. Saat melintasi jalan yang digenangi banjir, sepeda motornya terseret arus ke arah rawa.
Bilal berhasil menyelamatkan diri dan mencari pertolongan warga. Sementara Nita terseret arus hingga akhirnya hanyut dan ditemukan tewas.
Korban meninggal dunia lainnya atas nama I Komang Oka Sudiastawa (38). Sebelumnya, warga Desa Dangin Tukadaya terpeleset itu dan tenggelam di genangan banjir.
Nanda, keponakan korban mengatakan, pamannya itu mulanya mengecek banjir di sekitar rumahnya yang ketinggiannya mencapai pinggang orang dewasa.
"Kemungkinan terpeleset dan kepalanya terbentur sehingga tenggelam," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi dan Kesiapsiagaan SAR Denpasar, Juni Antara, juga memimpin evakuasi di wilayah Teuku Umar.
"Sampai dengan saat ini kami masih terus mengupdate data dengan BPBD, terkait permintaan evakuasi ataupun data korban yang sudah terevakuasi, sehingga keseluruhannya bisa tersisir dan data pun tidak simpang siur," ucap Juni Antara.
Data terbaru mencatat, evakuasi di Jalan Pura Demam berhasil menyelamatkan 53 orang dewasa, 17 anak dan 11 balita. Di Jalan Pulau Misol, tim mengevakuasi lima orang dewasa dan dua balita. Sementara itu, di Kampung Jawa, Jalan Ahmad Yani, dua orang dewasa dan satu anak berhasil dipindahkan ke tempat aman.
Sidakarya mengimbau warga di wilayah rawan banjir agar tetap waspada dan segera mengungsi jika ada tanda bahaya.
"Warga yang berada di wilayah rawan banjir agar tetap berada di tempat aman, dan apabila sudah ada tanda-tanda bahaya segera evakuasi mandiri, sebelum kondisinya semakin parah," ujar dia.
3. Empat Orang Hilang Terseret Arus, Identitas Belum Terungkap dan Sebanyak 9 Ruko Dihantam Banjir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344160/original/045424600_1757479984-1000911802.jpg)
Empat orang hilang terbawa banjir yang menghantam dua ruko yakni Ruko Taslim Textile dan New Centrum di Jalan Sulawesi Nomor 9 Denpasar Barat, Bali.
Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Krisna Dewi mengatakan awalnya ada enam orang dilaporkan hilang dari dua ruko tersebut.
Namun setelah dicari oleh pihak keluarga ada dua orang yang tidak ada di rumah saat kejadian, sementara empat orang lainnya hingga kini masih tak ada kabar. Identitas keempat orang tersebut masih belum terungkap.
"Tadi pagi laporan yang hilang itu ada enam orang. Namun yang ruko tadi, dua orang sudah ditemukan di rumah sakit dalam keadaan selamat, kemudian empat orang lagi masih hilang. Empat orang ini dari dua rusun, duanya dari Ruko Taslim, dua lagi dari Ruko New Centrum," kata Laksmi Krisna dilansir Antara, Rabu (10/9/2025).
Menurut Laksmi, informasi tersebut dilaporkan kepada Polsek Denpasar Barat sekitar pukul 06.00 WITA. Namun tim sempat terkendala karena kondisi di sekitar lokasi kejadian terkena banjir.
"Tadi saya dapat informasi sekitar jam 6.00 pagi, karena akses menuju lokasi ini terkendala ada banjir di beberapa ruas jalan di Denpasar sehingga mungkin sedikit terhambat, namun setelah itu pelaksanaan proses evakuasi telah dilaksanakan sambil koordinasi juga Polda dan Polresta Denpasar," katanya.
Laksmi menjelaskan sejak pukul 03.00 Wita, pihaknya telah memberikan perintah kepada seluruh Babinkamtibmas agar siaga di desa binaan dan memastikan setiap warga aman. Dia belum memastikan kerugian materi dari bencana tersebut.
"Hampir setengah dari bagian bangunan itu sudah tergerus air, karena memang arus air sungai ini sangat deras sekal. Arusnya termasuk sampai ke jembatan juga kelihatan tinggi sekali. Makanya kami pun mengimbau kepada masyarakat yang kalau memang tidak ada keperluan yang penting atau urgen sekali, tolong tetap tinggal di rumah masing-masing kecuali mungkin terdampak bencana, bisa mengungsi atau lapor di 110," katanya.
Selain Toko Tasnim Textile, ada sembilan ruko di samping kiri dan kanan juga terdampak banjir Bali. Air yang meluap dari Sungai Tukad Badung merobohkan bangunan toko yang diisi oleh barang-barang tekstil.
Ruko-ruko tersebut umumnya berukuran tiga meter. Gulungan-gulungan kain tampak masih ada yang tersisa, namun sebagian besar telah hanyut terbawa air.
Sementara itu seorang warga pemilik ruko di Jalan Sulawesi, Harman Asegaf mengatakan pada pukul 5.15 WITA dia mendengar getaran yang terjadi di dinding ruko. 15 menit kemudian, dinding bagian belakang rukonya ambruk.
"Mungkin akibat terlambat buka pintu air, makanya cepat ambruk bangunannya," katanya.
Hingga berita ini disiarkan, dentuman-dentuman kecil masih terdengar dari beberapa bangunan ruko yang berderet di Jalan Sulawesi Denpasar. Posisi beberapa bangunan tersebut sudah nampak miring ke arah sungai. Puluhan personel Polisi mengatur lalu lintas dan mengevakuasi warga sekitar.
Advertisement
4. Ruko di Denpasar Bali Ambruk Diterjang Banjir, 4 Orang Dilaporkan Tewas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344557/original/047512500_1757488302-Untitled.jpg)
Ruko tempat tinggal yang ada di pinggir sungai Jalan Sulawesi, Denpasar, Bali, ambruk usai tak mampu menahan derasnya arus banjir akibat curah hujan deras dengan intensitas tinggi, yang terjadi di Bali sejak Selasa hingga Rabu (10/9/2025).
Akibat peristiwa itu empat orang dilaporakan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya ditemukan selamat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya, saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (10/9/2025) mengatakan, data yang diperoleh dari pihak kepolisian, total korban dalam bangunan runtuh sebanyak enam orang dengan rincian, dua selamat dan empat meninggal dunia.
"Korban yang selamat dari Toko Kain Centrum yaitu atas nama Muis dan Ousay," katanya.
Sementara empat korban ditemukan meningal dunia, yaitu seorang Ibu bernama Nadira, anak perempuan bernama Maimunah, serta Tasnim, dan Parwa Husein, pemilik toko kain Tasnim
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di Denpasar, Rabu (10/9/2025) mengatakan, saat ini pemerintah masih berfokus pada evakuasi warga yang terjebak di rumah maupun terseret arus sungai.
"Ya tentu sekarang kami belum bisa (menentukan status kebencanaan) karena saya dari jam 4 pagi bersama pak wakil di lapangan, belum menentukan, sekarang kami turun untuk penyelamatan, evakuasi dulu, itu prioritasnya," katanya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, Provinsi Bali, sampai saat ini juga belum mengeluarkan status kebencanaan akibat banjir yang melanda hampir seluruh kota sejak dini hari tadi, karena masih memfokuskan mengevakuasi warga terdampak banjir.
Jaya Negara mencatat hingga siang ini setidaknya tiga orang dinyatakan meninggal dunia, dua orang hilang, dan banyak yang telah dievakuasi ke posko pengungsian seperti balai-balai banjar.
"Yang jelas pasti kita akan bahas status darurat bencana karena itu dasar kita untuk mengeluarkan anggaran darurat kebencanaan untuk menanggulangi para korban," ujarnya.
Dari pemetaan Pemkot Denpasar setidaknya ada tujuh titik banjir terparah yaitu di kawasan Pasar Badung dan sungai Tukad Badung yang berhimpitan, Kertalangu, Padangsambian Kaja, Pura Demak, Sidakarya, Panjer, dan Pemogan di kawasan Taman Pancing.
Wali kota melihat kondisi ini diakibatkan oleh beban di hulu Tukad Badung yang cukup tinggi akibat hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari 24 jam, bahkan ia mengaku selama hidupnya kondisi ini pertama kali terjadi di ibu kota Provinsi Bali itu.
Selain mengevakuasi korban di lokasi-lokasi banjir Bali yang tingginya menyentuh atap rumah warga, Pemkot Denpasar juga mulai mendata korban dan kerusakan salah satunya runtuhnya dua bangunan toko kain di Jalan Sulawesi akibat derasnya sungai Tukad Badung.
"Kami akan siapkan dari dana bencana untuk kerugian pedagang, tidak di sini saja tapi banyak dari Padangsambian ada rumahnya jebol, temboknya jebol, banyak kerugian mobil, kami sekarang minta kades/lurah mendata, kita mendata kerugian yang ditimbulkan di desa-desa, kerugiannya kita akan ganti rugi," ucap Jaya Negara.
5. Detik-Detik Ruko Ambruk Diterjang Banjir di Bali, Ada Tujuh Titik Terparah Banjir Bali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5068860/original/043597600_1735283077-20241227-Pantai_Kodangan_Bali-AFP_5.jpg)
Ruko tempat tinggal yang ada di pinggir sungai Jalan Sulawesi, Denpasar, Bali, ambruk usai tak mampu menahan derasnya arus banjir akibat curah hujan deras dengan intensitas tinggi, yang terjadi di Bali sejak Selasa hingga Rabu (10/9/2025). Akibat peristiwa itu empat orang ditemukan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya selamat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya, saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (10/9/2025) mengatakan, data yang diperoleh dari pihak kepolisian, total korban ruko ambruk sebanyak enam orang, dengan rincian dua selamat dan empat meninggal dunia.
"Korban yang selamat dari Toko Kain Centrum yaitu atas nama Muis dan Ousay," katanya.
Sementara empat korban ditemukan meningal dunia, yaitu seorang Ibu bernama Nadira, anak perempuan bernama Maimunah, Tasnim, dan Parwa Husein, pemilik toko kain.
Selain Toko Tasnim Textile, ada sembilan ruko di samping kiri dan kanan juga terdampak banjir Bali. Air yang meluap dari Sungai Tukad Badung merobohkan bangunan toko yang diisi oleh barang-barang tekstil.
Ruko-ruko tersebut umumnya berukuran tiga meter. Gulungan-gulungan kain tampak masih ada yang tersisa, namun sebagian besar telah hanyut terbawa air.
Harman Asegaf, seorang warga pemilik ruko di Jalan Sulawesi, mengatakan pada pukul 05.15 Wita dirinya mendengar getaran yang terjadi di dinding ruko. Lalu 15 menit kemudian, dinding bagian belakang rukonya ambruk.
"Mungkin akibat terlambat buka pintu air, makanya cepat ambruk bangunannya," katanya.
Sebelumnya juga terdengar dentuman-dentuman kecil dari beberapa bangunan ruko yang berderet di Jalan Sulawesi Denpasar. Posisi beberapa bangunan tersebut sudah nampak miring ke arah sungai. Puluhan personel Polisi mengatur lalu lintas dan mengevakuasi warga sekitar.
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di Denpasar, Rabu (10/9/2025) mengatakan, saat ini pemerintah masih berfokus pada evakuasi warga yang terjebak di rumah maupun terseret arus sungai.
"Ya tentu sekarang kami belum bisa (menentukan status kebencanaan) karena saya dari jam 4 pagi bersama pak wakil di lapangan, belum menentukan, sekarang kami turun untuk penyelamatan, evakuasi dulu, itu prioritasnya," katanya.
Sementara, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, Provinsi Bali, sampai saat ini juga belum mengeluarkan status kebencanaan akibat banjir yang melanda hampir seluruh kota sejak dini hari tadi, karena masih memfokuskan mengevakuasi warga terdampak banjir.
Dari pemetaan Pemkot Denpasar setidaknya ada tujuh titik banjir terparah yaitu di kawasan Pasar Badung dan sungai Tukad Badung yang berhimpitan, Kertalangu, Padangsambian Kaja, Pura Demak, Sidakarya, Panjer, dan Pemogan di kawasan Taman Pancing.
Pihak Pemkot melihat kondisi ini diakibatkan oleh beban di hulu Tukad Badung yang cukup tinggi akibat hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari 24 jam, bahkan ia mengaku selama hidupnya kondisi ini pertama kali terjadi di ibu kota Provinsi Bali itu.
Selain mengevakuasi korban di lokasi-lokasi banjir Bali yang tingginya menyentuh atap rumah warga, Pemkot Denpasar juga mulai mendata korban dan kerusakan salah satunya runtuhnya dua bangunan toko kain di Jalan Sulawesi akibat derasnya sungai Tukad Badung.
"Kami akan siapkan dari dana bencana untuk kerugian pedagang, tidak di sini saja tapi banyak dari Padangsambian ada rumahnya jebol, temboknya jebol, banyak kerugian mobil, kami sekarang minta kades/lurah mendata, kita mendata kerugian yang ditimbulkan di desa-desa, kerugiannya kita akan ganti rugi," ucap Wali Kota Denpasar Jaya Negara.
Advertisement
6. Gubernur Bali Bakal Ganti Rugi Pedagang Pasar Badung Terdampak Banjir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3653555/original/095239900_1638755771-WhatsApp_Image_2021-12-06_at_08.30.17.jpg)
Gubernur Bali, Wayan Koster meminta Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara untuk segera mendata kerugian warga, terutama pedagang Pasar Badung dan dua bagunan toko kain yang runtuh di pesisir Tukad Badung.
Menurut dia, barang yang hanyut dan rusak akan diganti rugi pihaknya. Adapun ini disampaikan Koster saat meninjau titik terparah banjir di Kota Denpasar.
"Di sini pedagang pasar ada sekitar 200, jadi karena barangnya hanyut dan rusak maka akan diganti rugi, berapa besarnya saya minta Pak Wali Kota untuk menghitung semua, kemudian ada bangunan yang roboh dan rusak itu akan direhabilitasi," kata dia seperti dilansir dari Antara, Rabu (10/9/2025).
"Ini kan hulunya jauh, panjang ini Tukad Badung, lalu curah hujan memang sangat tinggi dari kemarin selama sehari ya, tentu saja ini menimbulkan masalah banjir," sambungnya.
Koster mengungkapkan, nantinya ganti rugi untuk pedagang ini akan menggunakan APBD Provinsi dan Kota Denpasar, di mana agar mereka bisa kembali berjualan.
"Baik untuk ganti rugi material barang-barang dagangan pedagang dan bangunan yang rusak akan didanai dari bagi APBD Provinsi dan Kota Denpasar. Jadi semuanya akan diganti rugi," ungkap dia.
Selain di kawasan Pasar Badung dan Tukad Badung, Pemprov Bali mendata ada 43 titik banjir di Kota Denpasar dengan dua terparah yaitu kawasan Pasar Badung dan sepanjang aliran Tukad Badung yang berhimpitan dan kawasan Jalan Pura Demak.
Selain mendata kerugian warga, Gubernur Koster meminta fokus penanganan banjir adalah menyelamatkan para pedagang dan masyarakat, sebab saat ini masih ada dua orang dinyatakan hilang.
Selanjutnya mengajak seluruh pihak, termasuk TNI, membantu membersihkan jalanan Denpasar sehingga kondisi lebih kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas kembali.
7. Analisis BMKG Penyebab Hujan Ekstrem Bikin Bali Dikepung Banjir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344229/original/026756700_1757481559-IMG_20250910_112530.jpg)
Banjir menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Bali. Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menyebutkan, sebagian besar kabupaten kota di Bali mengalami curah hujan lebat hingga ekstrem di atas 150 milimeter per hari, pada periode 9-10 September 2025.
"Dalam tiga hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Bali," kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Rabu (10/09/2025).
Berdasarkan hasil pantauan, hujan turun sejak Selasa (9/9) di Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Klungkung dan Karangasem dalam kategori lebat di atas 50 milimeter (mm) per hari hingga kategori ekstrem di atas 150 mm.
Hujan tersebut bahkan berlanjut hingga Rabu pagi ini, hingga menyebabkan bencana hidrometeorologi, di antaranya banjir di sejumlah titik.
Dia menambahkan, dari analisis dinamika atmosfer menunjukkan kondisi ekstrem tersebut dipicu oleh aktif gelombang ekuatorial Rosby yang berdampak memicu pertumbuhan awan konvektif atau awan hujan.
Selain itu, ada juga kelembaban udara dalam kategori lembab hingga lapisan 200 milibar (mb) atau hingga 12.000 meter.
"Kondisi itu mendukung pembentukan awan konvektif dengan puncak awan yang tinggi sehingga menimbulkan hujan lebat disertai kilat atau petir," ucapnya.
Sementara itu, banjir terjadi di sejumlah titik di Denpasar, di antaranya di permukiman Pura Demak, kemudian kawasan Pasar Badung yang berada dekat aliran Tukad (Sungai) Badung di Denpasar.
Banjir juga melanda permukiman di Dusun Munduk, Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana mengakibatkan satu orang hilang terseret arus banjir yang saat ini masih dalam pencarian.
Bencana alam di Jembrana itu juga berdampak terhadap lalu lintas vital jalur Denpasar-Gilimanuk sehingga menyebabkan kemacetan di sejumlah titik menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali juga mendata di Tabanan dan Karangasem juga terjadi pohon tumbang yang menutup akses jalan dan menimpa kabel listrik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150730/original/087392600_1741089021-250304_Banjir_Jabodetabek_p_01.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344271/original/058175900_1757482730-1000912278.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4275071/original/007659000_1672215517-022041600_1517486603-20180201-Cuaca-Ekstrem-IA1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3422244/original/091053300_1617783755-079120000_1577866352-20200101-Ciliwung-Meluap_-Banjir-Rendam-Kawasan-Rawajati-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371130/original/056496300_1476192096-Denpasar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112717/original/083755900_1659593171-Cuaca-Musim-Panas-Jerman-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516708/original/086344400_1782442238-FKMHu9nLevAWAyQIYki6NPs3QdFS3b1xUsdErHHu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8521248/original/046515100_1782449049-20260626_112801.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5166281/original/083529500_1742264656-30ac155b-e2f6-4cf5-8c97-ce0bc8c25cbb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4212358/original/031108900_1667384841-9a8d3846-2297-4d73-bcc5-0dd3d1091ad6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472724/original/039206100_1768374193-budidaya_ikan_konsumsi_di_rumah4a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257697/original/005824500_1781252126-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3200260/original/036462100_1596658442-claudio-guglieri-K2RH1QZdLF4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7836138/original/024120000_1780656855-4.jpg)