Ada Demo Mahasiswa Hari Ini di DPR, Polisi Imbau Warga Hindari Kawasan Senayan

Ribuan personel gabungan akan dikerahkan untuk mengawal aksi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat (GEMARAK) bersama sejumlah elemen masyarakat.

Diterbitkan 21 Agustus 2025, 09:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ribuan personel gabungan amankan unjuk rasa GEMARAK di DPR/MPR Jakarta.
  • Pengamanan dilakukan persuasif, massa diminta tertib dan hindari kericuhan.
  • Warga diimbau hindari area DPR/MPR; rekayasa lalu lintas situasional.

Liputan6.com, Jakarta Ribuan personel gabungan akan dikerahkan untuk mengawal aksi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat (GEMARAK) bersama sejumlah elemen masyarakat.

Unjuk rasa rencana akan dilakukan di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2025).

"Sebanyak 1.145 personel gabungan dari Polda, Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek jajaran disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dalam keterangan tertulis, Kamis pagi.

Aksi unjuk rasa diperkirakan akan berlangsung pada pukul 14.00 WIB. Susatyo menegaskan pengamanan dilakukan secara persuasif.

“Polisi hadir bukan untuk menghadapi musuh, melainkan untuk melayani saudara-saudara kita yang ingin menyampaikan pendapat. Silakan berorasi dengan tertib, jangan memprovokasi, jangan melawan petugas, dan mari kita hindari tindakan seperti membakar ban, menutup jalan, atau merusak fasilitas umum,” kata Susatyo.

 

Bukan Ajang Kericuhan

Susatyo menambahkan, menyuarakan pendapat di muka umum adalah hak warga negara yang dijamin undang-undang. Namun harus dilakukan damai.

“Unjuk rasa hendaknya menjadi ruang penyampaian aspirasi, bukan ajang kericuhan. Mari kita jaga suasana tetap kondusif agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik,” ujar dia.

 

Masyarakat Diminta Cari Jalan Alternatif

Polisi juga mengimbau warga Jakarta untuk menghindari kawasan sekitar DPR selama aksi berlangsung. Rekayasa lalu lintas bakal dilakukan secara situasional, menyesuaikan jumlah massa di lapangan.

"Arus lalu lintas di sekitar lokasi bersifat situasional, menyesuaikan dengan eskalasi massa di lapangan. Warga disarankan menggunakan jalur alternatif lain agar mobilitas tetap lancar," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6