Rapor Kinerja Dedi Mulyadi Disorot Warganet Versi Survei Litbang Kompas, Ini Hasil yang Masih Merah

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi salah satu tokoh yang piawai memaksimalkan media sosial untuk mendukung tugas-tugasnya sebagai kepala daerah.

Diperbarui 19 Agustus 2025, 12:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi salah satu tokoh yang piawai memaksimalkan media sosial untuk mendukung tugas-tugasnya sebagai kepala daerah. Dedi Mulyadi rajin mengekspose tiap kegiatannya, mulai dari kehidupan pribadi sampai capaian kerja.

Media sosial menjadi saluran andalan Dedi Mulyadi untuk berkomunikasi dengan masyarakat Jabar. Melalui media sosial, gaung kegiatan Kang Dedi Mulyadi, atau kerap disingkat KDM ini menyebar secara nasional.

Survei Litbang Kompas menunjukkan sentimen warganet terhadap Dedi Mulyadi didominasi sentimen positif, yakni mencapai 59 persen secara keseluruhan. Sisanya, ada 22 persen yang bermuatan negatif dan 19 persen lainnya cenderung netral seperti berupa konten informatif.

Proporsi sentimen warganet ini tidak jauh berbeda dengan elektabilitasnya (62,2 persen) saat terpilih sebagai Gubernur Jabar pada Pilkada 2024.

Litbang Kompas melalui Kompas Monitoring mulai 1 Juni 2025 hingga 3 Agustus 2025 menarik data dari lima platform media sosial terkait konten seputar KDM. Dari Instagram, Tiktok, Youtube, Facebook, dan X diperoleh 199.422 data yang kemudian dianalisis.

Proses analisis dilakukan dengan mengelompokkan komentar dan konten berdasar topik, tema, dan bidang kehidupan dan pemerintahan.

PR Kerja Dedi Mulyadi

Meski demikian, Dedi Mulyadi mendapatkan rapor merah dari warganet menyangkut sejumlah bidang yang belum cukup diberi perhatian. Sentimen negative warganet terhadap Dedi menyangkut isu kebencanaan, kesejahteraan masyarakat, tata ruang, dan konflik horizontal masyarakat di Jawa barat.

Bidang yang paling tinggi sentimen negatifnya adalah konflik horizontal antarmasyarakat. Bidang ini menuai 43 persen sentimen negatif berbanding 35 persen sentimen positif.

Topik yang ada pada bidang ini yakni perusakan rumah retret penganut Kristiani di Desa Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Ditambah lagi dengan penolakan pembangunan rumah ibadah, seperti yang terjadi pada pembangunan Gereja GBKP Runggun Studio Alam di Cilodong, Depok.

Selain persoalan konflik horizontal, problem tata ruang di Jawa Barat juga memperoleh sentimen dominan negatif, yaitu mencapai 41 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 34 persen sentimen positif pada bidang tersebut.

Topik yang dilingkupi bidang tata ruang adalah masalah alih guna lahan dan penambangan liar. Dua persoalan ini sudah menimbulkan kerugian baik itu korban jiwa maupun harta benda.

Persoalan lainnya muncul dari ranah pertambangan. Tambang galian C di Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, mengklaim nyawa 21 orang. Mereka tertimbun longsoran material tambang. Peristiwa tersebut menjadi cambuk bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengevaluasi perizinan tambang dan penertiban tambang liar yang masih beroperasi.

Dapat Sentimen Negatif

Bidang lainnya dari kinerja Kang Dedi yang menjadi pekerjaan rumah adalah bidang kesejahteraan masyarakat. Pada bidang ini, salah satunya terdapat topik pendistribusian bansos yang tidak tepat sasaran. Bidang kesejahteraan masyarakat menuai 39 persen sentimen negatif.

Kebanyakan warganet menyampaikan komentar berupa keluh kesah bahwa bantuan sosial tidak mereka terima, padahal sudah terdaftar sebagai penerima manfaat. Ada pula yang melaporkan bahwa penerima bansos tidak layak diberi bantuan.

Sebagai informasi, KDM memiliki sekitar 34,6 juta pengikut dari lima platform media sosial miliknya. Angka tersebut merupakan akumulasi dari pengikut di Facebook (12 juta), Tiktok (9,1 juta), Youtube (8,1 juta), Instagram (5,2 juta), serta yang ada di X sebanyak 185.114 pengikut.

Bagi KDM, media sosial berfungsi selayaknya media siar yang digunakan untuk menjalankan fungsi hubungan masyarakat atau humas. Setidaknya secara satu arah menyebarkan konten yang diproduksi oleh tim media sosial Dedi Mulyadi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6