Situasi Lalu Lintas di Kawasan Sudirman dan Senayan Jelang Demo 1 September Depan DPR

Aksi unjuk rasa belum berakhir di sejumlah daerah. Khusus di Jakarta, demonstasi direncanakan kembali dilakukan depan Gedung DPR/MPR Jakarta Pusat pagi ini.

Diperbarui 01 September 2025, 16:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Demonstrasi kembali digelar di depan Gedung DPR/MPR Jakarta Pusat hari ini.
  • Polisi mengerahkan 5.369 personel gabungan untuk pengamanan aksi unjuk rasa.
  • Pengamanan dilakukan humanis, tanpa senjata api, dan lalu lintas bersifat situasional.

Liputan6.com, Jakarta- Aksi unjuk rasa belum berakhir di sejumlah daerah. Khusus di Jakarta, demonstasi direncanakan kembali dilakukan depan Gedung DPR/MPR Jakarta Pusat hari ini.

Jelang kembali digelarnya demonstrasi, situasi lalu lintas dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju bundaran Senayan tidak mengalami kepadatan.

Pantauan Liputan6.com, Senin (1/9/2025) pukul 09.00 WIB, jalan protokol seperti Jenderal Sudirman dan SCBD terlihat lengang.

Transportasi publik seperti TransJakarta dan LRT juga tidak sesak seperti hari Senin pada umumnya.

Khusus untuk halte TransJakarta di Polda Metro Jaya, Senayan Bank DKI, dan Bundaran Senayan yang terdampak kericuhan massa saat ini belum bisa beroperasi karena masih tahap perbaikan.

Bus tidak berhenti halte-halte tersebut. TransJakarta baru bisa menurunkan penumpang di pemberhentian berikutnya, yakni Halte Masjid Agung.

Demo Lagi Depan DPR

Sejumlah aliansi masyarakat dan mahasiwa kembali turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR Jakarta Pusat pada Senin (1/9/2025). Polisi pun menyiapkan pengamanan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, sebanyak 5.369 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa di DPR hari ini.

"Khusus pengamanan di DPR ada 5.369 personel," kata Susatyo dalam keterangan tertulis, Senin (1/9/2025).

Susatyo menekankan pengamanan dilakukan humanis, tanpa senjata api.

“Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penyampaian aspirasi publik,” ujar Susatyo.

Susatyo wanti-wanti massa untuk menggelar aksi secara damai dan tertib. Massa dilarang bakar ban, rusak fasilitas umum, atau menutup jalan.

“Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketertiban. Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman dan kondusif,” ucap dia.

Terkait skenario pengalihan lalu lintas, polisi menyebut sifatnya situasional. Namun warga diimbau untuk menghindari kawasan DPR selama aksi berlangsung dan disarankan menggunakan jalur alternatif.

“Arus lalin situasional melihat ekskalasi massa dilapangan. Kami memohon pengertian masyarakat. Keselamatan dan kenyamanan bersama menjadi prioritas kami,” kata Susatyo.

Dalam kesempatan itu, Susatyo mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah termakan hoaks yang beredar di media sosial dan informasi yang berpotensi memicu kegaduhan.

“Jangan terprovokasi oleh berita negatif. Bijaklah dalam menerima informasi dan tetap jaga persatuan,” ujar dia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6