Roy Suryo Cs Diperiksa Polda Metro Jaya Hari Ini Senin 11 Agustus 2025 Terkait Kasus Ijazah Jokowi

Penyidik Polda Metro Jaya melayangkan kembali panggilan pemeriksaan sebagai saksi terlapor kepada eks Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo untuk dimintai keterangan terkait tudingan ijazah palsu presiden ketujuh Jokowi.

Diperbarui 11 Agustus 2025, 11:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya melayangkan kembali panggilan pemeriksaan sebagai saksi terlapor kepada eks Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo untuk dimintai keterangan terkait tudingan ijazah palsu presiden ketujuh, Joko Widodo atau Jokowi.

Pemeriksaan dijadwalkan di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (11/8/2025).

Kuasa hukum Roy Suryo Cs, Ahmad Khozinudin mengatakan, selain Roy Suryo ada pula eks Ketua KPK Abraham Samad, Rismon Sianipar, Kurnia Tri Royani, dan Rizal Fadillah yang dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan pada hari ini.

Rencananya, kata dia, Roy Suryo, Abraham Samad, serta para terlapor dan saksi akan tiba di Polda Metro Jaya pukul 11.00 WIB.

"Sudah dapat panggilan, tapi pemeriksaan variatif waktunya, akan kami jelaskan saat konpers nanti," kata Ahmad saat dikonfirmasi, Senin (11/8/2025).

Sebelumnya, Penyidik Polda Metro Jaya menaikkan status kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi berkaitan tudingan ijazah Jokowi dari penyelidikan ke penyidikan.

Hal ini dikarenakan pihak penyidik Polda Metro Jaya menemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menegaskan, meningkatkan status kasus yang dilaporkan oleh Jokowitersebut setelah penyidik melakukan gelar perkara.

"Berdasarkan hasil gelar perkara terhadap LP Pertama, pelapornya adalah Ir HJW, dalam proses penyelidikan yang sudah dilaksanakan dalam gelar perkara disimpulkan ditemukan dugaan peristiwa pidana. Sehingga perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan," kata dia di Jakarta, Jumat 11 Juli 2025.

 

Pengacara Roy Suryo Yakin Tak Ada Orang Besar di Balik Isu Ijazah Jokowi, Ini Alasannya

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi meyakini isu ijazah palsu yang menyerangnya merupakan bagian dari agenda besar yang dimainkan oleh sosok berpengaruh yang disebutnya 'orang besar'. Namun, ia enggan mengungkap siapa orang tersebut.

Menanggapi hal itu, Pengacara dari Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, meyakini sosok orang besar tersebut hanyalah playing victim dari Jokowi saja.

"Tidak perlu mengedarkan (narasi) ada orang besar dibalik perjuangan kawan-kawan yang hari ini ingin mengungkap kasus ijazah palsu. Tidak perlu melakukan playing victim punya perasaan politik seolah-olah ingin di-downgrade, punya feeling ada orang besar, tidak perlu," kata Ahmad di Polda Metro Jaya, Senin 28 Juli 2025.

Dia pun meminta Jokowi tidak lagi mengulur waktu menunjukkan ijazahnya ke hadapan publik. Dengan begitu, dia yakin polemik perdebatan bisa selesai.

"Kalau ingin ringkas ingin mengakhiri polemik ijazah palsu, tunjukkan ijazah asli itu kepada publik. Tapi dengan catatan memang kalau ada, karena kalau ada, tunjukan selesai. bukan dengan membuat narasi yang tidak relevan dengan pembuktian kasus ijazah," tegas dia.

Hadir di Reuni Tak Buktikan Apapun

Ahmad pun turut mengkritisi, kehadiran Jokowi di acara reuni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada pekan lalu.

Dia mengatakan, hal itu tidak membuktikan bahwa Jokowi adalah lulusan UGM.

"Keaslian ijazah itu tidak bisa dikonfirmasi dengan acara reuni. Reuni itu, ya namanya reuni, orang-orang bisa datang, bisa masuk siapapun bisa, dan statemennya belakangan juga malah kacau balau. Justru itu merusak proses hukum yang sedang dijalankan aparat penyidik Polda Metro Jaya," dia menandasi.

 

Pernyataan Jokowi

 

Diberitakan sebelumnya, Jokowi mengatakan ada orang besar yang mempunyai agenda soal polemik ijazahnya yang disebut palsu. Termasuk dorongan pemakzulan anaknya, Gibran dari kursi wakil presiden.

"Saya sudah sampaikan, feeling saya mengatakan ada agenda besar politik dalam tuduhan ijazah palsu maupun pemakzulan. Artinya memang ada orang besar ada yang mem-back up, ya itu saja," kata Jokowi kepada awak media di Solo, Jumat 25 Juli 2025.

Saat ditanya nama, Jokowi tidak menyebut dan mengatakan hal itu sudah menjadi rahasia umum.

"Ya, semua sudah tahulah," singkat Jokowi.

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan isi hatinya soal tuduhan ijazah palsu dalam acara reuni ke-45 Angkatan 80 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, Sabtu 26 Juli 2025.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6