Begini Kondisi Direktur Lokataru Delpedro Marhaen Usai Ditangkap Polda Metro

Delpedro Marhaen dicokok saat berada di kantor Lokataru.

Diterbitkan 02 September 2025, 17:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Direktur Lokataru Delpedro Marhaen jadi tersangka tuduhan menghasut dan merekrut anak anarkis.
  • Meski tersangka, semangat Delpedro justru bertambah untuk mengawal aspirasi publik.
  • Penetapan tersangka diharapkan memicu semangat masyarakat sipil melawan ketidakadilan.

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Lokataru Delpedro Marhaen tak gentar meski telah menyandang status sebagai tersangka atas tuduhan menghasut dan merekrut anak-anak untuk melakukan tindakan anarkis.

Hal itu disampaikan Tim advokasi Lokataru Foundation yang diwakili oleh Asisten peneliti dari Lokataru Fian Alaydrus di Polda Metro Jaya, Selasa (2/9/2025). Fian menyatakan, semangat Delpedro Marhaen justru bertambah.

"Sangat semangat," kata Fian menjelaskan kondisi Delpedro Marhaen.

Dia mengatakan, sejak awal Pedro memimpin Lokataru dengan niat mengawal aspirasi publik, mendidik demokrasi, dan menyuarakan keadilan. Ketika terdapat tudingan sebagai penghasut, bisa diartikan yang diungkapnya adalah kebenaran.

"Kita lihat lah sejarah-sejarah orang-orang yang melawan, orang-orang founding father kita," ucap dia.

Fian bahkan membandingkan Pedro dengan tokoh bangsa.

"Jadi Pak Presiden Prabowo sering sebut Soekarno, Sahrir. Mereka adalah orang yang melawan ketidakadilan kolonialisme. Kalau mereka dituduh penghasut, nggak akan ada kepolisian Republik Indonesia, ada kepolisian Hindia Belanda," ucap dia.

 

Pemantik Semangat

Karenanya menurut Fian, penetapan Pedro sebagai tersangka justru jadi pemantik semangat masyarakat sipil dan mahasiswa.

"Jadi Pedro pasti itu akan semangat, dan ini bisa menyemangati seluruh organisasi masyarakat sipil, mahasiswa untuk melawan ketidakadilan, justru ini jadi momentum," ujar dia.

 

Dicokok Polisi

Delpedro Marhaen dicokok saat berada di kantor Lokataru. Menurut Fian, kejadian berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB.

"Delpedro merasa tidak dijelaskan secara proper. Apa dasarnya, begitu ditanya, ya nanti dijelaskan saja di kantor. Bahkan pada saat mau ganti baju saja, tetap ada sedikit-sedikit intimidasi, cepat lah segala macam. Jadi kurang proper," tandas dia.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6