Ingatkan soal Kemanusiaan, Megawati: Kalau Tidak Negara Kita Bisa Diambil Orang Lagi

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri kembali melontarkan kritik tajam terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Diperbarui 11 Agustus 2025, 19:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Megawati mengkritik KPK karena dinilai tidak menjalankan fungsinya dengan baik.
  • Ia kecewa karena mendirikan KPK untuk kemajuan Indonesia.
  • Megawati juga mendirikan MK, BNN, BNPB, dan BMKG untuk memperkuat negara.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri kembali melontarkan kritik tajam terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Menurut Megawati, KPK dan sejumlah lembaga negara lainnya dibangun karena memiliki peran penting bagi kemajuan Indonesia. Namun, dia kecewa dengan KPK saat ini. Karena dinilai tidak menjalankan fungsinya dengan baik.

"Situ mau tahu yang dibikin ibu itu apa saja? KPK, makanya saya kesel banget ngeliat dia. Iya dong maunya saya buat supaya baik, malah kayak gitu," kata Megawati di acara Peresmian Serambi Pancasila dan Peluncuran Buku ‘Naskah Sumber Arsip Dasar Negara’ volume I: Masa Sidang Pertama BPUPK 29 Mei-1 Juni 1945’ di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Senin (11/8/2025).

Selain KPK, Megawati juga menyebut Mahkamah Konstitusi (MK), Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai lembaga yang lahir pada masa pemerintahannya.

"MK, coba. BNN, apalagi? BNPB. Nah, tahu banyak toh? Saya lho yang bikin BMKG," ungkapnya. 

 

Jaga Semangat

Megawati menegaskan, pendirian lembaga-lembaga itu dimaksudkan untuk memperkuat sistem pemerintahan dan melindungi kepentingan rakyat. Dia menyebut, jika dijalankan dengan semangat dan komitmen tinggi, Indonesia memiliki potensi besar untuk menyaingi negara-negara maju.

"Maunya Ibu, negara kita dengan peraturan-peraturan yang ada, dengan semangat jiwa rakyatnya, akan menjadi negara besar. Apa nggak bisa? Bisa banget. Asal kalian betul-betul mau bersemangat," ucapnya.

Megawati mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga semangat kebangsaan. Karena jika tidak kedaulatan Indonesia bisa terancam.

"Tolong kemanusiaan kalian itu sekarang lagi dihidupkan. Kalau tidak, negara kita bisa diambil lagi oleh orang lain," katanya.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Komisi Pemberantasan Korupsi adalah lembaga negara untuk memberantas tindak pidana korupsi
    Komisi Pemberantasan Korupsi adalah lembaga negara untuk memberantas tindak pidana korupsi
    KPK
  • Dr.(H.C.) Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri adalah Presiden Indonesia ke 5 periode  23 Juli 2001 — 20 Oktober 2004.
    Dr.(H.C.) Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri adalah Presiden Indonesia ke 5 periode 23 Juli 2001 — 20 Oktober 2004.
    Megawati Soekarnoputri
  • BPIP