Aksi Berani Emak-Emak Kerudung Pink di Tengah Ricuh Demo Depan DPR Mencuri Perhatian

Penampilannya khas ibu-ibu. Tak banyak polesan sana sini. Tetapi wajahnya tegas, bicaranya lantang.

Diperbarui 30 Agustus 2025, 12:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wanita tua berani hadapi polisi di demo DPR.
  • Dia berorasi lantang, tak gentar gas air mata atau water cannon.
  • Wanita itu bahkan mengayunkan bambu ke barikade polisi.

Liputan6.com, Jakarta - Suasana di depan Gedung DPR memanas pada Kamis (28/8/2025). Massa demo 28 Agustus 2025 dan polisi berjaga saling berhadap-hadapan.

Di tengah situasi menegangkan itu, seorang wanita lanjut usia dengan gagahnya berdiri tepat di depan petugas yang sudah bersiaga dengan tameng. Wajahnya tegas, bicaranya lantang.

Penampilannya khas ibu-ibu. Tak banyak polesan sana sini. Mengenakan atasan hitam bercorak dan celana abu-abu bermotif. Bagian wajah dan kepalanya terbalut kerudung pink.

Hanya Pakai Sandal Jepit Tipis, Tak Pakai Helm

Fotografer Liputan6.com sempat menjepret momen ibu yang belum diketahui namanya itu. Diduga kuat, ibu tersebut adalah warga biasa. Tetapi orasinya begitu membara.

"Hadapi saya dulu, saya ini perempuan, berani enggak," teriaknya lantang.

Tak hanya bicara dengan keras, wanita itu juga tampak siap menghadapi suasana tegang di lapangan. Meski hanya memakai sandal jepit tipis dan tidak menggunakan pelindung kepala. Dia tetap berdiri di tengah guyuran gas air mata bercampur tembakan air dari water cannon. Dia tak gentar.

"Berani sama rakyat kecil," ujarnya.

Tentang Sebilah Bambu

Arbas, fotograger Liputan6.com lainnya, menceritakan momen dalam foto yang diambil saat demo 28 Agustus 2025 di depan DPR. Saat itu ada sejumlah orang diduga mahasiswa terlihat di sisi kiri Gedung Kementerian Kehutanan. Oleh petugas, mereka dipukul mundur menuju gerbang depan DPR.

Saat itulah, tiba-tiba ibu berkerudung pink muncul. Dia langsung berorasi.

Beberapa menit kemudian, kelompok massa dari mahasiswa mendatangi gedung DPR dari sisi kiri dan kanan. Kondisi itu seolah membakar semangat si ibu.

Dia makin berani. Berdiri di antara dua kubu dengan tangan kosong. Awalnya dia menyampaikan kalimat-kalimat kecaman dan menunjuk ke polisi. Sempat ditenangkan petugas Sabhara di lokasi, tetapi tak menyurutkan semangatnya. Dia malah bergabung dengan kelompok massa.

Dia kembali dengan sebilah bambu dan tanpa pikir panjang mengayunkannya ke arah barikade polisi beberapa kali. Polisi sigap berlindung di balik tamengnya.

"Polisi sempat ambil bambu ibu itu, tapi dikasih lagi sama massa. Jadinya dipukul lagi itu petugas pakai bambu," ujar Arie.

Kerap Muncul Barisan Depan Unjuk Rasa

Arbas bercerita, di beberapa momen unjuk rasa, ibu kerudung pink itu memang kerap muncul akhir-akhir ini. Bahkan menurutnya, wanita setengah baya itu berani berada di garis terdepan unjuk rasa. Gas air mata dan tembakan air water cannon tak pernah dia hiraukan.

Dia menambahkan, penampilan ibu tersebutjuga selalu sama. Mengenakan kerudung pink bergo andalannya.

Aksi ibu tersebut di demo 28 Agustus kemarin akhirnya juga viral di media sosial.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6