Ini Jejak Digital Direktur Lokataru Menurut Polisi, Diduga Jadi Pematik Kerusuhan Demo di DPR

Polisi menetapkan Direktur Lokataru, Delpedro Marhaen, sebagai tersangka penghasutan kerusuhan DPR/MPR setelah menemukan bukti kolaborasi akun Instagram yang ia kelola dengan @blokpolitikpelajar, yang berisi ajakan pengerusakan hingga petunjuk pembuatan bom molotov.

Diterbitkan 03 September 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Direktur Lokataru, Delpedro Marhaen, ditetapkan tersangka penghasutan kerusuhan DPR/MPR.
  • Polisi menemukan jejak ajakan pengerusakan dan bom molotov dari akun kolaborasi Delpedro.
  • Delpedro Marhaen tidak gentar, justru semangatnya bertambah setelah ditetapkan tersangka.

Liputan6.com, Jakarta Polisi membeberkan peran Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, yang telah ditetapkan menjadi tersangka dugaan penghasutan yang menyebabkan terjadinya kerusuhan di depan gedung DPR/MPR.

Kanit 2 Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Gilang Prasetya mengatakan, Delpedro Marhaen disebut tak hanya mengelola akun Instagram @lokataru_foundation, tapi sering berkolaborasi dengan akun @blokpolitikpelajar.

Dari akun inilah polisi menemukan jejak ajakan pengerusakan, bahkan petunjuk soal membuat bom molotov.

"Di mana BPP itu berdasarkan hasil penyidikan kami, bahwa BPP itu yang terhubung dengan akun-akun ekstrem yang memberikan ajakan seperti pengerusakan, kemudian bom molotov, itu ada hubungannya dari akun BPP," kata Gilang saat konferensi pers, di Jakarta, Selasa (2/9/2025) malam.

Tak cuma itu, Gilang juga mengungkap setiap unggahan dari akun LF otomatis terkirim dan tayang di akun yang dijadikan kolaborasi, termasuk @blokpolitikpelajar.

"Jadi secara otomatis nanti ketika tersangka posting apapun ketika di-collab dan diakses oleh akun yang di-collab itu otomatis akan ter-post oleh akun yang kolabor itu sendiri. Jadi apapun yang di-posting oleh tersangka di akunnya ketika di kolaborator dan diterima itu akan muncul," ujar dia.

 

Kondisi Direktur Lokataru Delpedro Marhaen Usai Ditangkap

Direktur Lokataru Delpedro Marhaen tak gentar meski telah menyandang status sebagai tersangka atas tuduhan menghasut dan merekrut anak-anak untuk melakukan tindakan anarkis.

Hal itu disampaikan Tim advokasi Lokataru Foundation yang diwakili oleh Asisten peneliti dari Lokataru Fian Alaydrus di Polda Metro Jaya, Selasa (2/9/2025). Fian menyatakan, semangat Delpedro Marhaen justru bertambah.

"Sangat semangat," kata Fian menjelaskan kondisi Delpedro Marhaen.

Dia mengatakan, sejak awal Pedro memimpin Lokataru dengan niat mengawal aspirasi publik, mendidik demokrasi, dan menyuarakan keadilan. Ketika terdapat tudingan sebagai penghasut, bisa diartikan yang diungkapnya adalah kebenaran.

"Kita lihat lah sejarah-sejarah orang-orang yang melawan, orang-orang founding father kita," ucap dia.

Fian bahkan membandingkan Pedro dengan tokoh bangsa.

"Jadi Pak Presiden Prabowo sering sebut Soekarno, Sahrir. Mereka adalah orang yang melawan ketidakadilan kolonialisme. Kalau mereka dituduh penghasut, nggak akan ada kepolisian Republik Indonesia, ada kepolisian Hindia Belanda," ucap dia.

Pemantik Semangat

Karenanya menurut Fian, penetapan Pedro sebagai tersangka justru jadi pemantik semangat masyarakat sipil dan mahasiswa.

"Jadi Pedro pasti itu akan semangat, dan ini bisa menyemangati seluruh organisasi masyarakat sipil, mahasiswa untuk melawan ketidakadilan, justru ini jadi momentum," ujar dia.

Adapun, Delpedro Marhaen dicokok saat berada di kantor Lokataru. Menurut Fian, kejadian berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB.

"Delpedro merasa tidak dijelaskan secara proper. Apa dasarnya, begitu ditanya, ya nanti dijelaskan saja di kantor. Bahkan pada saat mau ganti baju saja, tetap ada sedikit-sedikit intimidasi, cepat lah segala macam. Jadi kurang proper," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6