Negara Tidak Boleh Kalah, GM FKPPI Dorong Investigasi Dugaan Makar

Beberapa hari terakhir, selain aksi demonstrasi, terjadi pula penjarahan dan pembakaran kantor milik negara yang merugikan masyarakat luas.

Diperbarui 05 September 2025, 14:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • GM FKPPI bertemu Istana bahas situasi kebangsaan dan aspirasi rakyat.
  • Aksi massa wajah demokrasi, tapi jangan dinodai anarkisme atau makar.
  • Desak pemerintah bentuk Tim Investigasi Independen usut makar dan tuntutan.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (GM FKPPI), Sandi Rahmat Mandela, bersama pimpinan organisasi kepemudaan (OKP) dan pimpinan organisasi mahasiswa diterima langsung di Istana Negara untuk menyampaikan pandangan terkait situasi kebangsaan yang berkembang. Pertemuan ini menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk menegaskan sikap, sekaligus menyampaikan aspirasi rakyat yang belakangan banyak tumpah di jalanan.

GM FKPPI memandang gerakan mahasiswa dan rakyat yang turun ke jalan adalah bagian dari tradisi panjang perjuangan bangsa. Sejak masa kolonial, reformasi, hingga hari ini, suara rakyat selalu hadir sebagai penyeimbang negara.

“Aksi massa adalah wajah demokrasi. Kita boleh memenuhi setiap sudut kota dengan massa aksi, mengisi setiap langkah dengan aspirasi dan tuntutan,” ujar Sandi.

Namun ia mengingatkan, perjuangan yang lahir dari idealisme dan suara nurani tidak boleh dinodai. Beberapa hari terakhir, selain aksi demonstrasi, terjadi pula penjarahan dan pembakaran kantor milik negara yang merugikan masyarakat luas.

“Jika gerakan rakyat telah disusupi makar, sejatinya itu adalah pengkhianatan terhadap semangat juang yang luhur. Aspirasi yang lahir dari jeritan rakyat harus dijaga kemurniannya, jangan sampai dibajak oleh tindakan anarkis dan kepentingan yang merusak,” tegasnya.

Menurut GM FKPPI, demonstrasi harus tetap berada dalam koridor perjuangan beradab, bukan menjadi ajang provokasi yang memecah belah bangsa.

 

 

Tim Investigasi Independen

Atas dasar itu, GM FKPPI mendesak pemerintah, khususnya lembaga eksekutif, untuk segera membentuk Tim Investigasi Independen yang transparan dan melibatkan masyarakat, akademisi, serta tokoh bangsa. Tim ini tidak hanya bertugas mengusut tuntas dugaan makar dan aktor intelektual di balik aksi anarkis, tetapi juga memastikan tuntutan rakyat yang sah mendapat jawaban yang adil dan solutif.

“Negara tidak boleh kalah. Setiap upaya makar adalah pengkhianatan terhadap rakyat Indonesia. Setiap tindakan anarkis adalah penodaan terhadap perjuangan mahasiswa dan pemuda. Dan setiap jeritan rakyat, sekecil apapun, adalah kewajiban pemerintah untuk mendengarkan dan menindaklanjutinya,” tegas Sandi, yang juga pernah menjabat Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti.

GM FKPPI menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai bagian solusi, bukan masalah. Generasi muda, katanya, harus tampil di garis depan untuk menjaga kondusifitas, memperkuat persatuan, dan memastikan demokrasi tetap menjadi ruang perjuangan yang sehat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6