Mahasiswa Temui Prabowo di Istana, Minta Demonstran yang Ditangkap Dibebaskan

Mereka berasal dari berbagai universitas, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga organisasi mahasiswa ekstra kampus.

Diperbarui 04 September 2025, 19:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo menerima perwakilan mahasiswa di Istana Merdeka.
  • Mahasiswa sampaikan aspirasi kesejahteraan guru dan pembebasan demonstran.
  • Pertemuan ini difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR.

Liputan6.com, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menerima perwakilan mahasiswa di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (4/9/2025) malam. Mereka berasal dari berbagai universitas, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga organisasi mahasiswa ekstra kampus.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, para perwakilan mahasiswa itu tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pukul 18.45 WIB. Beberapa mahasiswa datang dengan memakai almamater universitas.

Namun, sejumlah mahasiswa itu enggan menjawab pertanyaan dari awak media terkait pertemuan dengan Prabowo. Mereka berjalan cepat menuju Istana Merdeka.

Salah satu perwakilan mahasiswa dari BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), Muhammad Raihan menyampaikan para mahasiswa akan bertemu dengan Presiden Prabowo. Dia mengaku akan menyampaikan aspirasi kepada Prabowo.

"Insya Allah (bertemu Presiden), karena saya juga datang, ini saya bukan siapa-siapa, saya cuma anggota," kata Raihan sebelum pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Minta Demonstran Mahasiswa yang Ditangkap Dibebaskan

Salah satu aspirasi yang akan disampaikan kepada Prabowo yakni, mengenai kesejahteran para guru dan honorer. Raihan juga akan meminta agar para mahasiswa yang ditangkap saat aksi demonstrasi dapat dibebaskan.

"Karena kita bergerak di pendidikan, jadi kesejahteraan guru honorer terutama. Terus yang kedua, ada beberapa tentang aksi demonstrasi kemarin. Tentu teruntuk teman-teman, bebaskan bagaimana mereka ini, kan sempat ada beberapa yang sudah disampaikan juga sahabat kami, dari tim-tim HMI, kemarin disampaikan di Gedung DPR juga," jelasnya.

"Penyampaian itu, teman-teman yang awalnya itu dikurung, mereka diminta untuk dibebaskan semuanya," sambung Raihan.

Sebagai informasi, pertemuan berlangsung tertutup dari awak media. Perwakilan mahasiswa yang tampak hadir antara lain, BEM PTNU, BEM Nusantara, Universitas Sultan Agus Tirtayasa, Gerakan Mahasisww Kristen Indonesia, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (MPO), hingga HMI DIPO.

Tuntutan Mahasiswa Harus Dijawab Pemerintah

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, perwakilan BEM dan aktivis mahasiswa yang telah melakukan audiensi dengan lembaganya, akan diterima pihak pemerintah atau Sekretariat Negara (Setneg) pada hari ini, Kamis (4/9/2025).

"Barusan kami sudah melakukan komunikasi via WhatsApp dengan pemerintah, kawan-kawan sekalian akan diterima oleh pemerintah, untuk menyampaikan (aspirasi) juga secara langsung," kata Dasco, Rabu (3/9/2025).

"Saya kontak dengan Mensesneg, agar adik-adik BEM ini bisa diterima oleh pihak pemerintah," kata Dasco.

Menurut dia, pertemuan langsung dengan pemerintah harus dilakukan sebab beberapa tuntutan pendemo harus dijawab tidak hanya DPR melainkan juga dengan pemerintah.

"Seperti tadi pembentukan tim investigasi dan juga makar, lalu kemudian soal undang-undang perampasan aset misalnya," ungkap Dasco.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6