Pramono Anung Tegur Dirut MRT Gara-Gara Pedagang Blok M Hengkang Usai Sewa Kios Naik

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegur Direktur Utama MRT Jakarta terkait tingginya tarif sewa kios di kawasan Blok M yang dikeluhkan para pedagang. Ia menegaskan tarif tidak boleh memberatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Diperbarui 03 September 2025, 13:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI menegur Dirut MRT terkait tarif sewa kios M Bloc yang memberatkan UMKM.
  • Pramono menyarankan MRT mengelola langsung kios M Bloc tanpa perantara koperasi.
  • Tarif sewa tinggi membuat M Bloc sepi dan pedagang minggat, UMKM harus diprioritaskan.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegur Direktur Utama MRT Jakarta terkait tingginya tarif sewa kios di kawasan Blok M yang dikeluhkan para pedagang. Ia menegaskan tarif tidak boleh memberatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Saya sudah menegur Dirut MRT, kalau memang tidak bisa dijalankan itu kerjasamanya, maka saya minta untuk dibatalkan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Menurut Pramono, lebih baik pengelolaan kios di Blok M dilakukan langsung oleh MRT tanpa perantara. Pasalnya, saat ini, pengelolaan kios di Blok M dilakukan melalui kerja sama antara MRT Jakarta dan salah satu koperasi.

Sewa Toko Kemahalan

Pramono menjelaskan, dalam perjanjian kerja sama tersebut telah ditentukan batas atas dan bawah tarif sewa. Namun, Pramono menilai tarif yang dipungut justru melebihi ketentuan.

“Enggak boleh kemudian ketika masyarakat yang datang di Blok M ramai, pengelola ataupun koperasi menaikkan tarif semena-mena,” ujarnya.

Pramono memastikan, keberpihakan kepada UMKM harus menjadi prioritas, terutama di tengah geliat ekonomi Jakarta yang saat ini diklaim tengah bertumbuh.

“UMKM menjadi prioritas agar mereka bisa menjalankan usahanya dengan baik,” kata Pramono.

M Bloc Sepi

Sebelumnya, kawasan Distrik Blok M yang sempat ramai pada akhir 2024 kini mulai sepi hingga beberapa gerai makanan yang awalnya ramai pengunjung memilih minggat serentak. Salah satu pemicu hengkangnya para pedagang adalah tarif sewa kios yang melonjak tinggi.

Adapun Blok M District dikenal sebagai salah satu pusat kuliner dan gaya hidup baru di Jakarta Selatan yang berkembang pesat sejak akhir tahun lalu. Namun, lonjakan tarif sewa membuat sejumlah pelaku usaha mengeluhkan biaya operasional yang tak sebanding dengan pendapatan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6